Terkuak! Niat Usung Yerusalem Ibukota Israel Ada Sejak Clinton

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 11 Desember 2017 16:01
Terkuak! Niat Usung Yerusalem Ibukota Israel Ada Sejak Clinton
Namun usul tersebut tak pernah dijalankan tiga presiden AS sebelum Donald Trump. Mengapa?

Dream - Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memindahkan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem memicu kemarahan dunia internasional. Trump dituduh menyalahi ketetapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyatakan Yerusalem berada pada status quo.

Banyak yang menilai Trump berusaha mewujudkan janji kampanyenya ketika maju dalam ajang perebutan kursi AS 1. Saat kampanye, Trump melontarkan janji memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem.

Ternyata, janji tersebut bukanlah inisiatif Trump. Sejatinya, presiden AS yang punya kerajaan bisnis menggurita itu hanya melaksanakan rencana yang telah disetujui oleh Kongres AS pimpinan Senator Bob Dole, yang tertuang dalam dokumen berjudul Jerusalem Embassy Act pada 1995.

Undang-undang yang disahkan pada 23 Oktober 2017 tersebut mewajibkan Pemerintah AS untuk menginisiasi dan membiayai pemindahan Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. UU tersebut memberikan batas waktu sampai 31 Mei 1999.

Majalah TIME melaporkan Presiden AS selalu melakukan peninjauan ulang terhadap rencana itu setiap enam bulan sekali. Langkah tersebut dijalankan oleh presiden mulai Bill Clinton, George W Bush, dan Barrack Obama, namun rencana tersebut selalu ditangguhkan.

 

2 dari 3 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Penantian 4 Tahun Rini Yulianti Berbuah Manis