Wujud Cinta Kepada Allah SWT

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 3 Oktober 2018 06:02
Wujud Cinta Kepada Allah SWT
Cinta membuat seseorang merasa dekat dengan pujaannya. Begitu pula, kepada Allah SWT.

Dream - Setiap Muslim dianjurkan untuk cinta pada Allah SWT. Anjuran tersebut terdapat dalam Alquran, seperti pada Surat At Taubah ayat 24.

" Katakanlah, 'Jika bapak, anak, saudara, istri, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan putusan-Nya.' Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."

Juga dalam hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah RA. Di dalam hadis ini terdapat hadis qudsi mengenai orang yang dicintai Allah.

" Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda bahwa Allah berfirman, 'Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Tiada hamba-Ku yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (amalan) melebihi dari apa yang Kuwajibkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunah sehingga Aku mencintai-Nya. Bila Aku mencintainya, maka Aku menjadi telinga sebagai alat pendengarannya, menjadi mata sebagai alat penglihatannya, menjadi tangan sebagai alat pemegang, dan menjadi kaki sebagai alatnya berjalan. Jika ia meminta sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku memberinya. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku melindunginya. Tiada ‘kebimbangan’ sesuatu yang Kulakukan selain mencabut nyawa orang beriman yang mana ia tidak menyukai kematian dan Aku tidak suka menyakitinya."

Dikutip dari NU Online, Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam kitab Kasyifatus Saja menuliskan makna cinta seorang hamba kepada Khaliknya.

" Sebagian ulama mengatakan bahwa cinta kepada Allah terdiri atas sepuluh makna dari sisi hamba."

 

1 dari 1 halaman

Makna Cinta Menurut Syeikh An Nawawi Al Bantani

Makna yang dimaksud Syeikh An Nawawi yaitu pertama, meyakini Allah adalah zat terpuji. Pengakuan ini terhadap segala sisi, termasuk sifat-Nya.

Kedua, yakin Allah berbuat baik. Yakin akan nikmat yang selalu diberikan Allah SWT.

Ketiga, yakin kebaikan Allah para hamba-Nya jaug lebih besar daripada amal ibadah seorang hamba pada-Nya. Bahkan apabila ibadah itu dilaksanakan dengan sempurna.

Kemudian, yakin Allah memiliki tuntutan yang harus dijalankan oleh hamba-Nya. Kelima, selalu merasa takut apabila Allah SWT berpaling darinya dengan dicabutnya makrifat dan tauhid serta selain keduanya.

Selengkapnya...

(ism)

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri