Zikir Usai Sholat Dikeraskan atau Dilirihkan, Mana Lebih Baik?

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 27 Desember 2017 08:02
Zikir Usai Sholat Dikeraskan atau Dilirihkan, Mana Lebih Baik?
Zikir usai sholat merupakan amalan yang dianjurkan.

Dream - Usai mendirikan sholat sangat dianjurkan untuk melaksanakan zikir. Dengan zikir seorang muslim akan selalu mengingat Allah SWT sekaligus memanjatkan doa.

Di masyarakat, praktik zikir ada dua macam. Ada yang mengeraskan bacaan zikirnya, namun ada pula yang melirihkannya hingga tidak terdengar oleh yang lain.

Antara dua amalan ini, mana yang lebih baik?

Dikutip dari laman rumaysho, Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan sebagian ulama salaf (generasi awal) menghukumi sunah mengeraskan bacaan takbir setelah sholat. Hal ini termasuk bacaan zikir.

Pendapat ini dinukil oleh ulama belakangan seperti Ibnu Hazm Az Zahiri dan Ibnu Batthol.

Sementara ulama mazhab dan selain dua ulama ini sepakat tidak menghukumi sunah mengeraskan bacaan zikir setelah sholat. Pendapat ini juga dipegang oleh Imam Syafi'i.

Imam Syafi'i pun berpendapat menjaherkan (mengeraskan) zikir hanya sebentar dan tidak dilakukan secara berulang. Imam dan makmum cukup berzikir dengan cara disirrkan (dilirihkan).

Tetapi, jika imam berniat mengajarkan zikir pada makmum, maka boleh dikeraskan. Namun demikian, zikir tetap dilirihkan kemudian.

Selengkapnya...

Beri Komentar