Buah Hati Alergi Cokelat, Ketahui Gejala yang Sering Muncul

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 6 Desember 2022 09:47
Buah Hati Alergi Cokelat, Ketahui Gejala yang Sering Muncul
Biasanya, yang terjadi adalah alergi terhadap bahan lain yang ada di makanan berbahan dasar cokelat.

Dream - Camilan dan minuman anak-anak banyak sekali yang mengandung cokelat. Aroma dan rasa cokelat memang sangat disukai anak. Sayangnya bagi sebagian anak cokelat bisa memicu masalah kesehatan.

Salah satunya adalah reaksi alergi. Dikutip dari KlikDokter, cokelat yang kita konsumsi berasal dari biji buah tanaman cokelat. Alergi terhadap biji cokelat ini bisa saja terjadi, tetapi sangat jarang.

Biasanya, yang terjadi adalah alergi terhadap bahan lain yang ada di makanan berbahan dasar cokelat. Misalnya saja cokelat batangan, permen cokelat, biskuit, kue, minuman cokelat, dan lainnya.

Bahan makanan paling sering menjadi alergen pada bayi dan anak-anak adalah susu sapi, telur ayam, kacang tanah, kacang almond, hazelnut, kacang kedelai, dan gandum. Bahan tersebut banyak terkandung dalam produk cokelat kemasan yang disukai anak-anak.

Biasanya, anak yang alergi pada bahan tersebut akan mengalami keluhan/ gejala tertentu dan orangtua langsung menyimpulkan kalau anak alergi cokelat. Untuk pemicu alergi sendiri untuk mengetahuinya secara detail dibutuhkan tes khusus.

 

1 dari 4 halaman

Lalu apa saja gejala yang muncul?
- Masalah pada kulit, seperti biduran, ruam kemerahan dan gatal, serta bengkak-bengkak di kulit.
- Masalah pada pernapasan, yaitu bersin-bersin, sesak napas, dan mengi.
- Masalah pada pencernaan, misalnya mual, muntah, dan diare.
- Masalah pada sirkulasi, seperti pucat, kepala terasa pusing, serta pingsan.

Jika ada beberapa sistem tubuh yang terkena, reaksi alergi bisa jadi berat dan mengancam jiwa yang disebut anafilaksis dan harus segera pergi ke Unit Gawat Darurat. Perhatikan betul keluhan yang muncul serta makanan/ minuman yang dikonsumsi anak sebelumnya.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 4 halaman

Penting, Pertolongan Pertama Saat Si Kecil Terserang Alergi

Dream - Reaksi alergi muncul ketika ada pencetusnya. Beberapa anak, terutama yang memiliki gen alergi memang harus lebih waspada. Bagi anak-anak, terutama balita tentunya belum bisa mengerti dan menghindari penyebab alergi.

Dikutip dari KlikDokter, alergi merupakan kondisi sistem imun yang bereaksi terhadap zat asing (alergen) yang masuk ke dalam tubuh, yang disebabkan oleh sesuatu yang dimakan, dihirup, maupun disentuh kulit. Reaksi alergi bisa muncul dengan gejala ringan maupun berat, sehingga krusial untuk memberikan pertolongan pertama untuk mengatasi reaksi alergi si Kecil secara tepat. Jika terlambat atau tidak ditangani dengan benar, justru membahayakan nyawanya.

© Dream

Alergen yang masuk ke dalam tubuh memang belum tentu zat beracun, yang biasanya berupa makanan, serbuk sari bunga, hingga gigitan serangga. Namun, bagi si Kecil yang memiliki alergi, kondisi ini bisa jadi hal yang bisa mengancam hidupnya.

 

3 dari 4 halaman

Pemicu Alergi

Pemicu alergi tersering antara lain, serbuk sari bunga dan tungau debu, makanan yang mengandung protein seperti kacang, kedelai, ikan, telur, dan produk susu. Termasuk gigitan serangga, misalnya lebah atau tawon. Ada juga obat yang bisa picu alergi, yaitu penisilin

Si Kecil mengalami risiko yang lebih tinggi untuk memiliki alergi jika anggota keluarganya atau orangtua juga mengalami hal yang sama. Tak hanya itu, usia anak-anak juga merupakan rentang usia yang lebih rentan mengalami alergi.

Saat reaksi alergi muncul biasanya muncul tanda seperti rasa kesemutan di mulut, pembengkakan di bibir, lidah, wajah, dan tenggorokan. Bisa juga berupa bentol merah dan gatal di kulit (disebut urtikaria atau biduran).

Muncul gejala pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak napas hingga bunyi “ ngik-ngik” pada napas. Bagaimana meredakannya?

 

4 dari 4 halaman

Sesak Napas karena Alergi, Berbahaya!

Gejala alergi ada yang bermanifestasi di saluran napas. Jika si Kecil mengalami gejala alergi berat di saluran napas, dapat terjadi penyempitan jalan napas akibat pembengkakan dan produksi lendir yang berlebihan.

Saat jalan napas menyempit dan oksigen sulit untuk masuk, bisa terjadi penurunan kesadaran. Kondisi alergi yang berat ini disebut anafilaksis. Lakukan langkah-langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan bila si Kecil (atau anggota keluarga lain) mendadak mengalami anafilaksis, antara lain:

- Instruksikan si kecil atau anggota keluarga lain untuk tetap tenang, dalam posisi berbaring, sementara cari bantuan petugas kesehatan
- Umumnya, anak yang mengalami alergi berat punya riwayat pengobatan dan memiliki simpanan alat suntikl antialergi epinefrin. Jika tersedia, segera suntik
- Bila anak mengalami penurunan kesadaran, periksa denyut nadi arteri karotis yang berada di leher. Apabila masih ditemukan adanya denyut, baringkan ia di tempat yang aman dengan posisi kaki agak ditinggikan. Jangan tunda penyuntikan epinefrin.
- Sekalipun telah mendapat suntikan epinefrin, anak tetap harus dibawa ke instalasi gawat darurat karena gejala bisa saja muncul kembali saat efek obat habis

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar