Cara Mudah Redakan Masalah Sembelit Pada Anak Anak

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 23 Januari 2020 16:02
Cara Mudah Redakan Masalah Sembelit Pada Anak Anak
Bisa jadi karena makanan yang dikonsumsi kurang serat atau karena kondisi psikologisnya.

Dream - Pencernaan yang bermasalah akan sangat menyiksa, apalagi jika terjadi pada anak-anak. Mereka bisa menjadi rewel, kehilangan nafsu makan dan jika terjadi dalam waktu lama bisa menghambat perkembangat.

Salah satu yang sering terjadi adalah sulit buang air besar atau sembelit. Menurut dr. Latha Vrittamani, MD., dari Stanford Children's Health, langkah pertama saat anak sembelit adalah mencari penyebabnya.

" Ada beberapa kemungkinan, termasuk pemicu fisik dan psikologis. Biasanya sembelit terkait kondisi transisi seperti bayi mulai makan makanan padat, belajar menggunakan toilet dan ketika anak mulai sekolah," ujar dr. Vrittamani, seperti dikutip Motherly.

 

1 dari 5 halaman

Asupan yang Direkomendasikan

Asupan yang Direkomendasikan © Dream

Jadi, perhatikan perubahan perilaku saat anak berada dalam kondisi tersebut. Gejala sembelit yang mungkin terjadi antara lain anak mengeluh sakit, wajahnya merah, perutnya buncit dan dalam beberapa kasus disertai muntah dan demam.

Vrittamani menyarankan untuk memberikan anak buah-buahan seperti pepaya, pir, nanas, avokad dan kacang-kacangan. Ada juga satu juga jus buah yang sangat rekomendasikan.

" Buatlah jus buah apel pekat, berikan dalam dosis kecil. Jus ini dapat membantu merangsang kerja sistem pencernaan," pesannya.

Cara lainnya berikan si kecil air hangat. Bisa juga memberikannya minuman probiotik atau yogurt.

2 dari 5 halaman

Serangan Flu Perut yang Bisa Membuat Anak Dehidrasi

Serangan Flu Perut yang Bisa Membuat Anak Dehidrasi © Dream

Dream - Salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun adalah diare disertai muntah. Kondisi ini juga sering disebut 'flu perut' dan sangat menular.

Orang dewasa bahkan juga bisa dengan mudah tertular 'flu perut' dari anak. Kondisi tersebut sebenarnya dipicu oleh virus seperti rotavirus adenovirus dan echovirus.

" Bisa juga disebabkan berbagai macam virus sehingga membuat anak menjadi mual, muntah berkali-kali dan diare," ungkap Barbara Frankowski, MD, profesor pediatrik di Vermont Children’s Hospital di Burlington, Amerika Serikat.

 

3 dari 5 halaman

Berikan Cairan yang Cukup

Berikan Cairan yang Cukup © Dream

Diare disertai muntah ini memang sangat membuat panik orangtua. Apalagi biasanya anak tak mau makan sama sekali hingga tubuhnya lemas. Namun menurut Frankowski, kondisi ini biasanya tak mengkhawatirkan karena akan mereda sendiri selama 3 hingga 5 hari.

" Ada anak yang hanya muntah atau diare, namun ada juga yang mengalami keduanya dan disertai peningkatan suhu tubuh. Untuk menjaganya agar tak mengalami dehidrasi, pastikan untuk memberinya cukup cairan," kata Frankowski.

Pada anak-anak yang mengalami 'flu perut' bisa diberikan cairan elektrolit agar tak dehidrasi. Segera konsultasi dengan dokter jika muntah dan diare terjadi pada bayi di bawah usia satu tahun lebih dari dua hari.

" Periksakan juga segera jika dalam kotoran anak terdapat bercak darah dan gejala tak kunjung berhenti selama 3 hari justru semakin parah," ungkap Frankowski.

Sumber: Baby Center

 

4 dari 5 halaman

Keluhan Sakit Perut Anak Tak Boleh Dianggap Sepele

Keluhan Sakit Perut Anak Tak Boleh Dianggap Sepele © Dream

Dream - Salah satu keluhan yang sering terjadi pada anak-anak adalah sakit perut. Pada anak yang sudah lancar bicara, mereka bisa dengan mudah memberi tahu orangtua kalau mengalami sakit di area perut.

Jika mendengar si kecil mengeluh hal ini jangan menganggapnya sepele. Bisa jadi terdapat masalah serius di pencernaannya yang butuh pemeriksaan medis. Biasanya terjadi kram di perut si kecil, kembung atau perih. Kadang anak sampai merasa lemas dan kehilangan nafsu makan.

" Terkait masalah pencernaan, perhatikan kebiaasaan buang air besar anak Anda. Jika tak buang air besar selama dua hari bisa jadi ia mengalami konstipasi. Hal inilah yang membuat anak kesakitan. Konstipasi merupakan kasus yang paling sering memicu nyeri hebat pada perut anak," ujar Dan Thomas, MD, seorang pediatric gastroenterologist di Childrens Hospital Los Angeles, dikutip dari WebMD.

 

5 dari 5 halaman

Bisa Fatal

Bisa Fatal © Dream

Masalah konstipasi pada anak sering terjadi karena anak kurang mengonsumsi makanan kaya serat, seperti sayur dan buah. Terutama pada anak yang mulai pilih-pilih makanan.

" Anak biasanya lebih suka makanan garing seperti keripik, roti, biskuit yang sangat kaya tepung dan level seratnya rendah. Ini membuat mereka konstipasi, minuman manis bergula tinggi juga sebaiknya dihindari. Berikan jus buah alami, smoothies atau yogurt tawar yang sangat baik untuk pencernaannya," ujar Thomas.

Pemicu lain anak mengalami sakit perut adalah gastroesophageal reflux. Yaitu zat asam lambung naik dan membuat dadanya panas dan menjadi sangat rewel serta sulit tidur. Untuk mengetahuinya, segera periksakan diri ke dokter.

Nyeri perut anak yang serius juga bisa disebabkan oleh adanya luka di sistem pencernaan. Biasanya ditandai dengan kesakitan saat tengah malam ketika perutnya kosong, muntah dan muncul bercak darah di muntah si kecil.

" Jika nyeri perut disertai muntah, demam dan dehidrasi, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Masalah pencernaan bisa fatal apabila tak ditangani dengan segera karena akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak," ungkap Thomas.

 

 

Beri Komentar