Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak pria tak menyadari kalau organ intimnya bermasalah, sampai muncul keluhan. Penting untuk menjaga kesehatan penis, terutama pada pasangan yang sedang mendamba keturunan.
Dikutip dari KlikDokter, penis yang sehat menjadi bagian penting dari kesehatan kaum pria secara keseluruhan. Tak sekadar kemampuan untuk mempertahankan ereksi, ejakulasi, dan bereproduksi, kesehatan penis lebih dari itu.
Kesehatan pada penis bergantung pada banyak hal, seperti praktik kebersihan, perubahan gaya hidup, dan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Secara garis besar, ciri-ciri penis sehat adalah sebagai berikut.
1. Ukuran Penis
Ukuran penis tentu menjadi hal utama yang diingat apabila membahas soal penis yang sehat. Namun, ingatlah bahwa ukuran penis bukan satu-satunya. Sebab, ukuran alat kelamin pria yang normal pada beberapa etnis dapat berbeda-beda.
Secara umum, panjang penis yang normal adalah 7–10 cm dengan garis keliling 9–10 cm saat lemas atau flaccid. Sementara, panjang kelamin pria sehat dan normal saat ereksi adalah 12–16 cm dengan garis keliling 12 cm.
Penis dianggap kecil atau abnormal jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi (mikropenis). Kebanyakan pria tidak percaya diri karena memiliki penis yang kecil. Padahal, dari beberapa studi disebutkan bahwa 85% wanita merasa puas dengan ukuran penis pasangannya.
© Dream
Penis berfungsi untuk urinasi atau buang air kecil dan berejakulasi. Tanda penis yang sehat adalah ketika dapat BAK dengan nyaman tanpa adanya rasa sakit atau tersendat. Apabila merasakan adanya masalah saat ingin BAK, seperti sulit untuk memulai BAK atau aliran urine yang keluar terasa lemah, mungkin itu adalah tanda-tanda dari benign prostate hypertrophy (BPH) atau pembesaran prostat yang sering terjadi pada pria usia tua.
Gejala lain dari BPH, yaitu:
- Urine yang menetes setelah selesai BAK
- Perasaan kandung kemih yang tidak sepenuhnya kosong
- BAK yang sering
- Kemungkinan adanya darah dalam urine karena mengejan saat BAK
Sementara itu, nyeri saat BAK selain menunjukkan adanya gangguan pada prostat, dapat juga menjadi tanda adanya infeksi menular seksual (seperti chlamydia dan gonore), dan infeksi saluran kemih.
© Dream
Ciri-ciri penis sehat berikutnya bisa terlihat dari kelengkungan penis. Pada kebanyakan pria, saat ereksi, kelengkungan penis cenderung mengarah ke kiri atau kanan. Ini normal dan tak perlu dikhawatirkan. Lain halnya jika penis melengkung lebih dari 15 derajat. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya penyakit Peyronie.
4. Kemampuan dalam Mempertahankan Ereksi
Penis yang sehat ditunjukkan dari kemampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Gangguan yang terjadi karena ketidakmampuan mendapatkan dan mempertahankan ereksi ini biasa disebut dengan disfungsi ereksi.
Terdapat banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko dari disfungsi ereksi, di antaranya diabetes, tekanan darah tinggi, ketergantungan alkohol, obesitas, kolesterol yang tinggi, penggunaan tembakau dan stres.
© Dream
Dream - Anak balita penuh rasa penasaran, terutama anak lelaki. Mereka kerap memainkan alat kelaminnya dan ingin tahun lebih banyak. Hal ini pada beberapa kasus menyebabkan luka infeksi hingga organ intimnya mengalami pembengkakan.
Kondisi ini mesti diwaspadai dan segera diatasi, agar tidak berlanjut dan mengancam masa depan si buah hati. Ada beberapa pemicu penis si kecil mengalami pembengkakan dan harus segera mendapat perawatan medis. Apa saja?
1. Balanitis
Dikutip dari Healthline, sekitar 3 hingga 11 persen pria pernah mengalami balanitis seumur hidupnya. Balanitis adalah penyebab umum pembengkakan penis. Kondisi ini ditandai dengan kepala penis yang meradang.
Balanitis biasanya menyerang anak lelaki yang tidak atau belum disunat. Mereka yang tidak merawat kebersihan penisnya dengan baik juga lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Selain kemaluan anak bengkak, balanitis juga biasanya disertai dengan gejala kemerahan, kulit mengilap dan tebal, gatal, bau tidak sedap dan sakit saat buang air kecil. Sebagian besar kasus balanitis disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans. Penyebab tersering kedua dari balanitis adalah bakteri, yakni spesies Streptococcus.
© Dream
Menurut dr. Sara Elise Wijono, pembengkakan pada penis anak-anak banyak terjadi akibat fimosis. Kondisi ini pun dapat dikategorikan sebagai hal yang normal.
" Fimosis ditandai dengan kulup atau kulit kepala penis yang melekat, sehingga tidak bisa ditarik ke belakang. Hal ini akan membuat penis bengkak dan mengalami beberapa gejala lainnya seperti nyeri, gata, ruam serta perubahan warna pada kulup penis," kata dr. Sara.
Tidak perlu khawatir, bengkak dan infeksi akibat fimosis biasanya akan sembuh dengan sendirinya pada masa pubertas atau usia 17 tahun.
© Dream
Penyebab lain kemaluan anak laki-laki bengkak adalah dermatitis kontak. Ini melibatkan reaksi alergi terhadap zat atau cairan tertentu yang menyebabkan iritasi pada penis. Selain menyebabkan penis bengkak, alergi biasanya juga dibarengi dengan gejala lain, seperti kemerahan, gatal, penis kering, dan lecet.
4. Parafimosis
Parafimosis adalah penyebab bengkak pada kelamin pria atau anak yang belum disunat. Kondisi ini terjadi ketika kulup penis yang ditarik tidak dapat kembali ke posisi semula.
Parafimosis juga dapat terjadi akibat metode sunat yang salah. Jika dibiarkan, pembengkakan dapat menyumbat aliran darah ke penis dan menyebabkan perubahan warna kulit menjadi biru atau keunguan.
" Kondisi ini berbahaya karena dapat menyebabkan kematian jaringan. Penis bengkak hingga kebiruan atau keunguan bisa menandakan kekurangan oksigen di jaringan. Jika dibiarkan, lama-kelamaan bisa mati jaringan penisnya,” ujar dr. Sara.
Selengkapnya baca di KlikDokter.