Fakta Soal Pengapuran Plasenta yang Penting Diketahui Ibu Hamil

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 6 Juni 2022 16:15
Fakta Soal Pengapuran Plasenta yang Penting Diketahui Ibu Hamil
Terjadi karena penumpukan kalsium.

Dream - Hidup janin dalam rahim sangat bergantung pada plasenta. Organ ini tumbuh seiiring tumbuhnya janin dan berfungsi memasok oksigen serta nutrisi janin dalam kandungan.

Letak plasenta berada di dinding rahim dan dalam beberapa kondisi bisa bermasalah. Salah satu masalah yang kerap tak disadari adalah pengapuran plasenta. Masalah pengapuran plasenta bisa terjadi karena adanya penumpukan kalsium di dalam plasenta.

“ Jaringan plasenta berubah menjadi lebih keras secara bertahap. Kondisi ini biasanya terjadi saat trimester akhir atau ketika lewat dari perkiraan lahir,” kata dr. Devia, dikutip dari KlikDokter.com.

Pengapuran plasenta merupakan kondisi yang normal. Kondisi ini menjadi bagian dari proses penuaan alami yang terjadi ketika usia plasenta mendekati hari kelahiran.

 

1 dari 5 halaman

Ketahui Faktor Risikonya

Ketahui Faktor Risikonya © Dream

Menurut dr. Devia Irine, efek pengapuran plasenta bisa mengganggu perkembangan janin. Sebab, penumpukan kalsium dapat menyumbat pembuluh darah di plasenta.
Pengapuran plasenta berisiko menyebabkan berat badan janin tak bertambah (stagnan) akibat pasokan nutrisi dan oksigen yang terhambat.

Bayi juga bisa lahir dengan berat badan yang rendah atau kecil. Meski kondisi ini umum dialami oleh ibu hamil, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya pengapuran plasenta, seperti:
- Kebiasaan merokok
- Mengalami hipertensi selama kehamilan
- Mengalami stres saat kehamilan
- Ada infeksi bakteri pada plasenta
- Solusio plasenta (kondisi plasenta terlepas dari dinding rahim)
- Terpapar radiasi
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan

Penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Terutama jetika sudah memasuki trimester ketiga. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 5 halaman

Cara Hitung Gerakan Si Kecil untuk Pantau Kesehatan Janin

Cara Hitung Gerakan Si Kecil untuk Pantau Kesehatan Janin © Dream

Dream - Bagi para ibu hamil, penting untuk secara rutin menghitung gerakan janin dalam kandungan. Beberapa ibu seringkali lupa melakukannya, padahal ini sangat penting untuk memantau kondisi janin.

Ibu hamil disarankan rutin menghitung gerakan janin sejak trimestar 3. Gerakan janin aktif menunjukkan kondisi janin yang sehat. Penghitungan ini adalah salah satu cara untuk memeriksa kesehatan bayi (janin) dan sering disebut counting kicks.

Pada usia kehamilan 20 minggu, sebagian besar ibu hamil dapat merasakan gerakan bayinya. Gerakan bervariasi dalam kekuatan dan seberapa sering terjadi. Ada berbagai pola gerakan, bergantung pada usia bayi.

Kebanyakan bayi cenderung lebih aktif di malam hari. Ini bisa dimulai sejak trimester kedua. Bayi mungkin lebih aktif sekitar satu jam setelah ibu makan. Hal ini karena adanya peningkatan gula (glukosa) dalam darah ibu.

 

 

3 dari 5 halaman

Aktif Pada Malam Hari

Aktif Pada Malam Hari © Dream

Pergerakan janin biasanya meningkat pada siang hari dengan aktivitas puncak pada malam hari. Setiap ibu hamil, penting mempelajari pola dan jumlah gerakan normal untuk bayinya sendiri.

Perubahan pola atau jumlah gerakan janin yang normal dapat berarti bayi mengalami stres. Perlu diingat bahwa tidak normal bagi bayi untuk berhenti bergerak. Dokter Muhammad Ilham Aldika Akbar, spesialis obstetri dan ginekologi, membagikan trik mudah untuk menghitung gerakan janin.

- Hitung pada waktu khusus yang sama setiap hari
- Dalam posisi duduk atau tidur miri kiri
- Catat waktu dan jumlah gerakan janisn
- Jika dalam 2 jam didapatkam minimal 10 gerakan maka dikatakan normal

" Ini perlu dilakukan secara rutin (terutama pada trimester 3) untuk memantau kondisi kesehatan janin dalam rahim," pesan dr. Aldi.

Sumber: Instagram @dr_aldi_obgyn

4 dari 5 halaman

Ibu Hamil, Jangan Ragu Lakukan Tes Hepatitis B

Ibu Hamil, Jangan Ragu Lakukan Tes Hepatitis B © Dream

Dream - Penyakit hepatitis akut yang disebut-sebut misterius dan menyerang anak tak dipungkiri memicu kekhawatiran orangtua. Terutama ibu hamil dan yang memiliki bayi dan belum divaksinasi lengkap.

Saat hamil, ibu memang harus menjaga imunitas dan kesehatan lebih ekstra. Jangan sampai terkena penyakit yang bisa membahayakan ibu dan janin. Saat hamil, ada tes yang penting dilakukan ibu, yaitu tes hepatitis B.

Tes ini sangat penting karena hepatitis B yang diderita ibu hamil dapat menular ke bayi. Dikutip dari KlikDokter, hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati.

Ketika menderita hepatitis B, ibu dapat mengalami gejala kulit dan mata kuning, mual, muntah, nyeri otot dan sendi, serta kehilangan nafsu makan. Kebanyakan orang dengan hepatitis B bisa sembuh dan tidak menulari virusnya lagi ke orang lain.

Terkadang, pasien hepatitis B yang sudah sembuh masih membawa virus tersebut di dalam tubuhnya dan dapat menularkannya kepada orang lain.

 

5 dari 5 halaman

Alasan Pentingnya Tes Hepatitis Pada Ibu Hamil

Alasan Pentingnya Tes Hepatitis Pada Ibu Hamil © Dream

Pada dasarnya bayi tidak dapat tertular hepatitis B ketika berada di dalam kandungan. Penularan dapat terjadi ketika bayi terpapar darah atau cairan dari vagina ibu saat proses persalinan.

Ibu hamil harus mengetahui status hepatitis B mereka guna mencegah penularan virus ke bayi baru lahir selama persalinan. Hal ini karena apabila bayi terinfeksi, maka lebih dari 90 persen berisiko mengalami penyakit hepatitis B kronis. Tak hanya itu, menurut beberapa sumber, bayi yang terinfeksi hepatitis B berisiko mengalami penyakit hati, misalnya gagal hati dan kanker hati.

Jika saat hamil ibu didiagnosis mengidap hepatitis B, dokter dapat mengambil langkah tepat untuk mencegah penularan penyakit ke bayi. Biasanya dokter akan melakukan tindakan pengobatan berdasarkan hasil tes darah. Dokter juga dapat membuat rencana pengobatan yang tepat di ruang bersalin untuk mencegah si Kecil terinfeksi.

Idealnya, tes hepatitis B saat hamil dilakukan sedini mungkin, yakni di trimester pertama masa kehamilan. Bagaimana bila ibu terlanjur kena hepatitis B saat hamil? Pencegahan apa yang bisa dilakukan kepada bayi? Jika ibu positif hepatitis B, dokter akan memberikan bayi vaksin hepatitis B dan hepatitis B immunoglobulin (antibodi khusus) langsung setelah lahir.

Pada usia sembilan bulan, biasanya bayi memerlukan tes darah untuk memastikan apakah si Kecil benar terlindungi dari hepatitis B atau tidak. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar