Hari Anak Nasional, Ajak Si Kecil Lestarikan Alam

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Selasa, 23 Juli 2019 12:05
Hari Anak Nasional, Ajak Si Kecil Lestarikan Alam
Edukasi air bersih 'Mizuiku' dari Jepang bisa menjadi sesi pembelajaran efektif bagi anak.

Dream - Banyak hal baik yang dapat ditanamkan pada anak usia dini, termasuk menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini penting agar si kecil dapat mewariskan alam ke generasi berikutnya dengan baik.

Cara paling sederhana dapat dilakukan dengan mengajari anak berhemat air. Menurut psikologi klinis Kassandra Putranto, edukasi cinta lingkungan dapat ditanamkan sejak anak menginjak 10 tahun.

" Sesuai tahapan perkembangan kognitifnya, usia 10-12 merupakan masa-masa paling tepat untuk mengedukasi dan menanamkan motivasi anak karena pada usia tersebut mereka sudahme miliki kemampuan berpikir abstrak," ujar Kassandra di konferensi pers Suntory Mizuiku, Jakarta, Senin 22 Juli 2019.

Diawali dengan menumbuhkan pengetahuan mengenai sumber air bersih, lanjutkan dengan memotivasi untuk melakukan sesuatu. Ajak si kecil merasakan langsung aktivitas pelestarian air.


1 dari 6 halaman

Anak Belajar Banyak Hal Soal Alam

Menyambut Hari Anak Nasional, Suntory Holding Limited (SHD) dan Suntory Garuda Beverage (SGB) meluncurkan program pendidikan air dari Jepang, Mizuiku. Mizu yang berarti air dan iku yang berarti pendidikan, akan mengenalkan arti penting air bagi anak usia dini.

Program terdiri dari tiga sesi pembelajaran yang dilakukan di dalam dan luar kelas. Anak diajak untuk mengikuti permainan, lagu, tarian serta diskusi interaktif agar mudah termotivasi.

Suntory Mizuiku© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

" Nantinya mereka juga diajak mengunjungi pabrik SGB terdekat untuk melihat proses produksi dan pengolahan air. Kami juga berkontribusi pada pembangunan fasilitas cuci tangan, akses air dan kamar kecil guna meningkatkan sanitasi anak-anak," papar Evelyn Indriani, Head of Corporate Relations & Communications.

 

2 dari 6 halaman

5 Jenis Permainan yang Penting Dimainkan Buah Hati

Dream - Bagi anak-anak, bermain adalah belajar. Setiap hal baru yang membuatnya penasaran dan memunculkan pengalaman, pastinya jadi pelajaran yang berharga.

Pada anak usia balita, mereka akan lebih mengerti suatu hal baru jika dikenalkan dengan cara yang menyenangkan yaitu bermain.

Menurut sosiolog Mildred Parten Newhall, adabeberapa tahap permainan yang berbeda sejak bayi hingga prasekolah.

Masing-masing tahapan memberi kesempatan pada anak untuk mempelajari diri dan lingkungannnya. Berikut 5 permainan tersebut.

Unoccupied Play

Ingat ketika si kecil berusia 4 bulan duduk dan bermain dengan kakinya? Meskipun sepertinya dia tidak melakukan banyak hal, tapi sebenarnya sedang bermain.

Mengamati jari kaki dan menjadikannya mainan yang menarik. Ini pertanda kalau ia penasaran dengan anggota tubuhnya.

3 dari 6 halaman

Solitary Play

Ketika anak begitu suka bermain sehingga dia tidak memperhatikan orang lain, berarti sudah memasuki tahap bermain sendiri atau mandiri. Biasanya muncul sekitar usia dua atau tiga tahun.

Jenis permainan ini sangat bervariasi tergantung pada anak. Bisa dengan bermain boneka, puzzle, mobil-mobilan atau benda kesukaannya. Solitary play memicu anak menghibur diri sendiri dan menjadi mandiri.

4 dari 6 halaman

Onlooker Play

Jika si kecil hanya melihat anak-anak lain melompat atau berseluncur berkali-kali tetapi tidak mau ikut, jangan khawatir. Ia baru saja memasuki tahapan onlooker play.

Dalam tahap ini anak baru belajar memperhatikan, muncul penasaran tapi masih takut. Ajaklah ke tempat bermain yang lebih ramai atau bersama sepupu-sepupu dekatnya.

5 dari 6 halaman

Parrarel Play

6 dari 6 halaman

Cooperative Play

Masuk usia 4 atau 5, anak akan mulai bisa bermain bersama. Melibatkan anak pada aktivitas kelompok akan sangat baik. Seperti ikut dalam tim bola, marching band atau permainan kelompok. Anak akan belajar bersosialisasi, berkomunikasi, memecahkan masalah dan berinteraksi dengan orang lain.

Sumber: Pure Wow

Beri Komentar