Gejala Penyakit Kawasaki
Dream - Seorang bayi berusia 8 bulan di Surabaya, Jawa Timur, diketahui menderita penyakit kawasaki. Penyakit ini sendiri boleh dibilang termasuk sulit dideteksi karena gejalanya sangat mirip dengan campak dan demam berdarah.
Pada beberapa kasus, penyakit ini baru diketahui pada tahap yang sudah parah. Kawasaki paling sering menyerang balita terutama yang berusia di bawa 2 tahun. Dikutip dari Klinik Anak Online, kasus Kawasaki di Indonesia sendiri sudah ditemukan lebih dari 100 kasus terutama di daerah Jabotabek dan paling sering terjadi pada anak laki-laki.
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kemunculan penyakit Kawasaki. Para ahli kesehatan, seperti dikutip dari Alo Dokter, menilai penyakit ini mungkin disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu infeksi dan keturunan.
Jenis bakteri maupun virus yang menyebabkan penyakit ini masih belum teridentifikasi dengan jelas hingga sekarang. Kawasaki tidak menular dan hampir tidak pernah menyerang bayi di bawah enam bulan karena bayi dilindungi zat antibodi yang didapat dari ibunya.
Gejala penyakit Kawasaki umumnya muncul dalam tiga tahap dan akan berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan. Tahap pertama terjadi pada minggu 1-2. Pada tahap ini, gejala utama yang muncul adalah demam selama lebih dari lima hari.
Demam tersebut disertai ruam kemerahan yang pertama muncul di area organ intim dan menyebar ke tubuh bagian atas, tangan, kaki, serta wajah. Ruam ini biasanya akan hilang dalam waktu satu minggu.
Lalu mata merah, tapi tidak keluar cairan. Munculnya perubahan pada kondisi mulut, seperti lidah atau tenggorokan merah serta bibir yang kering dan pecah-pecah. Jari-jari tangan atau kaki yang bengkak dan memerah. Tangan dan kaki juga akan terasa sakit.
Jika curiga dengan gejala-gejala tersebut dialami si kecil, segera bawa ke dokter untuk melakukan konsultasi intensif. Jangan ragu untuk mencari second opinion.
Sumber: Alo Dokter/ Klinik Anak Online