Risiko yang Bisa Terjadi Saat Hamil di Masa Menyusui

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 5 Agustus 2022 08:48
Risiko yang Bisa Terjadi Saat Hamil di Masa Menyusui
Efek menyusui saat hamil muda dapat bervariasi, mulai dari yang berat hingga yang ringan.

Dream - Menyusui sering dianggap kontrasepsi atau KB alami oleh para pasangan. Hal ini membuat para ibu menyusui tak terlalu memperhatikan soal perencanaan kehamilan.

Hal yang terjadi kemudan ternyata malah " kebobolan" . Ibu hamil lagi saat masih menyusui. Memang, memyusui bisa mencegah terjadi ovulasi tapi hal ini tak jadi jaminan ibu tak akan hamil.

Ada beberapa alasan ibu hamil muda saat masih menyusui. Dikutip dari KlikDokter, salah satu alasannya adalah karena usia si Kakak masih memerlukan ASI. Ada juga yang masih ingin menyusui atau anak belum disapih.

Efek menyusui saat hamil muda dapat bervariasi, mulai dari yang berat hingga yang ringan. Berikut ini adalah beberapa efek menyusui saat masih hamil muda yang bisa terjadi:

1. Keguguran dan Kelahiran Prematur
Menyusui melepaskan hormon oksitosin yang memicu kontraksi pada rahim. Kadar hormon oksitosin yang dilepaskan saat menyusui ini terbilang rendah dan pada kondisi kehamilan dan Ibu yang sehat.

Hal tersebut pada umumnya tidak menyebabkan masalah. Pada kondisi kehamilan yang berisiko tinggi, hal ini berpotensi menyebabkan keguguran pada kehamilan muda atau kelahiran prematur pada kehamilan yang lebih tua.

Menurut penelitian, menyusui eksklusif saat hamil (di saat bayi belum menerima MPASI) meningkatkan risiko keguguran. Risiko ini tidak berlaku pada ibu yang tidak sedang memberikan ASI eksklusif (ASI sudah didampingi makanan). Kondisi tersebut terjadi karena adanya dua hal besar yang memberi beban pada tubuh secara bersamaan, yaitu hamil dan produksi ASI eksklusif.

 

1 dari 5 halaman

2. Masalah Gizi

Hamil saat menyusui memberikan beban gizi pada tubuh ibu. Pasalnya, selain diserap tubuh sendiri, nutrisi yang masuk perlu didistribusikan ke janin dan digunakan untuk produksi ASI.

Sampai saat ini, belum diketahui jelas bagaimana menyusui saat hamil memengaruhi status gizi ibu. Apalagi di negara berkembang yang masih memiliki angka infeksi yang tinggi dan status gizi baik masih rendah.

Ilustrasi Ibu Menyusui© Shutterstock

Faktanya, status gizi ibu tentu sangat memengaruhi kesehatan janin dan pertumbuhannya, kesehatan ibu sendiri, dan komposisi ASI yang diberikan kepada anak yang lebih besar.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 5 halaman

Ibu Menyusui, Ini Cara Tingkatkan Level Lemak dalam ASI

Dream - Bagi bayi usia 0 hingga 6 bulan, air susu ibu (ASI) merupakan asupan nutrisi utama. Komposisinya sangat sempurna bagi usus bayi dan sudah cukup memenuhi kebutuhannya.

Salah satu kandungan penting dalam ASI yang sangat bedampak pada perkembangan otak bayi adalah lemak. Untuk itu penting bagi ibu, meningkatkan kadar lemak dalam ASI.

Jenis lemak yang ada dalam ASI tergantung pada makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu. Ada beberapa jenis lemak pada ASI yang sangat penting bagi bayi yaitu asam lemak omega-3 (docosahexaenoic (DHA) dan asam arakidonat (ARA) dan asam lemak omega-6 (asam linoleat dan arakidonat).

Ada tiga cara yang penting diketahui ibu menyusui untuk meningkatkan kadar lemak pada ASI. Terutama jika ingin meningkatkan berat badan si kecil. Catat ya.

1. Kosongkan seluruh payudara

Pastikan bayi menghabiskan ASI dari satu payudara sebelum beralih ke sisi lain. Dengan begitu, bayi akan mendapatkan foremilk yang encer dan hindmilk yang kaya lemak. Jika bayi beralih ke sisi lain, payudara mungkin terisi dengan foremilk lagi.

Hal itu akan mengurangi konsumsi kandungan lemak secara keseluruhan. Jika perlu menggantinya, gunakan pompa payudara untuk menyimpan hindmilk dan berikan pada bayi setelahnya.

3 dari 5 halaman

2. Pijat payudara

Pijatan lembut pada payudara selama menyusui dapat membantu mendorong susu yang lebih berlemak ke depan dan membersihkan saluran susu. Ini juga dapat membantu mengosongkan payudara dengan lebih baik dan meningkatkan kandungan lemaknya.

Ilustrasi Ibu Menyusui© Shutterstock

3. Konsumsi makanan yang seimbang

Asupan lemak pada ibu dapat membantu memastikan bahwa ASI memiliki kandungan dan kualitas lemak yang sehat. Pastikan ibu menyusui rutin mengonsumi makanan beprotein tinggi seperti daging tanpa lemak, telur, olahan kedelai, dan ikan kaya lemak.

Sumber: MomJunction

4 dari 5 halaman

Menyusui Bisa Bikin Langsing? Yuk, Cari Tahu Faktanya

Dream – Saat menyusui, sebagian besar ibu merasa begitu gerah dan keringat pun bercucuran. Terutama ketika suhu juga sedang panas. Ibu menyusui bahkan kerap merasa kepanasan saat menyusui di ruangan ber-AC.

Menyusui memang membuat tubuh membakar cukup banyak kalori. Saat bayi masih berusia 0-6 bulan dan mendapat ASI eksklusif, kalori ibu saat menyusui cenderung banyak terbakar. Tentunya hal ini merupakan berita baik bagi ibu yang ingin menurunkan berat badan.

Menyusui Bisa Bikin Langsing? Yuk, Cari Tahu Faktanya© MEN

" Pembakaran kalori tersebut tergantung dengan frekuensi menyusui. Semakin sering, maka tenaga yang diperlukan akan lebih banyak, dan kalori yang dibakar akan bertambah pula. Secara eksklusif, menyusui dapat membakar 500-700 kalori perharinya, namun bisa lebih sedikit," ujar Kecia Gaither, seorang dokter obstetri ginekologi, dikutip dari Parents.

Ia juga mengatakan, bentuk tubuh wanita, dan berapa lemak yang sudah ada di tubuh juga akan mempengaruhi seberapa banyak lemak yang akan terbakar. Untuk jumlah kalori tidak bisa disamaratakan pada semua orang, karena bergantung pada aktivitas dan kondisi tubuh.

" Kalori yang dikeluarkan ibu menyusui sekitar, 1500-1800 per harinya, tergantung pergerakan dan keaktifan ibu," kata dr. Kecia.

 

5 dari 5 halaman

Tetap Perhatikan Asupan Nutrisi

Hal yang menurut Kecia harus selalu diingat ibu menyusui yang ingin cepat langsing adalah tetap lakukan olahraga. Untuk asupan makanan, tetap konsumsi makanan bergizi, tinggi vitamin dan protein karena masih menyusui.

" Pada tahap nifas tubuh ibu menyusui akan memerlukan banyak nutrisi. Semakin baik nutrisi yang kamu konsumsi, maka ASI-mu akan semakin sehat untuk pertumbuhan bayi," ujar Kecia.

Menyusui memang pada beberapa ibu seperti olahraga ringan bagi tubuh. Orang yang menyusui lebih sering, kalorinya akan lebih banyak terbakar daripada yang lebih sedikit menyusui.

Bentuk tubuh juga akan mempengaruhi itu semua, dan menyusui sangat memungkinkan untuk membuat berat badan turun dan tubuh pun jadi lebih langsing. Ingat, hindari berdiet ketat karena bisa memicu produksi ASI menurun.

" Tidak peduli berapa pun berat badanmu, yang terpenting adalah kesehatan tubuh dan bayi,” ujar dr. Kecia.

 

Beri Komentar