Si Kecil Masih Takut Tidur Sendiri? Coba Trik Viral Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 3 Agustus 2022 09:48
Si Kecil Masih Takut Tidur Sendiri? Coba Trik Viral Ini
Michelle, pemilik akun Tiktok @GoodnightCharley membagikan cara unik yang diterapkan pada putrinya.

Dream - Membiasakan anak untuk tidur sendiri setelah selama ini selalu tidur bersama ayah ibunya pasti tak mudah. Memejamkan mata sendirian di ruangan yang tak ada orang, pastinya membuat anak sedikit takut.

Untuk itu dibutuhkan proses dan pembiasaan. Ada satu trik yang bisa dicoba bagi Ayah Bunda yang sedang melatih si kecil untuk tidur sendiri di kamarnya, yaitu menggunakan kertas berbentuk hati.

Michelle, pemilik akun Tiktok @GoodnightCharley membagikan cara unik yang diterapkan pada putrinya. Awalnya, sang putri selalu merasa cemas di kamar sendirian saat belajar tidur sendiri.

Michelle lalu membuat potongan kertas berbentuk hati beragam warna dan ukuran. Ia membuat dalam jumlah banyak. Saat anak tidur, berikan satu kertas tersebut.

Kertas© Tiktok @GoodnightCharley

" Beri tahu anak, bahwa ayah/ibu akan memeriksanya di malam hari. Setiap kali memeriksa ke kamar akan meninggalkan potongan hati di banyak sudut," ujar Michelle.

" Begitu mereka tertidur, masuklah ke kamar anak dan taruh beberapa potongan kertas berbentuk hati di beberapa sudut," ungkapnya.

 

1 dari 5 halaman

Membantu Anak Merasa Aman

Michelle mengatakan bahwa di pagi hari, anak akan melihat banyak sekali potongan kertas di kamar mereka. Cara ini membuat anak merasa aman dan tak terlalu cemas saat belajar tidur sendiri karena mereka tahu orangtua selalu memeriksa.

" Tujuannya adalah untuk membantu mereka merasa aman dan tidak sendirian di malam hari," katanya.

Kertas© Tiktok @GoodnightCharley

Video yang diunggah Michelle viral di TikTok. Banyak para ibu yang penasaran ingin mencobanya pada anak-anak mereka.

" Ini sangat manis aku langsung ingin mencobanya pada anak-anakku, tapi takut lupa menaruh kertas tersebut," tulis salah satu akun.

" Tak mudah memang membuat anak tidur sendiri, cara ini layak dicoba," ungkap akun lain.

2 dari 5 halaman

Video Manisnya

@goodnight.charley Toddler sleep comes with a whole new set of challenges than baby sleep, and while separation anxiety has some peaks with babies as well, it hits different with toddlers because of increased imagination and the overall realization of how fun it is to be awake. It’s not uncommon at many toddler ages to experience this, but particularly age 3 we see a peak in separation anxiety. I have many families come to me saying their child is requesting they stay with them until they fall asleep, have more nightmares, want cuddles in the night, and much more! Now, there is nothing wrong with cuddling your child, laying with them, and helping them feel safe. I do this with Charley often. BUT why not try other tools to help them feel safe and secure. Especially, if this goes on long term and you want to find some ways to get your sleep back! #babysleep #toddlersleep #momlife #momtok #selfsoothing #sleeptraining #sleepconsulting ♬ Love You Still (abcdefu romantic version) (v1) - Tyler Shaw
3 dari 5 halaman

Anak Suka Berjalan Saat Tidur, Seberapa Bahaya?

Dream - Anak-anak kerap mengalami masalah mengigau atau meracau saat tidur. Mereka bisa berbicara atau bahkan sampai bergerak dengan mata tertutup hingga berjalan.

Kondisi anak yang berjalan dalam keadaan tidur dan tak sadar, dikenal dengan sebutan somnambulisme atau sleepwalking. Dikutip dari Healthline, sleepwalking paling sering terlihat pada anak-anak antara usia 4 dan 8 tahun.

Anak Suka Berjalan Saat Tidur, Seberapa Bahaya?© MEN

Kebanyakan anak yang berjalan dalam tidur mulai melakukannya satu atau dua jam setelah tertidur. Episode sleepwalking biasanya berlangsung dari lima hingga 15 menit.

Sebenarnya kondisi cenderung tidak berbahaya. Tapi dalam beberapa kondisi, memang bisa berdampak fatal jika anak tergelincir atau jatuh saat berjalan dalam keadaan tak sadar. Penting untuk melindungi anak dari kemungkinan cedera akibat berjalan dalam tidur.

 

4 dari 5 halaman

Apa yang menyebabkan sleepwalking?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sleepwalking. Ini termasuk:

- kelelahan atau kurang tidur
- kebiasaan tidur tidak teratur
- stres atau kecemasan
- berada di lingkungan tidur yang berbeda
- sakit atau demam
- obat-obatan tertentu, termasuk obat penenang, stimulan, dan antihistamin
- riwayat keluarga berjalan sambil tidur
- sleep apnea (ketika seseorang berhenti bernapas untuk waktu yang singkat di malam hari)
- mimpi buruk yang terjadi dalam tidur nyenyak)
- migrain

 

 

5 dari 5 halaman

Apa saja gejala sleepwalking?

Berjalan saat tidur mungkin merupakan gejala yang paling umum dari berjalan dalam tidur, tetapi ada tindakan lain yang terkait dengan kondisi ini. Seperti
duduk di tempat tidur dan mengulangi gerakan, bangun dan berjalan di sekitar rumah, berbicara atau bergumam saat tidur tapi tidak merespons saat diajak bicara atau melakukan perilaku rutin atau berulang, seperti membuka dan menutup pintu.

Bila hanya terjadi sesekali, kondisi ini sebenarnya akan mereda dengan sendiri. Sebaliknya jika dirasa sangat menggangu dan membahayakan anak, jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Biasanya, dokter dapat mendiagnosis sleepwalking berdasarkan laporan anggota keluarga lain tentang perilaku anak. Umumnya, tidak diperlukan pengobatan. Dokter mungkin ingin melakukan pemeriksaan fisik dan psikologis untuk menyingkirkan kondisi lain yang dapat menyebabkan sleepwalking. Jika masalah medis lain menyebabkan anak berjalan dalam tidur, perawatan diperlukan untuk masalah yang mendasarinya.

Sumber: Healthline

Beri Komentar