Dream - Enam puluh tahun silam, Kota Mekah tak gemerlap seperti saat ini. Masjidil Haram yang mengelilingi Kabah pun juga belum semegah kini.
Dalam foto yang diambil tahun 1953, terlihat sarana dan prasarana di Kota Mekah masih minim. Transportasi masih banyak menggunakan kuda maupun keledai.
Begitu pula dengan pasar. Belum ada mal. Pasar-pasar yang menjadi tempat belanja jamaah haji masih sangat sederhana. Masih beralaskan tanah.
Jamaah haji pun juga harus memenuhi kebutuhan sendiri. Untuk makan, tamu-tamu Allah itu harus memasak sendiri. Sebab, kala itu belum ada katering yang menyediakan makanan siap saji. (Sumber: Limfeed)
Para jamaah melakukan tahalul atau potong rambut setelah menunaikan ibadah haji.
Hak Cipta © DREAM.CO.IDAdvertisement
Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Review Timbangan Digital MODENA Smart Body Scale untuk Tracking Progress Diet selama Ramadan


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Mengenal Gini Index: Angka untuk Menghitung Ketimpangan Pendapatan

Tembus 21 Juta Views, “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok untuk Sambut Shopee 9.9
