Jangan Simpan Telur di Pintu Kulkas!

Reporter :
Selasa, 12 Februari 2019 08:01
Jangan Simpan Telur di Pintu Kulkas!
Meskipun terdapat wadah dan rak khusus telor, tapi itu bukan tempat yang tepat.

Dream - Banyak orang berangapan tempat paling tepat untuk menyimpan telur adalah di pintu lemari es. Apalagi pembuat kulkas biasaya membuat wadah atau rak khusus yang memang sudah disiapkan di area tersebut khusus untuk telur.

Namun temuan para ahli tentang kebiasaan menyimpan telur di pintu kulkas ternyata mengejutkan. Para ahli menyatakan kebiasaan tersebut sangat tak disarankan

Mengutip laman Times of India, para ahli mengklaim menyimpan telur dalam rak pintu membuat bahan makanan ini semakin sering terpapar perubahan suhu saat pintu dibuka dan ditutup.

Dengan posisi pintu yang sering dibuka tutup itu membuat kemungkinan telur menjadi busuk menjadi lebih besar.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Setiap membuka dan menutup pintu kulkas ada perubahan suhu yang ekstrem dapat merusak kuning telur dan membuat telur menjadi cepat busuk. Para ahli makanan telah menemukan bahwa telur mentah sangat rapuh dan perubahan suhu ekstrem. Hal ini dapat menyebabkan reaksi yang dapat menyebabkan telur membusuk lebih cepat.

Di mana seharusnya telur disimpan?

Agar telur tetap segar dan bertahan lebih lama, simpan di rak bagian dalam lemari es. Suhunya tetap dingin dan pada suhu yang konstan. Telur dapat tahan lama sampai dengan 6 bulan, apabila disimpan dengan suhu 0 – 150C dengan kelembapan 85– 90%.

Laporan Tri Yuniwati Lestari

1 dari 2 halaman

Telur Sudah Berdarah, Bolehkah Dimakan?

Dream - Telur termasuk bahan pangan yang halal dikonsumsi menurut ajaran Islam. Kebanyakan telur dikonsumsi ketika masih segar.

Tapi terkadang ditemukan telur yang sudah ada darahnya. Ini berarti isi telur sudah dalam proses perkembangan menjadi bakal anak unggas.

Sementara darah diharamkan dalam ajaran Islam. Sebabnya, darah yang keluar dari dalam tubuh hewan termasuk kotoran yang sifatnya najis.

Lantas, apakah telur yang sudah berdarah tetap boleh dimakan?

Dikutip dari bincangsyariah, ulama membagi hukum mengonsumsi telur yang sudah ada darahnya menjadi dua.

2 dari 2 halaman

Penjelasan Ulama

Hukum pertama yaitu halal apabila telur belum rusak dan apabila dierami induk ayam masih bisa menetas. Telur tersebut dianggap masih suci seperti telur kebanyakan meski sudah ada darah ataupun potongan daging yang belum sempurna.

Hal ini seperti dijelaskan dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syeikh An Nawawi Al Bantani.

“ Jika telur hewan yang bisa dimakan pecah kemudian di dalamnya ditemukan piyik yang belum sempurna bentuknya atau sempurna namun belum ditiupkan ruh, maka boleh memakannya. Berbeda jika sudah ditiupkan ruh dan ia mati tanpa disembelih secara syar'i, maka (tidak boleh dimakan) karena sudah menjadi bangkai."

Sedangkan hukum ke dua, haram jika telur sudah rusak dan apabila dierami tidak bisa menetas. Telur ini dianggap sama seperti darah yang hukumnya najis.

Hal ini seperti tercantum dalam kitab Fathul Jawwad karya Imam Ibnu Hajar Al Haitamy.

" Jika telur berubah menjadi darah, baik semuanya atau sebagian, dan yang tidak berubah berupa cairan, maka haram memakannya sekiranya tidak bisa menetas (menjadi piyik) karena najisnya darah dan darah tersebut menjadikan najis terhadap cairan yang tidak berubah."

Selengkapnya...

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie