Dream - Sinetron 'Haji Belajar Ngaji' yang dibintangi Eza Gionino, Feby 'Blink', Hardi Fadilah dan Ramzi kena teguran tertulis dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Surat teguran diterbitkan KPI pada Senin, 14 Maret 2016 lalu.
" KPI Pusat menilai Program Siaran `Haji Belajar Ngaji` yang ditayangkan oleh stasiun SCTV pada tanggal 22 Februari 2016 pukul 19.15 WIB tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan remaja dan penggolongan program siaran sebagaimana telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012," tulis KPI dalam situs resminya, kpi.go.id, Kamis 17 Maret 2016.
Menurut KPI program itu menayangkan adegan secara berlebihan.
" Adegan perkelahian antar dua kelompok pria di sebuah pertokoan, dengan disertai efek suara secara berlebihan, sehingga mengesankan tulang yang patah," tulisnya lagi.
KPI Pusat menilai muatan demikian dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi khalayak yang menonton.
" KPI Pusat memutuskan untuk memberi peringatan sebagai bahan evaluasi internal saudara agar tayangan berikutnya dapat diperbaiki sesuai dengan ketentuan P3 dan SPS KPI Tahun 2012. Demikian agar peringatan ini diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih," tegas KPI. (Ism)
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru