Pelukan Mesra Prilly untuk Pria Lain, Bukan Kekasih...

Reporter : Amrikh Palupi
Kamis, 26 September 2019 08:27
Pelukan Mesra Prilly untuk Pria Lain, Bukan Kekasih...
Siapa sosok pria yang dipeluk Prilly Latuconsina?.

Dream - Prilly Latuconsina pamer foto pelukan mesra bareng pria di laman akun instagramnya. Pria itu bukan sang kekasih Maxime Bouttier, melainkan aktor Reza Rahadian.

Dalam foto itu, Prilly nampak bahagia dipeluk Reza Rahadian yang mengenakan jaket berwarna putih. Foto itu diambil saat keduanya hadir di gala premier film terbaru gadis berusia 22 tahun ini berjudul Danur 3: Sunyaruri.

" Makasih udah dateng dan sharing kaa! Semoga kita berjodoh, di film. Hahaha Danur3:SUNYARURI 26 September 2019!," tulis Prilly Latuconsina dikutip Dream. 

Tak butuh lama untuk netizen mengomentari foto itu. Banyak yang iri ingin merasakan pelukan dari aktor berusia 32 tahun asal Bogor ini.

prilly dan reza rahadian© prilly dan reza rahadian

foto : @prillylatuconsina96

" Erat kali pelukan nya," tulis akun @ratih.rahmadhania.

" Mau juga di peluk @officialpilarez," kata akun @setiyowati03.

" OMG! Iriiiii :(," tulis akun @tariseptiani.

" Mauu juga dipeluk donggg," kata akun @beelalalalalala.

1 dari 5 halaman

Stresnya Prilly Latuconsina Syuting Danur 3, Sampai Diinfus

Dream - Prilly Latuconsina merasa syuting Danur 3 lebih berat daripada dua film sebelumnya. Dia bahkan harus dirawat saat prises syuting film tersebut.

" Seberapa menantangnya, aku sampai diinfus di lokasi syuting, panggil suster karena aku drop banget," ujar Prilly Latuconsina di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin 2 September 2019.

Menurut Prilly, pada Danur 3 banyak adegan-adegan yang berbeda dari film sebelumnya. Pada film ini, dia harus melakukan syuting dengan keadaan satu mata tertutup. Selain itu, banyak adegan yang mengharuskan dirinya dibanting.

" Adegannya berat-berat banget, aku banyak nangis, kondisi mata ditutup satu, hujan-hujanan. Banting sana banting sini, memang berat sekali," tutur Prilly.

Dia menambahkan, untuk jalan cerita, film Danur 3 lebih banyak konflik antara kehidupan Prilly dengan teman-temannya di dunia nyata dan alam gaib. Prilly menjamin cerita Danur 3 lebih seram dari Danur 1 dan Danur 2.

" Aduh, Danur 3 tingkat keseramnya jauh lebih seram dari Danur 1 dan Danur 2, aku banyak eksplore banget sama karakter ini. Benar-benar menantang banget. Makanya setelah syuting aku liburan karena stres banget," ujar Prilly.

 

 

2 dari 5 halaman

Prilly Latuconsina: Saya Sedih, Prihatin, Marah

Dream - Perasaan artis muda Prilly Latuconsina campur aduk saat mendengar berita penganiayaan yang dilakukan belasan pelajar SMA kepada seorang siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat. 

Prilly yang pernah bergerak dalam kampanye Stop Bully mengaku heran kasus penganiayaan ternyata masih terjadi di Indonesia.

" Saya pertama sedih, prihatin, marah, apalagi saya pernah bergerak di campain stop Bully bersama Unicef Indonesia," kata Prilly Latuconsina dikutip Dream dai akun instagramnya, Rabu 10 April 2019.

Menurut Prilly, pemerintah sudah seharusnya bertindak tegas terhadap para pelaku aksi bully. Dia juga menyarankan agar  dibuat undang-undang khusus yang mengatur tentang tindak kekerasan anak khususnya aksi bully.

" Saya ingin pemerintah dan penegak hukum untuk menegakan undang-undang sistem peradilan anak. Dimana pelaku bully harus dilakukan tindak tegas dan seadil-adilnya," tegasnya.

 

 

 

3 dari 5 halaman

Pelaku Harus Ada Pendampingan

Prilly menyadari para pelaku perundungan di Pontiakan masih di bawah umur dan tidak memungkinkan untuk dihukum pidana. Untuk itu diharapkan pemerintah bisa memberikan pendampingan ke para pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya.

" Pelaku bully harus mendapatkan tindakan tegas seadil-adilnya. Walaupun mereka dibawah umur dan tidak bisa dihukum pidana karena bisa merusak masa depannya juga," katanya.

Tindakan tegas ini juga diperlukan agar bisa memberikan efek jera bagi mereka yang berani melakukan tindak perundungan. 

4 dari 5 halaman

Terus Memantau Kasus Ini

Gadis berusia 22 tahun ini memastikan akan terus memantau penanganan hukum dari kasus yang menimpa A.

" Saya akan berdiri tegak dan terus ada untuk Audrey mematau kasus ini. Agar tindakan seadil-adilnya untuk Audrey dan para pelaku," kata dia.

" Jadi saya mohon pemerintah dan penegak hukum untuk bisa menangani kasus ini seriusnya Dan saya akan berdiri tegak untuk Audrey dan memantau kasus ini," imbuhnya.

prilly latunconsina© prilly latunconsina

 

 

5 dari 5 halaman

Pengalaman Mengerikan Prilly Latuconsina Kerasukan

Dream Prilly Latuconsina kembali terlibat dalam film Danur 3: Sunyaruri. Ada hal yang berbeda dialami Prilly saat menjalani syuting Danur 3 dibandung dua film sebelumnya.

Wanita bernama lengkap Prilly Mahatei Latuconsina ini merasa Danur 3 lebih banyak tantangan. Terlebih, di film ini Prilly merasakan pengalaman yang berbeda.

Sampai pada satu titik Prilly meminta untuk dibuka mata batinnya oleh Risa Saraswati, penulis novel Danur. Memang keinginan untuk dibuka mata batin sudah pernah diutarakan Prilly saat syuting Danur 1.

" Di Danur 1 aku mohon-mohon untuk ikut ritual mata batin, walau dilarang banyak orang. Itu aku lakukan bukan gimmick tapi aku yang minta sama MD Pictures," ujar Prilly di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 24 September 2019.

Sampai akhirnya keinginan itu diwujudkan Risa Saraswati di sela-sela syuting Danur 3. Ritual buka mata batin pun dilakukan. Hingga, momen saat Prilly kerasukan diabadikan lewat tayangan jurnal Risa.

" Aku bilang, Kak aku mau ikut dong (jurnal Risa) mumpung lagi ketemu. Akhirnya ikut dan kak Risa manggil tokoh hantu yang di film, karena ini nyata," tuturnya.

Sampai akhirnya Prilly melakukan ritual mata batin dan merasakan kerasukan setan. Akhirnya rasa penasaran kerasukan itu terwujud. Bagi Prilly, cara seperti ini bisa dituangkan ke dalam aktingnya.

" Kan bisa asal kemasukan aja, tapi harus dibuka energinya ada baca-bacaan sebelum ritual. Dan akhirnya aku bisa merasakan kerasukan. Dan jadi ada bahan untuk akting 'oh gitu rasanya kemasukan'," ujar Prilly. (ism)

 

 

Beri Komentar