Fitri Carlina (foto : Akun @fitricarlina)
Dream - Fitri Carlina menggebrak publik Korea Selatan dengan goyang dangdut yang dibawanya. Pedangdut berusia 31 tahun itu menggelar konser di Negeri Ginseng sekaligus mempromosikan tanah kelahirannya, Banyuwangi.
" Alhamdulillah kemarin aku habis konser di Korea itu juga membawa nama Indonesia, nama Banyuwanyi, nama Ratulangi dan Nagaswara," kata Fitri Carlina, ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin 30 Juli 2018.
Fitri mengaku bangga sekaligus bersyukur bisa menjadi salah satu penyanyi yang memperkenalkan musik dangdut ke kancah Internasional.
Apalagi penampilannya itu menjadi konser musik dangdut pertama yang digelar di stadium Olimpik Soaul, Korea Selatan.
" Jadi ini benar-benar dangdut itu sekarang sudah diterima, tidak hanya bagi lapisan masyarakat Indonesia, tapi di dunia, apalagi lagu syantik dari sahabat aku Siti Badriah, jadi makin menggema dangdut dimana-mana," kata dia.
Pelantun ABG Tua ini mengaku terkesan dengan pagelaran konser dangdut di Korea. Selain antusias warga yang luar biasa, tata panggung yang disiapkan juga terlihat keren.
" Tidak seperti konser-konser biasanya diaspora Indonesia mengadakan konser di luar negeri ya. Karena ini kan kolaborasi antara K-Pop sama dangdut, jadinya K-Dut, haha" tuturnya.
(Sah, Laporan : Rahma Yultus)
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah