Isa Bajaj: Keranda Olga Syahputra Terasa Ringan

Reporter : Kusmiyati
Senin, 30 Maret 2015 18:01
Isa Bajaj: Keranda Olga Syahputra Terasa Ringan
Walaupun bobot tubuh almarhum Olga Syahputra bertambah, saat diangkat dengan keranda menurut Isa tak terasa berat sedikitpun.

Dream - Kedatangan jenazah komedian Olga Syahputra di tanah air disambut isak tangis tak hanya dari keluarga. Hampir semua orang menangisi kepergiannya. Salah satunya komedian Isa Wahyu Prastantyo atau lebih dikenal dengan Isa Bajaj.

Isa mengaku kehilangan sosok legenda di dunia hiburan Indonesia. " Dia itu senior untuk saya dan grup bajaj. Sosok yang begitu baik, pekerja keras, dan kami kehilangan dia," tutur Isa kepada Dream.co.id, Senin 30 Maret 2015.

Pria kelahiran Magetan 21 Desember 1981 ini terlihat begitu setia mendampingi jenazah Olga hingga peristirahatan terakhir. " Saya hanya berniat datang dan mendoakan. Karena ingin memberikan penghormatan terakhir untuk sang legenda. Menerima jenazah saat masih di peti hingga mengangkat kerandanya sampai pemakaman, hanya itu yang bisa saya lakukan untuk membantunya," kata Isa.

Jenazah Olga pun diakui Isa begitu terlihat bahagia, senyum menghiasi wajahnya dan tubuhnya lebih berisi. " Dia gemuk, saya melihat seperti tersenyum. Olga lebih fresh dan bahagia serta tenang, tubuhnya juga gemuk berbeda dengan biasanya," tuturnya.

Banyak hal yang tidak bisa dilupakan Isa dari sosok olga. Canda dan tawanya begitu melekat di ingatan. " Saya memang tidak pernah satu program dengannya, tapi pernah bertemu. Candaannya begitu khas, tidak ada yang bisa tergantikan," kenang Isa.

Selama mengangkat jenazah Olga, Isa mengaku tidak merasa berat walaupun bobot tubuh Olga Syahputra itu bertambah. " Saya mengangkat kerandanya bagian depan atau kepalanya. Tidak terasa berat sama sekali, biasa saja walaupun dia gemukan," ungkapnya.

Saat tiba di pemakaman, Isa mengaku tidak ada kesulitan sedikit pun membawa Olga ke liang lahat. " Saya tidak ikut mengantar sampai dalam liang, hanya ada di pinggiran memegangi keranda. Saya berjaga-jaga karena banyak yang dorong-dorongan, kalau tidak begitu mungkin semua bisa ikut terperosok ke dalam. Ini saking penuhnya yang datang, mereka sayang Olga," katanya.

Isa berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan. " Olga sudah tenang, semoga keluarga lebih sabar. Ini mungkin yang terbaik untuknya," harapnya. 

1 dari 3 halaman

Foto Terakhir Olga

Dream - Billy Syahputra sangat terpukul atas kepergiaan sang kakak Olga Syahputra. Olga menghempuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Singapura, sore tadi pukul 17.17 waktu setempat, setelah menjalani perawatan.

Manajer Olga Syahputra, Vera mengatakan Billy belum bisa banyak bicara karena terpukul oleh duka yang mendalam.

" Billy belum bisa bicara, habis salat belum bisa bicara banyak masih berduka, saya minta doa biar dilapangkan semuanya," kata Vera dalam wawancara telepon yang disiarkan Net TV.

Dalam akun Instagram-nya @bangbily, Billy sempat memposting foto sang kakak yang tengah berjuang melawan penyakitnya. Tepat seminggu yang lalu.

Dalam foto itu terlihat Olga tengah berbaring tidur di ranjang rumah sakit. Di caption foto, Billy menulis; " Banyak yang kangen sama Yoga. Billy juga. Doain ya buat semua ababil seluruh Indonesia buat Yoga."

Kini foto itu ramai dibanjir ucapan bela sukawa dari berbagai sahabat dan fans.

Rencananya jenazah Olga akan segera dibawa pulang keluarga ke Jakarta untuk segera dimakamkan. Inikah foto terakhir Olga Syahputra? Selamat jalan Olga. 

2 dari 3 halaman

Cerita Isa `Bajaj` Saat Olga Dimandikan

Dream - Ribuan penggemar, kerabat, dan mereka yang tak dikenal tumpah di pemakaman legenda muda komedian Olga Syahputra. Termasuk pelawak Isa Wahyu Prastantyo alias Isa 'Bajaj'.

Meski tak pernah satu layar dan panggung dengan Olga, Isa mengagumi Olga. Apalagi keduanya terhitung tetangga. Mertua Isa, hanya berjarak empat rumah dari kediaman Olga di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Saat jenazah Olga tiba dari Singapura, lautan manusia tumpah di Duren Sawit. Sebagai tetangga, Isa turut menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta sampai ke rumah duka. Dari situlah, Isa mengaku 'terjebak' di lautan manusia sehingga tidak bisa lepas dan menjauh dari keranda yang membawa komedian berusia 32 tahun itu.

Dari mulai membawa keranda di bandara, ke rumah duka, memandikan sampai menuju bibir liang lahat. Isa tak melewati sedetikpun prosesi pemakaman yang dihadiri sejuta pasang mata itu. Termasuk saat proses memandikan jenazah, Isa pun melihat kondisi fisik terakhir Olga.

" Saya membantu melepaskan jas dan sepatunya, waktu itu masih berada di dalam peti," cerita Isa saat berbincang dengan Dream.co.id, Senin 30 Maret 2015.

Saat diterbangkan dari RS Mount Elizabeth Singapura, jenazah Olga memang tidak dikafani. Olga diberi busana jas dan sepatu kemudian dibaringkan di dalam peti.

Saat jenazah tiba di Tanah Air, semua pakaian di jenazah dilucuti, dimandikan dan dikafani. Tak sedetikpun Isa melewati semua proses itu.

" Saat itu saya melihat untuk terakhir kalinya. Wajahnya senyum, seperti terlihat Olga bahagia dan tenang. Badannya juga gagah, lebih gemuk dan rambutnya tebal. Tidak terlihat dia itu sakit, lebih fresh," ungkapnya. (Ism)

3 dari 3 halaman

10 Jam, Jenazah Tidak Kaku

Dream - Asisten Billy Syahputra menceritakan keadaan jenazah kakak Billy Syahputra, Olga mulai dibawa dari RS Mount Elizabeth, Singapura ke rumah duka di Duren Sawit dan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

" Mungkin inilah keagungan Allah. Selama 10 jam lebih jenazah enggak kaku," tulis asisten Billy dalam akun Twitter-nya, @abangbily dikutip Dream.co.id, Senin 30 Maret 2015.

Dalam cuitan selanjutnya, asisten Billy menjelaskan perihal keluarga yang dinilai menyembunyikan keberadaan Olga selama sakit.

" Keluarga tidak bermaksud menyembunyikan keberadaan Olga. Melainkan keluarga ingin Olga bisa menjalani pengobatan lebih baik."

Tak lupa ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas perhatiannya terhadap almarhum Olga dan keluarga.

Billy meminta doa dari seluruh masyarakat semoga Olga diterima di sisi Allah SWT.

" Alm Olga banyak memberikan pesan pada rekan-rekannya seperti selalu rendah diri dan totalitas dalam bekerja,"  kata asisten Billy.

Olga meninggal karena sakit radang selaput otak atau meningitis. Selama hampir satu tahun, Olga dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.

Pria bernama asli Yoga Syahputra (32 tahun) itu mengembuskan napas terakhir pada Jumat sore, 27 Maret 2015. Ia dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Ism) 

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya