Jadi Dosen Pembimbing Dian Sastro, Rocky Gerung Enggan Beri Nilai

Reporter : Amrikh Palupi
Jumat, 21 Juni 2019 12:36
Jadi Dosen Pembimbing Dian Sastro, Rocky Gerung Enggan Beri Nilai
Ternyata ini alasannya.

Dream - Mantan dosen Dian Sastrowardoyo, Rocky Gerung mengungkap fakta mengejutkan tentang anak didiknya. Menurut Rocky, Dian merupakan salah satu mahasiswi cerdas yang pernah dibimbingnya saat menyusul penelitian di Universitas Indonesia.

" Dia memang anaknya pinter. Dia menulis Fashion and Philosophy," kata Rocky Gerung dikutip Dream dari Alvin & Friends, Jumat 21 Juni 2019.

Selain itu, Rocky mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan Dian termasuk sulit. Sebab Dian, kata Rocy harus menggunakan beberapa penelitian.

" Itu berat karena ada teori Post Postmodernism dan segala macam," kata dia.

 rocky gerung

Namun, mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia ini tidak mau memberikan nilai kepada istri dari Maulana Indraguna Sutowo.

" Ada tradisi pembimbing itu kasih nilai kan, biasanya kan pembimbing subyektif kasih nilai tertinggi kan. Tapi saya bilang saya netral, saya tidak akan kasih nilai."

Alasan Rocky tidak memberikan nilai karena dia menganggap hanya sebagai pembimbing Dian. Dan yang pantas memberikan nilai para penguji pada sidang skripsi Dian Sastrowardoyo.

" Silahkan para penguji yang kasih nilai. Jadi saya buktikan tidak ada urusan apa-apa," tutupnya.

 rocky gerung

Dian Sastro diketahui merupakan lulusan program Sarjana (S1) Filsafat UI pada Juli 2007. Dian melanjutkan studi di Magister Manajemen Universitas Indonesia. Ibu dua anak itu sukses menyelesaikan program S2 dengan predikat cumlaude pada 2014.

1 dari 5 halaman

Ini Videonya

2 dari 5 halaman

Pengaruh 'Cinta' di Kehidupan Nyata Dian Sastrowardoyo

Dream - Kesuksesan film Ada Apa dengan Cinta (AADC) di tahun 2000an, rupanya membuat para pemain mengalami cerita-cerita unik di kehidupannya.

Seperti yang dialami Dian Sastrowardoyo saat memerankan sebagai Cinta. Ia mengaku karakter di film tersebut begitu melekat di dirinya, sehingga kebanyakan orang lebih sering menyebutnya sebagai Cinta bukan Dian.

" Misalnya waktu saya bayar parkir, sebelum AADC pak satpam biasa saja, tetapi usai AADC dia menyapa saya dengan 'Mbak Cinta, ya? justru kenalnya Cinta," ucapnya sambil tersenyum di Muvila Roundtable with AADC.

Walaupun Dian sudah banyak bermain di berbagai judul film, namun karakter sebagai Cinta tak pernah lepas dari dirinya. " Sebelum AADC saya juga kan pernah bermain di beberapa judul film, tetapi justru sosok Cinta yang melekat," tambah Dian Sastrowardoyo.

Tak beda dengan Cinta, Nicholas Saputra yang memerankan Rangga pun juga mengalaminya. " Orang justru mengenal kami dengan nama peran di film, bukan nama asli," tuturnya.

Yuk simak perbincangan lengkap para pemain AADC di sini.

3 dari 5 halaman

Dian Sastrowardoyo Punya Cara Kreatif Promosikan Kain Sumba

Dream - Dian Sastrowardoyo dikenal sebagai salah satu selebriti yang selalu berpenampilan menarik. Salah satunya dia tunjukan saat tampil modis dengan kain tradisional di acara malam penganugerahan Cosmopolitan FM.

" Saya datang pakai baju kain Sumba, nanti bisa dilihat detilnya. Ini salah satu kain Sumba yang kuno," ucapnya di Plaza indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Ibu dua anak ini rupanya telah jatuh hati dengan kain Sumba saat melihat perjuangan para penenun. Dian mengaku tersentuh dengan perjuangan mereka yang membutuhkan waktu hingga beberapa tahun untuk menyelesaikan kain tradisional itu.

Menurut wanita 35 tahun ini baju adalah hasil karya senin yang harus diapresiasi. Bukan hanya dari brand ternama luar negeri melainkan buatan lokal.

  Dian Sastrowardoyo

Bintang Film Ada Apa Dengan Cinta ini sedih jika ada yang masyarakat yang memprotes harga kain tradisional kemahalan. Padahal, katanya, jika kain Sumba diapresiasi akan mengangkat perekonomian para penenun.

" Dan tidak cuma mengangkat budaya kita, tapi kita juga memberikan pemberdayaan kepada masyarakat-masyarakat di Sumba yang masih dalam garis kemiskinan," jelasnya.

Istri dari Maulana Indraguna Sutowo itu mengungkapkan waktu-waktu yang tepat untuk mempromosikan budaya Indonesia adalah saat berkumpul dengan ibu-ibu muda sosialita.

" Karena aku mau ngajakin ibu-ibu muda untuk, 'Eh kain Sumba itu bisa lho dipakai di acara-acara, tidak harus nunggu acara adat atau nikahan keluarga. Di pakai ke mal juga sebenarnya bisa'," tuturnya.

(Sah)

 

 

4 dari 5 halaman

Gaya Dian Sastrowardoyo Ajak Netizen Tetap Sehat

Dream - Di tengah padatnya kegiatan, selebriti yang tersohor namanya saat memerankan Cinta di film Ada Apa Dengan Cinta, Dian Sastrowardoyo, tetap menjaga kesehatan tubuhnya. Bahkan dia aktif mengajak masyarakat untuk memperhatikan kesehatan.

Bersama tujuh temannya yang tergabung dalam gerakan #PertemananSehat, Dian Sastro membagikan semangat dan tips dalam mengolah tubuh kepada netizen. Bahkan, tak hanya sekali Dian memberikan tagar #PertemananSehat di setiap foto unggahan fotonya yang sedang berolah raga.

Seperti yang terlihat di akun Instagram milik ibu dua anak ini, ia kerap memamerkan kegiatan barunya itu seperti lari bersama di Car Free Day (CFD) atau muaythai.

Dian pun mengajak para netizen untuk ikut memberikan aura positif dan sehatdengan mengunggah kegiatan olahraga bersama teman-teman dan tentunya memberikan tagar #PertemananSehat di Instagram

Yuk ikutan #PertemananSehat agar bada tetap fit dan segar.

5 dari 5 halaman

Dian Sastro Jadi 'Perampok' Sampah Plastik

Dream - Sampah plastik menjadi masalah yang perlu dihadapi dengan keseriusan. Gerakan mengurangi plastik semakin gencar dilakukan masyarakat, termasuk dari kalangan artis seperti Dian Sanstrowardoyo.

Bersama Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan label tekstil Sejauh Mata Memandang (SMM), aktris 37 tahun itu menggelar gerakan Rampok Plastik pada acara Car Free Day, Minggu pekan lalu.

Pada hari itu Dian bersama para relawan menghampiri masyarakat yang membawa plastik sekali pakai. Sampah tersebut ditukar dengan tas pakai ulang ramah lingkungan yang disediakan oleh penyelenggara.

  Dian Sastro

“ Kesadaran akan menjaga bumi dari sampah berlebih harus dilakukan melalui pendekatan personal, yang bertujuan mengubah pola konsumsi setiap pribadi agar lebih ramah lingkungan,” ujar Tiza Mafira, Direktur Eksekutif GIDKP lewat keterangan rilis yang diterima Dream, Senin 15 April 2019.

Aksi tersebut digelar di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat bertepatan dengan momen Car Free Day (CFD). Dengan titik kumpul di Plaza Indonesia, dalam 40 menit berhasil terkumpul 1000 kantong plastik yang telah ditukarkan dengan 450 tas pakai ulang.

Sampah plastik yang terkumpul akan menjadi bagian dari pameran SMM yang akan diselenggarakan mulai 22 April 2019 di Plaza Indonesia, berkaitan dengan Hari Bumi Internasional.

" Aksi Rampok Plastik ini akan dilakukan secara berkala dan menjadi bagian dari kegiatan kami, yaitu pameran dan peluncuran koleksi,” kata Chitra Subyakto, Creative Director dan Founder SMM.(Sah)

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya