Dewi Sandra Ungkap Rahasia di Balik Layar Film NUSSA

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 11 Oktober 2021 06:23
Dewi Sandra Ungkap Rahasia di Balik Layar Film NUSSA
Siapa yang sudah nggak sabar menyaksikan Nussa & Rarra?

Dream - Film NUSSA yang akan rilis di bioskop 14 Oktober 2021 mendatang bertabur bintang ternama, sebut saja Dewi Sandra dan Alex Abbad.

Mereka dengan antusias bercerita pengalaman seru saat mengisi suara film NUSSA. Dewi Sandra yang berperan sebagai Tante Dewi mengaku senang karena tidak perlu berdandan untuk mengisi suara.

" I'm not wasting 2 jam untuk makeup, terus pakai baju dan segala macam," tutur Dewi Sandra.

Dewi Sandra© NUSSA

Istri Agus Rahman ini menuturkan bahwa jadi pengisi suara di sebuah film animasi merupakan pengalaman yang sangat menarik, seru, dan lucu.

Dipandu voice coach berpengalaman, prosesnya dibuat seseru agar semangat sampai ke penoton. Terlebih, film animasi ini khusus untuk anak-anak.

1 dari 4 halaman

Seru, tapi..

Meski terbilang seru, Dewi juga mengatakan bagian sulit proses rekaman yang bergantian dengan pengisi suara lainnya.

Pengisi suara, tambah Dewi, harus membayangkan suasana dalam film, bagaimana karakter sedang melakukan sesuatu, karena saat ada karakter lain berbicara seperti Nussa atau Rarra, rupanya mereka tidak ada dalam lokasi.

Dewi Sandra & Alex Abbad© NUSSA

" Jadi seperti monolog namun sebenarnya berdialog. Dan saat take recording, tidak dikasih suara karakter lain untuk memancing. Benar-benar harus menghayal," sambung Dewi Sandra.

2 dari 4 halaman

Karakter baru di Nussa Rarra

Berbeda dengan Dewi, Alex yang dulu pernah menjadi dubber berpendapat, zaman ini lebih mudah namun yang susah adalah bagaimana benar-benar memerankan sebuah peran.

Alex Abbad/NUSSA© NUSSA

" Waktu itu saya hanya mengisi suara, sekarang mewakili karakter dari cerita di film ini. Jadi kita harus benar-benar bersuara seperti wujudnya, karakternya, bergerak seperti karakternya. Mewakili emosi dan plot yang ingin disampaikan karakternya," jelasnya.

Karakter Abba yang diperankan Alex dibuat sebagai sosok bapak kekinian. Challenge terbesar di sini, bagi Alex adalah menjadi suara bapak Nussa yang merupakan karakternya baru dan belum pernah muncul sebelumnya.

3 dari 4 halaman

Rarra si gemas

Rarra yang menjadi karakter favorit hampir semua orang karena tingkahnya yang menggemaskan dan sebagai ice breaker, bisa mencairkan suasana, ternyata diisi Ocean Fajar.

Uniknya, gadis cilik itu diketahui belum bisa membaca sehingga saat lakonnya mengisi suara ia diarahkan langsung coach director.

Rarra/NUSSA© NUSSA

Tantangan lainnya juga dialami Ryan Adriandhy selaku Co-Produser, ia mengatakan bahwa sebuah film layar lebar mempunyai bahasa yang berbeda, durasi dan mempunyai ruang untuk mengeksplor karakter.

Jadi, challenge Ryan di sini adalah berani nge-push karakter Nussa yang memiliki core karakter tentang kebaikan, edutainmentnya yang berlandaskan edukasi islami.

" Nussa memanglah seorang anak yang sangat baik, taat agama dan berpengetahuan, tapi dia tetap seorang anak umur sembilan tahun. Kita akan menantang bagaimana seorang Nussa menghadapi perasaan jealous, cemburu, kecewa dan mencoba menyelesaikannya. Bagaimana kita mengeksplor karakter Nussa ini lebih manusia lagi," tutur Ryan.

4 dari 4 halaman

Sempat berhenti karena Pandemi COVID-19

Sutradara Bony Wirasmono beserta tim mendevelop cerita yang dibangun setiap karakternya agar tidak flat dan mMempunyai emosi-emosi yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Ryan melanjutkan bahwa tantang terbesar adalah bagaimana menyelesaikan film NUSSA dalam masa pandemi.

Film animasi ini mulai produksi dari awal 2019. Saat take voice recording selesai dan akan memasuki produksi animasi, pandemi Covid-19 melanda.

Sehingga lebih dari 70 persen animasi NUSSA dikerjakan animator dari Work From Home (WFH). Ryan berharap, saat rilis di bioskop nanti film NUSSA dapat dinikmati dan disukai lebih banyak masyarakat.

Ketika menonton film NUSSA di bioskop nanti, tentunya Sahabat Dream harus tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku di masing-masing bioskop.

Hanya mereka yang berusia di atas 12 tahun dengan kategori kuning dan hijau pada aplikasi pedulilindungi saja yang dapat memasuki area bioskop.

Laporan: Syifa Putri Naomi

Beri Komentar