Menantu Terkena Corona, Begini Kondisi Anak dan Dua Cucu Menteri Tjahjo Kumolo

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 21 Maret 2020 12:16
Menantu Terkena Corona, Begini Kondisi Anak dan Dua Cucu Menteri Tjahjo Kumolo
Menjaga kesehatan sang suami.

Dream - Detri Warmanto, menantu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo, positif terkena Covid-19. Meski demikian, istri dan dua putrinya negatif corona.

" Alhamdulillah aku dan anak-anak negatif dan sehat-sehat saja," kata Uni Putri, istri Detri, diakses Sabtu, 21 Maret 2020.

Tes kesehatan putri Tjahjo Kumolo

Tes kesehatan putri Tjahjo Kumolo, Uni Putri (Foto: Instagram)

Uni mengatakan, sang suami menggunakan metode yang lengkap, termasuk cek darah, rontgen paru-paru, dan tes swab. Sementara itu, dia dan anak-anaknya tak menggunakan tes tersebut.

" Karena Indonesia kehabisan alatnya dan kalau pakai tes lengkap itu perlu nunggu 3 hingga 4 hari kaya Detri kemarin," ujar dia.

Tes kesehatan putri Tjahjo Kumolo  Tes kesehatan putri Tjahjo Kumolo, Uni Putri (Foto: Instagram)

Tes kesehatan putri Tjahjo Kumolo, Uni Putri (Foto: Instagram)

Dia menyebut tes massal tersebut efektif. " Kita udah nggak kemana-mana coba hidup sehat, minum vitamin, dan balik lagi kita pasrahin sama Allah," kata dia.

Uni menyebut suaminya positif Covid-19 tanpa gejala. Dia berdoa, Detri cepat pulih. Uni menyebut akan menjaga kesehatan dan kondisi tubuh Detri.

" Untuk yang tanpa gejala gini emang gak ada obat khusus karena Insya Allah bisa sembuh sendiri. Yang penting jaga badan dan jangan dekat-dekat ke orang ya," ucap dia.

1 dari 5 halaman

Tak Ada Sarung Tangan Medis, Dokter Meninggal Tertular Virus Corona

Dream - Dokter berusia 57 tahun yang tertular virus corona, Marcello Natali, meninggal di rumah sakit kota Codogno, Italia. Dia menjalani perawatan di rumah sakit di Cremona, sebelum dipindahkan ke Milan karena mengalami pneumonia ganda.

Dalam wawancara terakhir kepada Euronews, Marcello mengaku harus bekerja tanpa sarung tangan. " Sarung tangan sudah habis," kata dia.

Menurut Marcello, di Codogno dan kota terdekat, Casale, 14 dokter menjalani karantina di rumah sakit sejak 28 Februari 2020.

" Kami tidak siap untuk coronavirus: sebagai dokter di era pasca antibiotik, kami tumbuh dengan pikiran bahwa pil dapat melawan semuanya," kata dia.

Meninggalnya Marcello dikonfirmasi perwakilan Federasi Dokter Umum Italia.

2 dari 5 halaman

Tidak Ada Masker

Paola Pedrini, sekretaris regional di federasi, mengatakan kepada bahwa 110 dokter dari 600 dokter di provinsi Bergamo, mengalami sakit.

" Situasinya belum membaik sejak akhir Februari. Kami menerima beberapa masker, tidak ada sarung tangan. Masker yang harusnya digunakan setengah hari, di sini berlangsung seminggu."

" Kami melayani praktik melalui telepon, jika mungkin, untuk menghindari penyebaran virus dan berhubungan dengan orang tanpa gejala yang masih membawa virus," kata dia.

Tidak hanya Italia, saat ini banyak negara di benua Eropa yang berjuang untuk mendapatkan pasokan sarung tangan, masker medis dan pembersih tangan.

3 dari 5 halaman

Potret Perjuangan Petugas Medis di Italia Lawan Virus Corona

Dream - Penyebaran virus corona baru, Covid-19, telah banyak berkurang di negara asalnya, China. Namun virus tersebut mulai banyak mewabah ke berbagai negara dan telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sebagai pandemik global.

Pejabat WHO menyatakan virus corona baru telah menyebar ke 114 negara di dunia dan berisiko semakin menyebar luas.

Hingga kini angka kematian akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu telah mencapai lebih dari 3000 orang. Namun angka kematian tersebut masih rendah dibandingkan jumlah pasien yang diketahui sembuh dari paparan tersebut.

Data John Hopkis mencatat 64.374 pasien terkonfirmasi positif virus corona baru telah dinyatakan sembuh. Kesembuhan mereka tak lepas dari perhatian dan pengorbanan yang diberikan tenaga medis seperti dokter dan perawat.    

Banyak kisah heroik juga mengharukan yang dialami tenaga medis ketika bekerja melayani pasien virus corona.

Salah satunya adalah perjuangan berat yang dirasakan oleh staf medis di Italia. Negara Pizza ini tengah menghadapi perjuangan berat karena menjadi negara terdampak terbesar kedua virus corona setelah China.

4 dari 5 halaman

Luka di Wajah

Dilansir dari news.sky.com, seorang perawat muda salah satu rumah sakit di Italia, Alessia Bonari menceritakan perjuangannya merawat para pasien corona.

Ia berbagi foto yang menunjukan bekas luka di wajahnya karena penggunaan masker.

Corona

Lewat postingannya di instagram ia mengatakan bahwa dirinya sangat takut untuk berangkat bekerja setiap harinya.

" Saya takut karena masker mungkin tidak menempel dengan benar ke wajah, atau saya mungkin secara tidak sengaja menyentuh sarung tangan kotor, atau mungkin lensa tidak menutupi mata saya sepenuhnya dan ada sesuatu yang masuk. Saya lelah secara fisik karena alat pelindungnya sakit, jas lab membuat saya berkeringat dan begitu saya berpakaian saya tidak bisa lagi pergi ke kamar mandi atau minum selama enam jam. Saya lelah secara psikologis, seperti semua kolega saya yang telah berada dalam situasi yang sama selama berminggu-minggu, tetapi ini tidak akan menghentikan kami melakukan pekerjaan kami," tulisnya.

5 dari 5 halaman

Tertidur

Foto seorang perawat lain bernama Elena Pagliarin juga banyak menjadi perbincangan. Fotonya itu bahkan disebut sebagai simbol perjuangan petugas medis melawan virus corona.

Elena terlihat tertidur di depan komputer dalam posisi duduk. Ia masih menggunakan pakaian medis bahkan masker yang melekat di wajahmya.

Corona

Elena bekerja di sebuah rumah sakit di Cremona. Tepatnya di utara Lombardy, wilayah yang paling parah dilanda corona di Italia.

Rekannya yang saat itu mengabadikan gambar, Francesca Mangiatordi, mengatakan kepada Nurse Times:

" Kami telah bekerja tanpa henti selama 10 jam. Aku memandangnya dan aku ingin memeluknya, tetapi aku lebih memilih untuk mengabadikan momen itu," ucap Francesca.

Beri Komentar