Air Mata Terakhir Budi Anduk

Reporter : Kusmiyati
Rabu, 13 Januari 2016 19:41
Air Mata Terakhir Budi Anduk
Sebelum Budi meninggal, Winda mengatakan kakaknya tersebut seperti memiliki firasat akan dipanggil sang Pencipta.

Dream - Kehilangan besar sangat dirasakan keluarga komedian Budi Prihatin atau Budi Anduk. Sang adik, Winda mengaku kenangan bersama sang kakak tidak akan pernah terlupakan.

Budi Anduk pergi menghadap Sang Illahi pada Senin, 11 Januari 2016 di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat karena mengidap kanker paru-paru stadium 4.

Sebelum sang kakak berpulang, Winda mengaku kakaknya seperti memiliki firasat akan dipanggil Sang Pencipta. Budi mengungkapkannya dengan tidak ingin dibawa ke rumah sakit.

" Kakak saya seperti ada firasat ingin meninggal di rumah. Dia bilang enggak mau ke dokter itu sudah dipikirkan matang-matang," tutur Winda kepada Dream.

Menurut Winda, sang kakak tidak ingin merepotkan keluarga dan banyak orang. Tapi keluarga menginginkan perawatan terbaik untuk Budi. 

Sampai saat menjelang ajal, menurut Winda, kakaknya sempat memberikan respons. Terlihat saat keluarga sedang mengaji.

" Saat diminta dokter semua kumpul, kita mengaji bersama dan ajak ngobrol dia. Kakak saya sempat respons angguk-angguk kepala, tapi enggak bersuara kemudian tidak sadar," ujarnya.

Yang lebih mengharukan, komedian yang bermimpi menjadi pencipta lagu ini sempat menitikan air mata saat sang adik membisikan kata-kata di telinganya.

" Di saat dia koma, dibacain surat-surat. Lalu kami bilang di kupingnya, kakak harus kuat dan bisa sembuh. Supaya bisa menyaksikan adik menikah. Saat itu air matanya keluar," ujar Winda. 

Komedian yang terkenal dengan jargon 'coy' ini merupakan sosok kakak yang perhatian dan menomorsatukan ibadah.

" Alhamdulillah dia rajin salat. Sama adik-adiknya begitu sayang. Dia mau umroh bareng istri, kami begitu terpukul kehilangannya. Mohon doanya," papar Winda. (Ism) 

1 dari 5 halaman

Budi Anduk Melihat `Sesuatu` Sebelum Berpulang

Dream - Duka mendalam begitu dirasakan Neneng Nurhayati sejak kepergian sang suami, komedian Budi Prihatin yang memiliki nama panggung Budi Anduk. Sebelum sang suami menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, Neneng merasakan firasat.

Sang suami selalu meminta untuk pulang, walaupun saat itu posisinya sedang di rumah. Bahkan, sang suami mengaku melihat sesuatu. 

" Dia suka ngebayang lihat apa itu, sebulan lalu. Kalau ngomong ngawur minggu-minggu ini. Saat tidur sering mengigau lagi di lokasi syuting, padahal lagi di kamar sendiri,"  ujar Neneng usai menggelar tahlil di rumah duka, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Senin malam, 11 Januari 2016.

" Dia suka menginggau pengen pulang, ayo pulang katanya. Saya bilang ini di rumah kita mas, mau pulang kemana," tambahnya. 

Menurut Neneng tak biasanya Budi mengigau dan mulai berkata ngawur.

" Hampir sama kaya ibu mertua pas enggak ada, badannya mirip Budi yang biasa tidur kakinya ke lantai. Ngomongnya juga sudah ngawur, suka halusinasi," ujar Neneng

Neneng menambahkan, seminggu terakhir sebelum meninggal, pria yang menikahinya 25 Mei 2007 silam ini kerap berkata 'ngelantur'. Bahkan saat matanya terpejam.

Budi meninggal di usia 47 tahun di Rumah Sakit Dharmais Jakarta Barat, tepat pukul 14.45 WIB karena penyakit kanker Paru-paru stadium 4. Jenazah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) dekat dengan rumahnya, kampung Kemang, Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi. (Ism) 

2 dari 5 halaman

Makam Tanpa Nisan dan Salawat untuk Budi Anduk

Dream - Jenazah komedian Budi Anduk dimakamkan di pemakaman dekat rumahnya, Kampung Kemang, Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, pukul 19.00 WIB, Senin 11 Januari 2015.

Pantauan Dream.co.id, pemakaman penuh dengan kerabat dari artis yang mengantarkan Budi Anduk keperistirahatan terakhir. Diantaranya Daus Separo, Budi Anduk, Ustaz Jacky Mirza, Ari Untung, Parto. Warga sekitar juga ikut mengantarkan sosok komedian asal Cirebon itu.

Sang istri, Neneng Nurhayati tak kuasa menahan tangis saat mendampingi almarhum ke peristirahatan terakhir. Ia berusaha ikhlas melepas suaminya itu. Lantunan salawat terus menghantarkan kepergian Budi Anduk.

Pria bernama lengkap Budi Prihatin dimakamkan tanpa nisan. Hanya terlihat beberapa helai bunga mawar merah dan melati berwarna putih sebagai tanda.

" Saya sudah ikhlas," tutur Neneng berlinang airmata, sembari masuk di dalam mobil ambulans.

Budi Anduk meninggal usai menjalani perawatan kanker paru-paru stadium 4 di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat.

Budi yang sudah dua hari dirawat di rumah sakit selalu dikelilingi keluarga dan para sahabat sesama artis. (Ism) 

 

3 dari 5 halaman

Cerita Keluarga Sebelum Budi Anduk Berpulang

Dream - Dunia hiburan Tanah Air berdua. Salah satu komedian ternama, Budi Prihatin atau terkenal dengan sebuat Budi Anduk menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Senin, 11 Januari 2015 sekitar pukul 14.45 WIB.

Serangan kanker paru-paru yang dideritanya membuat tubuh Budi tak mampu melawan penyakit tersebut. Sebelum meninggal, Budi sempat terbaring di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Adik Budi, Winda mengatakan sang kakak telah lama mengidap penyakit tersebut. Sebelum dilarikan ke rumah sakit Darmais, Jakarta, kondisi kesehatan Budi sempat stabil.

" Masuk rumah sakit dua hari lalu saat kondisinya masih stabil. Sakitnya sudah lama tetapi tidak dirasa. Kakak saya sempat tidak mau, mungkin karena takut dokter," tutur Winda kepadaDream.co.id, Senin 11 Januari 2016.

Winda menceritakan Budi sempat dimarahi dokter karena dianggap telat ditangani. " Kami juga sedih sekali. Berat rasanya, kakak saya sempat beberapa kali masuk rumah sakit di Cirebon. Pernah juga disedot cairannya di paru-paru, mohon doa," ungkapnya.

Kini menurut Winda semua keluarga sudah berkumpul untuk mendoakan kesembuhan Budi. Tidak hanya itu hampir semua teman-teman Budi sesama public figure menjenguk dan memberikan semangat serta doa.

" Keluarga semuanya sudah berkumpul karena kondisinya sangat kritis. Teman-temannya juga sudah datang menjenguk, mohon doanya agar tertolong. Kami berharap ada mukjizat untuk kesembuhannya," katanya.

4 dari 5 halaman

Budi Anduk Meninggal Saat Istri Mengaji

Dream - Komedian yang dikenal dengan jargon 'Coy', Budi Anduk menghembuskan napas terakhirnya hari ini, Senin 11 Januari 2016. Pemilik nama Budi Prihatin ini meninggal usai menjalani perawatan kanker paru-paru stadium 4 di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat.

Budi yang sudah dua hari dirawat di rumah sakit selalu dikelilingi keluarga dan para sahabat sesama artis. Komedian Tarzan salah satunya. Tarzan sempat menjenguk Budi sebelum sahabatnya itu berpulang.

" Saya datang ke sini (Dharmais) pukul 14.00 dan ketemu Parto. Saya nengok Budi, dan dokter sudah bilang sudah tidak ada harapan. Saat itu istrinya sedang ngaji, Budi sudah tidak ada," kata Tarzan saat ditemui di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat. 

Bagi Tarzan, Budi meninggalkan kenangan yang begitu dalam dan tak terlupakan.

" Kehilangan pelawak muda, karakternya kuat. Dibikin jengkel ya diam saja. Kami memang jarang main bersama, tetapi kenangannya ada. Kalau malam-malam nonton tawa sutra senang melihatnya," kenang Tarzan.

Melihat istri Budi, Neneng, yang terlihat begitu terpukul Tarzan pun memberikan semangat dan mencoba menenangkannya.

" Namanya kehilangan, saya tadi bilang tetap sehat dan semangat ya. Mohon doa untuknya," tuturnya. (Ism) 

5 dari 5 halaman

Umroh Jadi Keinginan Terakhir Budi Anduk

Dream - Kepergian komedian Budi Anduk meninggalkan kenangan yang mendalam untuk sang adik, Winda. Perempuan pemilik bisnis kaosfutsal.com ini mengaku selalu teringat keinginan Budi untuk menjalani ibadah umroh.

" Ada keinginan dia yang belum tersampaikan, umroh. Dia ingin sekali berangkat umroh dengan istri. Sebelum dia yang berangkat, kakak saya maunya orangtua dulu yang umroh," kata Winda kepada Dream. 

Di mata Winda sendiri, Budi sosok kakak yang begitu perhatian dan menomorsatukan ibadah.

" Dia kakak yang baik, perhatian sama adik-adiknya. Salatnya rajin, nggak pernah ketinggalan mba," ungkapnya.

Walaupun sudah mengetahui perkataan dokter peluang Budi begitu tipis, Winda sempat berharap kondisi kesehatan sang kakak ada perkembangan baik.

" Saat itu langsung saya diminta hubungi keluarga dan sahabatnya, saya menjerit sedih bukan main. Berharap ada mukjizat, kita terus mengaji sampai dia dipanggil Allah," tutur Winda.

Saat Budi sakaratul maut Winda mengatakan semua keluarga dan sahabat sudah berkumpul.

" Alhamdulillah semua keluarga sudah berkumpul mengaji untuknya saat kakak saya sakaratul maut. Mohon doa untuk kakak saya dan dimaafkan segala kesalahannya," kata Winda. (Ism)

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna