Ananda Badudu Sempat Ditangkap Polisi (Foto: Instagram @bandaneira_official)
Dream - Nama Ananda Badudu mendadak menyita perhatian peselancar twitter dalam riuh aksi demonstrasi mahasiswa ke DPR beberapa waktu lalu. Tak banyak yang tahu jika sosok pria ini pernah meramaikan jagat hiburan Tanah Air.
Ananda Badudu merupakan mantan vokalis band Banda Neira. Dia sempat ditangkap polisi karena melakukan penggalangan dana untuk aksi demo mahasiswa melalui situs crowdfunding, Kitabisa.
Lewat kampanyenya tersebut, Nanda berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 175 juta rupiah.
Aktivitas Nanda teryata dipantau penyidik Polda Metro Jaya. Pada subuh tadi pagi, sekitar jam 04.28 WIB, Nanda dijemput polisi di kontrakannya di Gedung Sarana Jaya, Jalan Tebet Barat IV Raya, Jakarta Selatan. Sekitar lima jam berada di Polda, polisi membebaskan Nanda.
Akibatnya, nama Nanda membuat banyak orang penasaran dengan sosok Ananda Badudu. Siapa sebenarnya Ananda Badudu ini? berikut ulasannya.
1. Mantan Vokalis Band Banda Neira
Ananda Badudu merupakan musisi sekaligus mantan band yang lahir tahun 2012. Band ini pertama kali muncul akhir Februari 2012 di lingkungan Universitas Parahyangan Bandung.
Band ini hanya yang beranggotakan dua orang, Nanda dan Rara Sekar. Banda Neira sempat merilis dua album. Yang pertama berjudul " Paruh Waktu" berisi empat lagi pada 2013.
Sedangkan album kedua dari Ananda Badudu dan Rara muncul dengan tema Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti (2016) sebelum akhirnya memutuskan bubar pada Desember 2016.

Ananda Badudu dan Rara Sekar (foto : @anandabadudu)
2. Mantan Wartawan
Memutuskan berhenti dari band selama kurang lebih empat tahun, Ananda Badudu berkarir di dunia jurnalis. Dia menjadi wartawan dari PT Tempo Inti Media Tbk.
Dia juga menjadi jurnalis Vice Indonesia. Setelah itu, dia bergabung ke lembaga Amnesty International.
3. Cucu Ahli Bahasa J.S. Badudu
Ananda merupakan Cucu dari ahli Bahasa J.S. Badudu, Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Padjajaran, Jusuf Sjarif Badudu.
Jusuf Sjarif Badudu terkenal sejak tampil sebagai pembina bahasa Indonesia di TVRI pada 1970-an. Sebelum wafat, Jusuf Sjarif Badudu memiliki bebebrapa karya salah satunya Kamus Umum Bahasa Indonesia (1994).
4. Menggalang Dana untuk Mahasiswa
Penangkapan Ananda Badudu menggegerkan publik. Nanda ditangkap setelah menggelar kampanye penggalangan dana untuk aksi demonstrasi Mahasiswa lewat situs Kitabisa. Kampanye itu dibuat sebagai bentuk aksi kemanusiaan.
Nanda ditangkap saat terlelap tidur di Gedung Sarana Jaya, Jalan Tebet Barat IV Raya, Jakarta Selatan, pukul 04.28 WIB. Kini Nanda sudah dibebaskan setelah berada di Polda kurang lebih lima jam tapi belum ada keterangan resmi darinya.
Dream - Musisi dan jurnalis Vice Indonesia, Ananda Wardhana Badudu diamankan Polda Metro Jaya. Ananda diamankan di rumah kontrakannya Gedung Sarana Jaya, Jalan Tebet Barat IV Raya, Jakarta Selatan, pukul 04.28 WIB.
Sebelum diamankan Polda Metro Jaya, sempat menuliskan pesan terakhir di Twitter-nya.
" Saya dijemput polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa," tulis Ananda, Jumat, 27 September 2019.
Saya dijemput polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa
— anandabadudu (@anandabadudu)September 26, 2019
Ananda juga sempat mengunggah foto aparat keamanan yang membawa surat penangkapannya.
Saya dijemput polda
— anandabadudu (@anandabadudu)September 26, 2019
Informasi menyebut, pagi ini Ananda Badudu dilepaskan kepolisian. Tetapi hingga kini belum ada konfirmasi resmi.
Di Instagram pribadinya, Ananda sempat merekam penangkapannya. Dia sempat adu mulut dengan polisi.
" Dari mana Pak?" tanya mantan vokalis band Banda Neira ini.

(Polisi membawa surat perintah penangkapan/Foto: Instagram Ananda Badudu)
" Dari Polda, ini mau ngapain? Matiin dulu lah," jawab salah satu polisi.
Ananda Badudu sempat memeriksa kelengkapan tanda pengenal milik anggota polisi.
Saat Ananda ingin melihat dan memfoto surat perintah penangkapan, dia mendapat perlawanan. Tak berselang, Ananda mengunggah cuitan di akun twitternya.
Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyebut Ananda menggalang dana untuk aksi kemanusiaan.
" Ananda menggalang dana bersama yang digunakan untuk keperluan kemanusiaan. Ia selalu menyampaikan perkembangan penggunaan dananya kepada publik. Penangkapan terhadapnya adalah pelanggaran atas demokrasi! #BebaskannandaBadudu," tulis Kontras di Twitter resminya.
Ananda menggalang dana bersama yang digunakan untuk keperluan kemanusiaan. Ia selalu menyampaikan perkembangan penggunaan dananya kepada publik. Penangkapan terhadapnya adalah pelanggaran atas demokrasi! #BebaskannandaBadudu https://t.co/cn1X5NYD5I
— KontraS (@KontraS)September 26, 2019
Sementara itu, Vice Indonesia akan mendukung terus Ananda dan menegaskan integritasnya sebagai jurnalis.
" Selama menjadi jurnalis VICE Indonesia (2018-2019),
@anandabadudu konsisten menjaga integritas, profesionalitas, dan selalu berpihak pada kemanusiaan. Redaksi menilai dukungannya bagi aksi mahasiswa meneguhkan komitmen pribadi yang sudah teruji itu," tulis Vice Indonesia.
Selama menjadi jurnalis VICE Indonesia (2018-2019), @anandabadudu konsisten menjaga integritas, profesionalitas, dan selalu berpihak pada kemanusiaan. Redaksi menilai dukungannya bagi aksi mahasiswa meneguhkan komitmen pribadi yang sudah teruji itu. #BebaskanAnandaBadudu
— VICE Indonesia (@VICE_ID)September 27, 2019