Video Kru Seventeen Lakukan Sound Check Sebelum Tsunami Anyer Menerjang

Reporter : Nur Ulfa
Sabtu, 29 Desember 2018 10:36
Video Kru Seventeen Lakukan Sound Check Sebelum Tsunami Anyer Menerjang
Seorang pekerja yang sedang mempersiapkan peralatan panggung sempat menunjuk ke arah awan mendung.

Dream - Tiga personil Band Seventeen, Andi, Bani dan Herman serta istri sang vokalis, Ifan Seventeen, Dylan Sahara menjadi korban ganasnya gelombang tsunami yang menghancurkan Pantai Tanjung Lesung pada Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Seventeen hadir di Tanjung Lesung untuk mengisi acara family gathering yang diadakan PLN.

Dalam video yang banyak beredar di sosial media, panggung tempat Seventeen tampak hancur tergulung ombak tsunami Selat Sunda. Ifan yang baru akan memainkan lagu kedua malam itu tak bisa menghindari dari terjangan ombak yang datang tiba-tiba. 

Sebelum hancur karena tsunami, kini beredar sebuah video yang memperlihatkan kondisi panggung Seventeen mengisi acara.

Video tersebut diunggah oleh akun @hendrojarotnugroho1982. Dalam video itu terlihat beberapa orang yang sedang mempersiapkan panggung dan peralatan band untuk aksi di malam harinya. Video diduga diambil sore hari.

Jika melihat video tersebut, memang terlihat sangat jelas acara yang diisi band Seventeen berada persis di bibir pantai pantai. Posisi panggung sengaja dibuat membelakangi pantai.

Pria, diduga Hendro, yang berada dalam video tersebut juga mengatakan bahwa kondisi cuaca pada saat melakukan sound check tersebut terlihat kurang bersahabat.

"Di sebelah sana mendung (sambil menunjuk ke langit), sepertinya akan hujan. Mudah-mudahn nggak sampai sini, dan acara nanti malam semoga lancar," kata pria itu.

 
 
 
View this post on Instagram

Soundcek seventeen sebelum perform malem hancur lebur ðð

A post shared by Hendro Jarot Nugroho (@hendrojarotnugroho1982) on

Video unggahan Hendro diposting ulang di sebuah akun instagram @makassar_info. Beragam komentar bermunculan dari para netizen yang mengaitkannya dengan derasnya ombak yang menghantam panggung Band Seventeen.

"Parah sih emang, deket banget bibir pantai " komentar akun @rekhaprtw.

"Awannya udah mendung banget emang dari sore," kata akun gege_stranger13721.

"Pantesan yak langung terhempas, bener bener dipinggir pantau banget," kata @yatiisnaenigusti.

1 dari 5 halaman

Gelagat Aneh Dylan Sahara

 Dylan Sahara Istri Ifan Seventeen

Dream - Ifan Seventeen menyambut tahun 2019 dengan penuh duka. Kehilangan tiga personil Seventeen, kesedihan Ifan semakin mendalam setelah sang istri, Dylan Sahara, ikut menjadi korban terjangan tsunami Anyer pada 22 Desember 2018 lalu. 

Berusaha tegar dengan garis nasib yang dijalaninya, pria bernama asli Riefian Fajarsyah itu mencoba menceritakan detik-detik pertemuan terakhirnya saat diwawancara stasiun televisi TVOne baru-baru ini. 

Menurut Ifan, Dylan di hari jelang kepergiannya memang menunjukan galagat yang tak biasa. Sang istri tiba-tiba sangat manja saat dia akan manggung di acara Family Gathering unit bisnis PLN di Tanjung Lesung, Anyer, Banten, hari itu. 

Dylan lanjut Ifan, meminta dipangku padahal masih ada kursi kosong yang disediakan di belakang panggung. 

“ Tiba-tiba nyamperin aja ke belakang panggung. Padahal dia orangnya enggak pernah kayak gitu,” kata Ifan.

 

2 dari 5 halaman

Pelukan Terakhir Sang Istri

Ternyata gelagat tak biasa Dylan tak berhenti disitu. Setelah minta dipangku, kata Ifan, Dylan juga minta dipeluk padahal saat itu dia harus bergegeras naik ke panggung.

Kelakuan Dylan tersebut dianggap tak biasa karena selama ini wanita asal Ponorogo itu dikenal sebagai pribadi periang dan tak suka merepotkan orang lain. 

“ Paling dia suka cari makan aja, eh tiba-tiba dia nyamperin ke belakang panggung minta pangku, terus minta peluk," ujarnya.

Satu hal tak lazim lain yang dilihat Ifan dari Dylan sesaat sebelum tsunami Anyer menerjang adalah sang istri meminta dicium. Namun Ifan tak bisa memenuhi permintaan tersebut.

Ifan berjanji akan mencium Dylan usai manggung. Namun kini kata Ifan, janjinya justru tak ditepati. Dylan sudah  meninggal dunia akibat tersapu tsunami.

“ Ya gitulah aku nyiumnya nggak kena, karena aku ngeledekin. Nanti aku ciumnya abis manggung. Ya Allah, kan beda lagi ceritanya kalau aku tahu ya (istri mau meninggal)," tutur Iran sambil meneteskan air mata.(Sah)

3 dari 5 halaman

Terungkap, Hal Pilu yang Dipendam Ifan Seventeen Usai Dylan Sahara Berpulang

 Jadi Korban Tsunami Anyer, Ifan Seventeen Syok

Dream - Wajah Ifan Seventeen selama ini terlihat tegar menerima kepergian sang istri, Dylan Sahara, dan tiga personil bandnya. Orang-orang terdekat pria bernama lengkap Riefian Fajarsyah ini berpulang setelah tak bisa menyelematkan diri dari terjangan tsunami Banten pada Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Di balik ketegaran Ifan, saudara kembarnya, Riedhan Fajarsyah mengungkapkan kabar mengejutkan.

Riedhan mengatakan Ifan sebetulnya sangat terpukul dengan musibah yang dialaminya. Namun dia berusaha tidak menunjukan kesedihannya di depan publik.

“ Pasti terpukul lah. Tapi Ifan itu di keluarga adalah sosok yg paling tegar. Itu dari dulu,” kata Riedhan saat ditemui Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, baru-baru ini. 

Sebagai anak kembar dan sangat mengenal karakter saudaranya, Riedhan merasakan apa yang dialami Ifan.  Jika bersedih seperti saat ini, Lanjut Riedhan, Ifan cenderung tak mau terlihat lemah.

“ Mungkin kalau di depan orang-orang dia bisa kuat. Cuma di depan saya, depan mama, dia cerita gak kuat sendiri,” ujarnya.

Disinggung perihal Ifan yang masih bisa tersenyum di hadapan publik meski musibah berat menderanya, Riedhan mengatakan, saudara kembarnya memang memiliki sifat ramah. 

“ Saya nggak pernah lihat dia marah. Yang selalu saya lihat itu senyum. Jarang saya, bahkan nggak pernah dengar kata-kata yang keluar dari dia itu menyakitkan hati orang lain. Orang yang sangat baik ya,” imbuhnya.(Sah)

 

 

4 dari 5 halaman

2 Jam Terapung di Tengah Laut

Dream - Ifan Seventeen tak berhenti melantunkan sholawat saat tubuhnya terombang-ambing di laut usai tsunami Banten perlahan-lahan mulai mereda. Pria bernama Riefian Fajarsyah itu menjadi satu-satunya personil Seventeen yang selamat saat tsunami menerjang Pantai Tanjung Lesung, Sabtu malam 22 Desember 2018.

Perjuangan Ifan bertahan hidup dari amuk tsunami Banten itu tak mudah. Suami Dylan Sahara itu sempat pasrah dengan nasibnya saat berusaha bertahan dua jam di lautan.

" Pakai kotak kecil gitu berempat 2 jam lebih, itu mikir ga mungkin hidup," kenang Ifan seperti dikutip Dream dari tayangan cumicumi, Kamis, 27 desember 2018.

Selama 2 jam terombang ambing diatas laut, Ifan mengaku sempat muntah-muntah melihat banyak jasad bergelimpangan.

 

5 dari 5 halaman

Pasrah dan Terus Bersholawat

Semangat Ifan untuk bertahan hidup sempat memudar saat dia melihat daratan sudah semakin menjauh dari lokasinya. Dia pun sudah ikhlas jika harus meninggal di hari tersebut.

" (Mau) menyeberang, badan sudah berat karena banyak keminum. Kalau mati ya mati," ujarnya.

Tak putus asa, Ifan tak henti-hentinya terus bershalawat agar tetap hidup. dan terbukti hingga saat ini Ifan masih tetap hidup, meski ditinggaloleh 3 rekannya dan istrinya Dylan Sahara.

" Allah masih ngasih jalan. Selawat deh aku, selawat terus enggak berhenti," paparnya.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya