Pecatur Indonesia Raih Empat Kemenangan, Sekali Remis

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 12 April 2019 22:32
Pecatur Indonesia Raih Empat Kemenangan, Sekali Remis
Hasil itu merupakan sebuah tantangan besar karena untuk mendapatkan tiket menuju World Cup Catur butuh menduduki posisi utama pada akhir pertandingan.

Dream - Hari Kelima Pertandingan ACC Fide Zone 3.3 memberikan hasil yang menggembirakan Indonesia. Indonesia kembali mencatat 4 kemenangan, 1 remis, dan 1 kekalahan.

Kekalahan tak dapat dielakkan karena tim indonesia harus saling berhadapan antara WGM Medina dengan M Irene.

“ Hasil pertandingan menggembirakan. IM Novendra Priasmoro (2479) menang atas FM Ganzorig Bulgankhan (1936, Mongolia); Surya Wahyudi menang dari CM Battulga Tenuunbold (1692, Mongolia); WIM Chelsie Monica Sihite (2227) menang dari WCM Myagmarsuren Mandukhai (1902, Mongolia),” ujar Chief de Mission Tim Catur Indonesia ke ACC Fide Zone 3.3, R Artsanti Alif, yang juga menjabat sebagai Head of Social Investment JAPFA, dalam keterangan tertulis, Jumat malam kemarin.

Sedangkan WGM Medina Warda Aulia (2362) menang dari rekan senegaranya IM Irene Kharisma Sukandar (2384).

Artsanti menambahkan kemenangan Medina berhasil membawanya menduduki rangking kedua dengan empat point dalam klasemen sementara ACC Fide Zone 3.3.

Hasil tersebut merupakan sebuah tantangan besar karena untuk mendapatkan tiket menuju World Cup Catur butuh menduduki posisi utama pada akhir pertandingan.

“ Satu-satunya pecatur Indonesia yang remis kemarin adalah GM Susanto Megaranto (2523) lawan GM John Paul Gomez (2460, Filipina),” imbuh Artsanti.

Susanto dengan 3,5 poin berada di peringkat empat klasemen sementara dengan tetap menempel ketat peringkat tiga besar yang semuanya mengumpulkan 4 poin.

Duel Sengit

“ Perang saudara tidak dapat terhindarkan pada babak kelima. Media harus melawan Irene dalam babak ini,” ujar Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PERCASI.

Medina punya skor positif terhadap Irene. Irene WGM pertama Indonesia. Medina WGM kedua Indonesia, memecahkan rekor usia sekitar lima bulan lebih awal. Keduanya pecatur andalan dan kebanggaan Indonesia.

Menurut Kris, pertandingan diantara keduanya cukup berimbang. Tetapi dengan kualitas WGM medina punya ide memenangkan kualitas diawali dengan korban satu bidak 22.c5.

Dari posisi yang tampak tidak ada apa-apanya tersebut putih bakal unggul materi atau biasa disebut unggul kualitas karena Kuda putih ditukar Benteng hitam.

“ Irene harusnya bisa mengimbangi jika tidak memberikan kesempatan Medina mendorong bidak e4-e5-e6 yang membongkar sayap-raja hitam,” kisah Kris.

Dalam adu taktis selanjutnya Medina tampil tanpa cacat dan memaksa Irene menyerah langkah 51 dlm posisi bakal kena jaringan mat.

Pertandingan diantara keduanya cukup mampu memaksa kualitas terbaik pecatur Indonesia. Adu strategi dan pemahaman catur menjadi dua kunci utama yang membuat keduanya bisa tampil maksimal di ajang ACC Fide Zone 3.3.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik