Punya 10 Kebiasaan Buruk Ini, Hati-hati Otak Mengkerut!

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 16 Agustus 2018 13:00
Punya 10 Kebiasaan Buruk Ini, Hati-hati Otak Mengkerut!
Otak rupanya bisa mengecil dan berdampak buruk pada tubuh.

Dream - Kebiasaan hidup tak sehat tidak hanya berdampak pada tubuh manusia. Bahkan otak bisa jadi mengecil dari ukuran normal.

Dikutip dari Liputan6.com, ada banyak hal yang bisa merusak jaringan otak manusia sampai membuatnya mengkerut. Yang dimaksud mengkerut adalah berkurangnya sel kelabu di organ utama manusia tersebut.

Mengecilnya otak dapat dijumpai pada orang yang memiliki kepribadian antisial. Bisa juga terjadi pada orang yang menderita alzeimer dengan dampak yang tentu lebih parah.

Profesor di Graduate School of Professional Psychology University of Denver, Kim Gorgens, menjelaskan ada beberapa dampak yang muncul akibat penyusutan otak.

" Hilangnya ingatan jangka pendek, hilangnya daya penciuman dan perubahan kepribadian, misalnya meledak-ledak, dan mungkin kehilangan ingatan gerak," kata Gorgens.

 

 

1 dari 3 halaman

Kecanduan Narkoba dan Tidak Sarapan

Lantas apa saja kebiasaan buruk yang bisa merusak otak? Sedikitnya ada 10 aktivitas penyebab otak mengecil.

Pertama, kecanduan alkohol. Islam sendiri mengharamkan konsumsi alkohol.

Rupanya, alkohol bisa merusak fisik otak, terutama di bagian depan. Padahal, bagian depan otak berfungsi untuk eksekusi, pembuatan keputusan, menjalankan tugas jamak, menguasai emosi dan mencegah stres.

" Ketika seseorang sakit, otak memerintahkan untuk mencari bantuan. Ketika seseorang kecanduan, bagian otak yang bertugas meminta bantuan tadi telah cedera. Orang kecanduan adalah orang yang tidak sadar telah bermasalah. Mirip halnya dengan Alzheimer, yaitu penderitanya tidak mengetahui sedang mengidapnya sehingga menjadi semakin parah," kata penulis buku Healing the Addicted Brain, dokter Harold Urschel.

Kedua, mengonsumsi narkoba khususnya ekstasi. Neurolog di Providence Saint John's Health Center di kota Santa Monica, California, dr Clifford Segil, sampai menyebut ekstasi sebagai sampah bagi otak.

" Kita memiliki reseptor yang dapat menangani opiate yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi. Tapi ekstasi tidak dibuat supaya bisa diterima oleh reseptor dan sebenarnya malah merusak neuron-neuron otak," kata Segil.

sakit kepala

Ketiga, stres. Ketika stres melanda, terjadi penyalahgunaan zat pada otak.

" Orang yang mengaku stres tinggi, tertekan, atau mendapat diagnose PTSD, semuanya memiliki ciri serupa, yaitu kehilangan volume otak di bagian hippocampus," kata Gorgens.

Keempat, melewatkan sarapan setiap pagi. Tidak sarapan membuat kadar gula dalam darah rendah. Otak jadi kekurangan pasokan gizi dan jadi menyusut.

 

2 dari 3 halaman

Kebanyakan Makan dan Kurang Tidur

Kelima, terlalu banyak makan. Kebanyakan makan bisa membuat arteri mengeras dan memperlambat kerja otak.

Sebuah artikel yang dimuat di Maryland Medical Journal menjelaskan terlalu banyak makan, terutama makanan manis, menyebabkan perubahan sambungan otak yang mengendalikan perilaku makan.

Keenam, merokok. Nikotin merangsang otak memancarkan neurotransmitter yang berpengaruh pada mood, selera makan, dan rasa nikmat. Tetapi, nikotin juga memicu peningkatan risiko stroke akibat pembuluh darah dalam otak pecah.

Ketujuh, waktu tidur yang tidak memadai. Kurang tidur bisa melemahkan fisik, mengurangi perhatian, membuat otak lambat bekerja, dan keputusan tidak segeraa dibuat.

 

3 dari 3 halaman

Kecanduan Ponsel dan Kurang Air Putih

Kedelapan, menatap layar ponsel seharian. Kebiasaan ini membuat seseorang tidak bisa mengendalikan datangnya pikiran negatif.

Kesembilan, tidak berolahraga. Kondisi fisik rupanya membawa dampak terhadap otak. Sebab, otak memerlukan dopamine yang disediakan oleh tubuh yang prima. Kurangnya dopamine membuat orang termotivasi.

sakit kepala

Terakhir, kurangnya konsumsi air putih. Banyak orang menyukai jus atau minuman berasa daripada air putih. Padahal, sebagian besar bagian otak terdiri dari air.

Jika otak kekurangan air, maka akan mengalami kekeringan dan mengecil. Gejala yang paling cepat terasa yaitu pusing.

Sumber: Liputan6.com/Alexander Lumbantobing

Beri Komentar