30 Tahun Lebih Tertutup Polusi, Puncak Himalaya Kembali Tampak

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 13 April 2020 13:00
30 Tahun Lebih Tertutup Polusi, Puncak Himalaya Kembali Tampak
Lockdown yang diterapkan India efektif menurunkan kadar polusi udara.

Dream - Penutupan akses atau lockdown yang diterapkan Pemerintah India untuk mencegah penyebaran virus corona berdampak besar terhadap lingkungan. Sejumlah pabrik tak beroperasi, membuat udara kembali jernih.

Yang lebih mengagumkan, puncak Pegunungan Himalaya kini kembali terlihat jelas. Padahal, sudah lebih dari tiga dekade, puncak tersebut tertutup polusi.

Sant Balbir Singh Seechewel sudah bekerja selama puluhan tahun untuk meningkatkan kesadaran terhadap polusi lingkungan. Tetapi masyarakat India tidak ada yang mendengar.

" Kita bisa melihat gunung (Himalaya) yang tertutup salju dengan jelas. Bukan hanya itu, kita juga bisa melihat bintang di malam hari. Saya belum pernah melihat hal semacam ini selama beberapa tahun," papar Sant Balbir.

 

1 dari 5 halaman

Langit yang Cerah

Masyarakat yang tinggal di sekitar Himalaya sering mengunggah foto dari balkon mereka di Twitter. Itu membuat banyak warganet sangat cemburu.

Pada 22 Maret 2020 lalu, pemerintah India secara resmi memberlakukan lockdown dan telah memengaruhi 1,4 miliar penduduknya. SBS mengatakan tidak ada lagi kemacetan dan pabrik-pabrik pun tutup. Hal ini yang membantu India membawa ke tingkat polusi paling rendah.

Gunung Himalaya

Laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Hutan dan Perubahan Iklim India, menunjukkan data statistik tentang dampak lockdown akibat Covid-19. Pada hari pertama dan hari kedua penguncian sudah terlihat adanya penurunan tingkat polusi.

2 dari 5 halaman

Polusi Turun Drastis

Di Delhi saja, ada pengurangan sekitar 44 persen di PM10 (Partikel halus di udara) pada 22-23 Maret dibanding saat sebelum lockdown.

Gunung Himalaya

Menurut India Today, Data Intelligence Unit (DIU) dari 16-27 Maret, rata-rata indeks kualitas udara (AQI) meningkat sebesar 33 persen.

Hal ini menjadi berita baik bagi seluruh negara di dunia. Karena setidaknya wabah corona dapat membantu alam untuk pulih.

Sumber: World of Buzz

3 dari 5 halaman

Suasana Hari Pertama Wuhan Lepas dari Lockdown Virus Corona

Dream - Puluhan ribu orang bersiap meninggalkan Kota Wuhan menggunakan kereta pada Rabu, 8 April 2020. Di hari tersebut, jalur transportasi utama dibuka, seiring dibukanya kembali kota tersebut.

Kota dengan penduduk mencapai 11 juta jiwa tersebut sebelumnya ditutup pada 23 Januari lalu akibat wabah virus corona yang muncul sejak akhir 2019. Virus tersebut menyebar dengan begitu cepat.

Sebagian besar dari 82 ribu orang terkonfirmasi telah terinfeksi virus corona. Sedangkan ada 3.331 kematian terjadi di Wuhan.

Diperkiraan ada 55 ribu orag yang akan meninggalkan Wuhan menggunakan kereta api pada hari Rabu. Sekitar 21.000 berangkat melalui Hankou yang merupakan titik awal infeksi.

 

4 dari 5 halaman

Berkumpul Menunggu Kereta Pertama

Baru sekitar pukul 6 pagi, sudah banyak penumpang yang datang dan sabar menunggu kereta pertama yang keluar dari Wuhan menuju Jingzhou. Mereka diberikan paket hadiah oleh manajemen stasiun bertuliskan 'Stasiun Hankou Menyambut Anda'.

Kebanyakan penumpang masih menggunakan masker dan beberapa masih menggunakan pakaian pelindung seluruh tubuh serba putih (APD) yang telah menjadi pemandangan akrab di Wuhan selama dua bulan terakhir.

" Saya merasa sangat senang, akhirnya bisa pergi lagi. Ini terasa cukup lama," kata pria bernama Zheng, dikutip dari Straits Times.

Ia mengaku tiba dua jam lebih awal dari jadwal keberangkatan seharunya dengan meminta seorang temannya untuk mengantar ke stasiun. Sebabnya, jadwal keretanya terlalu pagi dan tidak ada transportasi umum.

 

5 dari 5 halaman

Kereta Pertama dari Wuhan

Tepat pukul 6.25 pagi, sebuah kereta keluar dari Stasiun Hankou menuju ke barat dan membawa sekitar 60 penumpang. Bersamaan dengan kereta api, jalan utama dan Bandara Internasional Tianhe telah dibuka kembali. Taksi-taksi telah diizinkan untuk beroperasi lagi.

Transportasi umum telah beroperasi sejak beberapa waktu lalu. Tetapi, penumpang harus sudah memiliki kode kesehatan " hijau" yang dibuktikan dengan program seluler sebagai bukti kesehatan untuk dapat berpergian.

Bandara dipenuhi dengan berbagai aktivitas. Penerbangan pertama adalah pukul 7.25 pagi menuju Sanya Hainan dengan 49 orang di dalamnya.

 

Beri Komentar