© Pexels.com/Valeria Boltneva
DREAM.CO.ID - Tomat menjadi salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan dalam menu sehari-hari. Buah berwarna merah ini dapat dimakan langsung sebagai lalapan, dicampurkan ke salad, dimasak menjadi sup, atau diolah menjadi saus. Kandungan vitamin C, kalium, serat, folat, dan likopen membuat tomat sering dianggap sebagai salah satu makanan yang baik untuk kesehatan.
Namun, makan tomat setiap hari tidak selalu cocok untuk semua orang. Pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsumsi tomat secara rutin justru dapat memicu keluhan. Berikut lima hal yang perlu diperhatikan.
1. Dapat Memperburuk Asam Lambung
Tomat secara alami memiliki sifat asam. Karena itu, buah ini dapat menjadi pemicu acid reflux atau refluks asam pada sebagian orang, terutama mereka yang sudah mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD).
Tomat bukan penyebab GERD, tetapi konsumsinya dapat memperburuk gejala seperti rasa panas di dada (heartburn) atau sensasi asam yang naik ke kerongkongan. Produk berbahan tomat, seperti saus tomat dan saus pasta, bahkan dapat menjadi pemicu yang lebih kuat karena biasanya memiliki tingkat keasaman lebih tinggi.
Jika setiap kali makan tomat seseorang mengalami nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di dada, mengurangi porsinya dapat menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.
2. Terlalu Banyak Bisa Mengganggu Pencernaan
Tomat mengandung fruktosa, yaitu jenis gula alami yang pada sebagian orang lebih sulit dicerna. Ketika fruktosa tidak terserap dengan baik, bakteri di dalam usus dapat memfermentasinya dan menghasilkan gejala pencernaan.
Keluhannya dapat berupa kembung, sakit atau kram perut, diare, hingga sembelit. Kondisi tersebut lebih mungkin terjadi pada orang dengan sistem pencernaan sensitif atau mereka yang memiliki gangguan seperti irritable bowel syndrome (IBS).
Bukan berarti tomat harus dihindari. Sebagian besar orang dapat mengonsumsinya dalam jumlah wajar tanpa masalah. Namun, porsi besar setiap hari mungkin memperburuk keluhan pada orang yang sensitif terhadap makanan tertentu.
3. Bisa Memicu Reaksi Alergi
Alergi terhadap tomat memang relatif jarang, tetapi tetap dapat terjadi. Salah satu bentuk reaksinya adalah oral allergy syndrome, yang dapat menyebabkan mulut terasa gatal atau kesemutan setelah seseorang mengonsumsi tomat mentah.
Reaksi semacam ini lebih mungkin terjadi pada orang yang juga memiliki alergi terhadap rumput atau serbuk sari tertentu. Menariknya, beberapa orang yang mengalami reaksi terhadap tomat mentah mungkin dapat mentoleransi tomat yang sudah dimasak dengan lebih baik karena panas dapat mengubah protein tertentu yang memicu reaksi alergi.
Jika setelah makan tomat muncul pembengkakan, kesulitan bernapas, atau reaksi alergi berat lainnya, diperlukan pertolongan medis segera.
4. Bisa Memicu Keluhan pada Orang yang Sensitif terhadap Histamin
Tomat termasuk makanan yang dapat mengandung atau berkaitan dengan histamin. Histamin merupakan senyawa alami yang berperan dalam respons sistem kekebalan tubuh.
Pada orang yang memiliki masalah dalam memecah histamin, konsumsi makanan tertentu dapat dikaitkan dengan keluhan seperti gatal, bersin, hidung tersumbat, sakit kepala, atau kulit memerah.
Namun, penelitian mengenai intoleransi histamin masih terus berkembang. Respons setiap orang juga berbeda sehingga seseorang tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa semua keluhan setelah makan tomat disebabkan oleh histamin.
5. Perlu Dibatasi pada Sebagian Pasien Penyakit Ginjal
Kandungan kalium dalam tomat sebenarnya merupakan salah satu kelebihannya. Mineral ini berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu kerja otot dan saraf.
Namun, situasinya berbeda pada orang dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut. Ginjal yang mengalami gangguan berat mungkin tidak mampu membuang kelebihan kalium secara optimal. Akibatnya, kadar kalium dalam darah dapat meningkat atau mengalami hiperkalemia, yang dalam kondisi berat dapat menimbulkan komplikasi serius.
Karena itu, orang dengan penyakit ginjal atau mereka yang menggunakan obat tertentu yang dapat meningkatkan kadar kalium sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan konsumsi tomat.
Berbagai potensi efek samping tersebut tidak berarti tomat merupakan makanan yang harus dihindari. Bagi sebagian besar orang dewasa sehat, mengonsumsi tomat setiap hari dalam jumlah wajar tetap aman dan dapat memberikan manfaat.
Tomat mengandung likopen, vitamin C, kalium, folat, dan serat. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi tomat dengan kadar kolesterol LDL yang lebih rendah, fungsi pembuluh darah yang lebih baik, tekanan darah yang lebih rendah, serta kemungkinan penurunan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.
Menariknya, cara mengolah tomat juga dapat memengaruhi kandungan nutrisinya. Tomat yang dimasak dapat menyediakan likopen yang lebih mudah diserap tubuh karena panas membantu memecah dinding sel tanaman. Penyerapan likopen juga dapat meningkat ketika tomat dikonsumsi bersama sumber lemak sehat, seperti minyak zaitun.
Jadi, tidak ada alasan untuk menganggap tomat sebagai “ superfood” yang harus dimakan sebanyak-banyaknya ataupun sebagai makanan yang harus dihindari. Kuncinya adalah jumlah, kondisi tubuh, dan variasi makanan. Jika tomat menimbulkan keluhan berulang, terutama pada orang dengan GERD, alergi, gangguan pencernaan, atau penyakit ginjal, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan jumlah yang sesuai.
Advertisement
JK: Dalam Dunia Hari Ini, Lebih Berbahaya Kekurangan Listrik Ketimbang Kekurangan Beras

Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China

SBY Bicara Pemerintahan di Endgame Town Hall: Saya Tak Pernah Berselingkuh dengan Konstitusi

Hari Ozon Sedunia, Ketahui Fakta Penting Lapisan Pelindung Bumi

Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia


Puasa 8 Jam Sehari Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah pada Diabetes Tipe 1


Antara Bakat dan Usaha, Mana yang Lebih Menentukan Kesuksesan?


JK: Dalam Dunia Hari Ini, Lebih Berbahaya Kekurangan Listrik Ketimbang Kekurangan Beras


Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China