60 Kata-Kata Bijak Tan Malaka, Pahlawan Nasional yang Sempat Dilupakan

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 15 Mei 2020 05:00
60 Kata-Kata Bijak Tan Malaka, Pahlawan Nasional yang Sempat Dilupakan
Ia sangat membenci perlakuan kaum elit yang semena-mena terhadap rakyat kecil.

Dream – Tan Malaka, salah satu pahlawan nasional Indonesia, lahir di Nagari Pandam Gadang, Sumatera Barat. Nama aslinya adalah Sutan Ibrahim, karena di dalam dirinya masih mengalir darah bangsawan dari ibunya.

Semasa hidupnya, Tan Malaka mengorbankan hidup untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Ia merupakan anak yang berprestasi, hingga akhirnya ia memutuskan belajar ke Belanda di Sekolah Pendidikan Guru Pemerintah.

Selain itu, ia juga tetap aktif melakukan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Ia sangat membenci perlakuan kaum elite yang semena-mena terhadap rakyat kecil. Ia pun sering menulis tentang penderitaan rakyat di berbagai surat kabar.

Perlawanannya terhadap Belanda membuatnya diasingkan selama 20 tahun di Belanda. Karena dikenal sebagai pelopor aktivis perjuangan sayap kiri sosialis, ia seringkali dituduh melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Indonesia.

Tan Malaka sangat piawai dalam menulis dan beretorika, kali ini Dream akan mengulas quotes kata bijak Tan Malaka Sang Pahlawan Revolusioner yang sempat dilupakan.

1 dari 5 halaman

Quotes Bijak Tan Malaka yang Revolusioner

Ilustrasi© brilio.net

Tan Malaka memang sudah mendapat gelar Pahlawan Nasional meskipun setelah beberapa tahun kematiannya.

Ia sempat dilupakan, karena aktif dalam gerakan sosialisme sayap kiri, yang membuat ia dikejar oleh pemerintahan Indonesia baru dan ditangkap serta dieksekusi mati.

Namun akhirnya, ia mendapat gelar pahlawan nasional melalui keputusan presiden RI Ir Soekarno.

Tuduhan paham kiri terhadap dirinya itu tidaklah benar. Karena bagi Tan Malaka, marxisme itu bukanlah suatu paham, melainkan suatu pedoman untuk bertindak, terutama memperjuangkan kaum lemah yang selalu ditindas oleh elit.

Berikut quotes kata bijak Tan Malaka yang sangat revolusiner.

  1. “ Jika kita mau mengumpulkan dan memusatkan tenaga-tenaga revolusioner di Indonesia dengan jalan massa aksi yang tersusun buat merantapkan kemerdekaan nasional, tentulah kita mesti mempunyai satu partai yang revolusioner.”
  2. “ Marxisme itu bukanlah suatu dogma (apalan). Melainkan sesuatu pedoman untuk bertindak.”
  3. “ Seseorang yang ingin menjadi murid Barat atau manusia, hendaklah ingin merdeka dengan memakai senjata Barat yang rasionil. Apabila sudah dapat barulah dapat ia menciptakan satu pergaulan hidup yang baru dan rasional.”
  4. “ Marx mendefinisikan negara itu dengan “ Negara itu adalah hasil dari pernyataan perjuangan kelas yang tidak bisa diperdamaikan.”
  5. “ Bangunkanlah semangat menyerang buat meruntuhkan yang lama –usang– dan mendirikan masyarakat yang baru, kokoh–kuat.”
  6. “ Revolusi timbul dengan sendirinya sebagai hasil dari berbagai keadaan.”
  7. “ Seorang Marxist yang mau mendapatkan sesuatu kesimpulan (conclusion) buat dijadikan obor dalam menentukan sikap dan tindakan di Indonesia sekarang, haruslah mempertimbangkan kesimpulan itu atas bahan berpikir (promises) yang diperoleh di Indonesia sekarang pula.”
  8. “ Partai mesti berhubungan rapat dengan massa terutama dalam saat yang penting, dengan segala golongan Rakyat dari seluruh kepulauan Indonesia. Dengan tidak berhubungan seperti itu, tak akan ada pimpinan yang revolusioner.”
  9. “ Tetapi, jika pemerintah Indonesia kembali dipegang oleh kaki tangan kapitalis asing walaupun bangsa Indonesia sendiri, dan 100% perusahaan modern berada ditangan kapitalis asing, seperti di zaman “ Hindia Belanda” maka Revolusi Nasional itu berarti membatalkan Proklamasi dan kemerdekaan Nasional dan mengembalikan kapitalisme dan imperialisme internasional.”
  10. “ Jika Diponegoro dilahirkan di Barat dan menempatkan dirinya di muka satu revolusi dengan sanubarinya yang suci itu, boleh jadi akan dapat menyamai perbuatan-perbuatan Crommwell atau Garibaldi. Tetapi ia menolong perahu yang bocor, kelas yang akan lenyap.”
2 dari 5 halaman

Quotes Kata Bijak Tan Malaka, Sang Pahlawan Revolusi

Berikut Dream sajikan quotes kata bijak Tan Malaka sang Pahlawan Revolusi Indonesia:

  1. “ Dengan jalan revolusi dan perang kemerdekaan nasionallah yang dapat dimasukkan ke dalam revolusi sosial!!!, maka sekalian negeri besar-besar yang modern, tidak ada kecualinya, dapat melepaskan diri dari kungkungan kelas dan penjajahan.”
  2. “ Satu kelas atas satu bangsa yang tidak mampu melemparkan peraturan-peraturan kolot serta perbudakan dengan perantaraan revolusi, niscaya musnah atau ditakdirkan menjadi budak buat selama-lamanya.”
  3. “ Seperti seekor semut hanyut bergantung pada sepotong rumput yang diayun-ayunkan gelombang.”
  4.  “ Pengupasan yang cocok betul atas masyarakat Indonesia syarat terutama untuk mendapat perkakas revolusi, dan itu pulalah yang menjadi syarat pertama yang mendatangkan kemenangan revolusi kita.”
  5. “ Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi.”
  6. “ Selama orang percaya bahwa kemerdekaan akan tercapai dengan jalan putch atau anarchisme hanyalah impian seorang yang lagi demam.”
  7. “ Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.”
  8. “ Beritahukanlah kepada kami, bagaimana perhubungan ekonomi antara kedua bangsa dan kelas itu! Kami akan dapat pula membentuk Bingkai politik antara kedua bangsa atau kedua golongan itu.”
  9. “ Yang kuat perindustriannya, itulah pihak yang mesti menang.”
  10. “ Sebelum bangsa Indonesia mengerti dan mempergunakan segala kepandaian dan pengetahuan Barat, belumlah ia tamat dari sekolah Barat.”
3 dari 5 halaman

Quotes Kata Bijak Tan Malaka tentang Revolusi

Ilustrasi© pinterest.com

Berikut quotes kata bijak Tan Malaka yang kami rangkum tentang revolusi:

  1. “ Revolusi Indonesia mau tak mau terpaksa mengambil tindakan ekonomi dan sosial serentak dengan tindakan merebut dan membela kemerdekaan 100%. Revolusi kemerdekaan Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan dibungkus dengan Revolusi Nasional saja. Perang kemerdekaan Indonesia harus diisi dengan jaminan sosial dan ekonomi sekaligus.”
  2. “ Revolusilah, yang bukan saja menghukum, sekalian perbuatan ganas, menentang kecurangan dan kelaliman, tetapi juga mencapai sekalian perbaikan bagi yang buruk.”
  3. “ Pertahanan yang sebaik-baiknya adalah yang dilakukan dengan menyerang.”
  4. “ Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.”
  5. “ Sekurang-kurangnya masyarakat kamu sudah mengeluarkan orang yang lebih dari seorang Darwin, Newton, Marx dan Lenin, barulah kamu boleh bangga.”
  6.  “ Jika sekiranya pulau Jawa mempunyai borjuasi nasional yang revolusioner dan Diponegoro dalam perjuangannya melawan Mataram dan Kumpeni pastilah ia akan berdiri di sisi borjuasi itu.”
  7. “ Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil sendiri.”
  8. “ Di dalam masa revolusilah tercapainya puncak kekuatan moril, terjadinya kecerdasan pikiran dan memperoleh segenap kemampuan untuk pendirian masyarakat baru.”
  9. “ Kemauan Rakyat itulah kemauan Tuhan.”
  10. “ Satu dua diantara berbagai ukuran yang biasanya kita pakai terhadap seseorang yang terjun kedepan masyarakat sebagai pemimipin ialah, apakah pertama sekali ia dapat melihat kedepan, dan kedua apakah di cukup mempunyai watak konsekuen untuk memegang pandangannya kedepan itu.”
  11. “ Berapapun cepatnya kebohongan itu, namun kebenaran akan mengejarnya juga.”
  12. “ Bukankah seseorang pelarian politik itu mesti ringan bebannya, seringan-ringannya? Ia tak boleh diberatkan oleh benda yang lahir, seperti buku ataupun pakaian. Hatinya terutama tak boleh diikat oleh anak isteri, keluarga serta handai tolan. Dia haruslah bersikap dan bertindak sebagai “ marsuse’’ (angkatan militer siap gempur) yang setiap detik siap sedia buat berangkat, meninggalkan apa yang bisa mengikat dirinya lahir dan batin.”
  13. “ Tetapi kalau Madilog masih kekurangan bentuk, saya pikir dia tidak kekurangan sifat.”
  14. “ Pertukaran bentuk demi bentuk negara didorong oleh perubahan ekonomi.”
  15. “ Bahwasanya jika kelak Kapital Asing akan terus merajalela di Indonesia, seperti sebelum tahun 1942, maka politik Imperialisme pula yang akan merajalela di Indonesia di hari kemudian.”
4 dari 5 halaman

Quotes Kata Bijak Tan Malaka yang Inspiratif

Berikut quotes kata bijak Tan Malaka yang inspiratif, bisa kamu jadikan caption di media sosialmu.

  1. “ Revolusi ialah yang disebabkan oleh pergaulan hidup, satu hakekat tertentu dari perbuatan-perbuatan masyarakat.”
  2. “ Bahwa kebiasaan menghafal itu tidak menambah kecerdasan, malah menjadikan saya bodoh, mekanis, seperti mesin.”
  3. “ Selama toko buku ada, selama itu pustaka bisa dibentuk kembali. Kalau perlu dan memang perlu, pakaian dan makanan dikurangi.”
  4. “ Manusia ialah hewan yang berpikir.”
  5. “ Seorang mengeluarkan tenaga yang sama untuk mendapatkan hasil yang sama.”
  6. “ Kalau suatu negara seperti Amerika mau menguasai samudra dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan.”
  7. “ Sudah tentu seorang pengarang atau penulis manapun juga dan berapapun juga adalah murid dari pemikir lain dari dalam masyarakatnya sendiri atau masyarakat lain. Sedikitnya ia dipengaruhi oleh guru, kawan sepaham, bahkan oleh musuhnya sendiri.”
  8. “ Bahwa mereka pekerjalah, yang menduduki lantai ekonomi perekonomian Indonesia.”
  9. “ Sudah pernah pengarang buku di Amerika meramalkan, bahwa kalau satu negara seperti Amerika mau menguasai samudera dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan.”
  10. “ Murid yang cerdik juga insyaf, bahwa kalau dia sudah tahu satu cara, satu undang, satu kunci buat menyelesaikan satu golongan persoalan, maka tiadalah ia mengapal berpuluh-puluh persoalan atau jawabannya puluhan atau ratusan persoalan itu, tetapi dia pegang cara atau kuncinya persoalan tadi saja.”
  11. “ Bahwa benda itu adalah satu rantai, satu karma yang merantai hidup kita, hidup sengsara ini.”
  12.  “ Lapar tak berarti kenyang buat si miskin. Si lapar yang kurus kering tak akan bisa kita kenyangkan dengan kata kenyang saja, walaupun kita ulangi 1001 kali.”
  13.  “ Jeruk sebagai benda, lembu sebagai benda, bumi dan bintang sebagai benda, ya, “ engkau” sebagai benda, tak ada buat saya. Yang ada cuma ide, pikiran, pengertian, gambaran dari jeruk, lembu, bumi, bintang dan engkau. “ Engkau”, kata hume, cuma “ ide” buat saya. Dengan begitu Hume yang membatalkan benda dan mengaku ide saja, membatalkan adanya diri sendiri, mengakui, bahwa sebetulnya dia sendiri tak ada.”
  14.  “ Siapa yang tidak bekerja tidak akan makan.”
  15. “ Presiden Soekarno sambil menunjuk, berkata kepada saya lebih kurang seperti berikut: “ Kalau saya tiada berdaya lagi, maka kelak pimpinan revolusi akan saya serahkan kepada saudara.”

Itulah 60 quotes kata bijak Tan Malaka yang bisa menginspirasi. semoga kita bisa mengambil pelajaran dari quotes kata bijak tersebut. 

5 dari 5 halaman

Quotes Kata Bijak Tan Malaka tentang Pergerakan Revolusioner

Ilustrasi© Liputan6.com

Tan Malaka merupakan pahlawan revolusioner yang banyak melakukan pergerakan revolusi dengan menggandeng rakyat. Berikut quotes kata bijak Tan Malaka tentang pergerakan revolusioner yang ia pimpin.

  1. “ Tidak, tak ada sesuatu program revolusioner yang berarti, jika tak ada pergerakan revolusioner.”
  2. “ Dalam soal revolusi nasional, apakah bangsa yang terjajah yang berjuang untuk membela kemerdekaannya itu sesungguhnya menjadi bangsa yang merdeka dalam segala lapangan hidupnya terhadap bangsa lain, atau kembali dijajah dengan cara lama atau cara baru.”
  3. “ Kelahiran suatu pikiran sering menyamai kelahiran seorang anak. Ia didahului dengan penderitaan-penderitaan pembawaan kelahirannya.”
  4. “ Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.”
  5. “ Revolusi Indonesia sebagian kecil menentang sisa-sisa feodalisme dan sebagian yang terbesar menentang imperialisme Barat yang lalim ditambah lagi oleh dorongan kebencian bangsa Timur terhadap bangsa Barat yang menggencet dan menghinakan mereka.”
  6.  “ Pada pukulan terakhir yang menentukan, kita hanya bisa mendapat kemenangan, jika kita juga mengambil inisiatif bertahan. Agar supaya pukulan terakhir yang menentukan itu dapat mewujudkan tujuan kita.”
  7. “ Kalau sistem itu tak bisa diperiksa kebenarannya dan tak bisa dikritik, maka matilah Ilmu Pasti itu.”
  8. “ Para ahli filsafat sudah memberi bermacam-macam pemandangan tentang dunia itu. Yang perlu lagi ialah merubah dunia itu.”
  9. “ Janganlah menjatuhkan diri ke dalam kesesatan dengan mengira, bahwa kebudayaan Timur yang dulu atau sekarang lebih tinggi dari kebudayaan Barat sekarang. Ini boleh kamu katakan, bilamana kamu sudah melebihi pengetahuan, kecakapan dan cara berpikir orang Barat.”
  10. “ Jika kita dalam perjuangan revolusioner tidak mengambil inisiatif duluan, maka lawan mendapatkan keuntungan menguasai kemauan dan perbuatan ktia sehingga kita dipaksa dalam keadaan pasif melumpuhkan.”
Beri Komentar