Dream - Politisi Partai Golkar, Yorris Raweyai, mengatakan ada sekitar 22 persen suara mengambang pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Suara mengambang tersebut sedang diperebutkan baik oleh pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat maupun Anies Baswedan-Sandiaga Shalahuddin Uno.
Meski demikian, Yorris mengatakan pasangan Ahok-Djarot tidak membutuhkan seluruh suara mengambang tersebut. Menurut dia, calon yang dia dukung hanya butuh minimal 500 ribu suara.
" Kalau dari Golkar begini, semua tahu 22 persen suara yang harus direbut itu ada 1,6 juta sekian. Kita butuh berapa? 500 ribu minimal," kata Yorrys di Hotel Novotel, Jakarta, Kamis, 9 Februari 2017.
Menurut Yorris, 22 persen suara mengambang ini merupakan pemilih yang tidak ikut mencoblos pada putaran pertama. Para pemegang hak suara itu memilih Golput karena beberapa alasan seperti memanfaatkan hari pencoblosan untuk liburan, terprovokasi kampanye yang ada, atau masalah administrasi saat mencoblos.
Yorrys mengaku tim pemenangan pasangan Ahok-Djarot sedang mematangkan strategi pemenangan. Pembahasan itu turut melibatkan Ahok.
Pertemuan itu digelar untuk membuat strategi baru dalam mengawal suara Ahok. Salah satunya dengan cara menjadikan elite parpol pendukung tinggal di Jakarta turut menjadi saksi di TPS masing-masing.
" Sategi-strategi baru diwajibkan untuk seluruh simpatisan dan elite partai DPP yang berdomisili di Jakarta. Pada hari H nanti harus jadi saksi di TPS masing-masing," kata dia. (Sah)