Asep Yahya, Bocah Bersuara Peluit (Liputan6.com)
Dream - Masih ingat dengan bocah yang menelean dan mengeluarkan suara peluit asal Jawa Barat, Asep Yahya? Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyampaikan kabar gembira mengenai Asep Yahya.
Bocah asal Kampung Cimalang, Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat ini telah lepas dari penderitaan selama dua bulan usai menelan peluit tersebut.
" Asep Yahya, anak lelaki yang 2 bulan menderita karena menelan pluit, sudah dioperasi di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin)," ujar Ridwan lewat akun Instagramnya, @ridwankamil.
Ridwan mengatakan bocah ini dapat tertangani karena peran Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.
Menurut Ridwan, Hengky cepat bergerak begitu mendengar kabar penderitaan yang dialami Asep.
" Gercep (gerak cepat) adalah semangat baru di era baru pemerintahan di Jawa Barat," kata Ridwan.
Dikutip dari Liputan6.com, Asep, 9 tahun, tak sengaja menelan peluit yang sedang dia mainkan pada 18 Oktober 2018. Selama dua bulan, Asep kerap mengeluarkan suara peluit setiap kali menangis dan tidur.
Ayah Asep, Subandi. 54 tahun, mengatakan anaknya sempat dirawat di Puskesmas terdekat. Sayangnya, alat di Puskesmas tidak memadai sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyan Bandung Barat.
" Kata dokter di puskesmas, peluit tersebut sudah masuk ke saluran pernapasan anak saya," kata Asep.
Sayangnya, pengobatan Asep terkendala biaya. Subandi segera mengurus BPJS dan membawa anaknya ke RSCK, namun kembali dirujuk ke RSHS Kota Bandung.
" Saya tidak membawanya ke RSHS karena dari mana uangnya, saya hanya bekerja menjaring ikan di Waduk Saguling," kata dia.
Kabar penderitaan Asep kemudian tersebar dan sampai ke pemerintah. Asep kemudian dirujuk ke RSHS.
Penderitaan Asep kini telah berakhir. Peluit yang masuk ke saluran pernapasannya berhasil dikeluarkan tim dokter RSHS lewat operasi.
Kepala KSM Ilmu Kesehatan THT-KL, dokter Lina Lasminingrum, yang turut mengoperasi Asep mengatakan tim dokter menggunakan metode endoskopi. Sehingga tidak menimbulkan luka sayatan.
" Posisi peluitnya ini ada di sebelah kiri dan memang tidak terlihat ketika dirontgen karena ini plastik," kata dr Lina.
Operasi berjalan selama setengah jam. Panjang peluit yang berhasil dikeluarkan hampir 2 cm.