Alasan Aman Abdurrahman Lambai Tangan Usai Vonis Hukuman Mati

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 22 Juni 2018 18:01
Alasan Aman Abdurrahman Lambai Tangan Usai Vonis Hukuman Mati
Lambaian tangan Aman dilakukan sesaat setelah pembacaan vonis mati.

Dream - Kuasa Hukum terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurrahman, Asludin Hajtani mengatakan, kliennya tidak berminat untuk mengajukan banding setelah divonis hukuman mati.

" Dengan adanya vonis hukuman mati tadi, kalau ustaz Oman sendiri dia tidak mengakui adanya peradilan dan dia tidak mengakui adanya negara. Karena mengakui adanya khilafah maka dia berlepas diri terhadap ini," ujar Asludin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat 22 Juni 2018.

Seperti diketahui, Aman sempat melambaikan tangan ke majelis hakim usai putusan sidang dibacakan. 

Meski Aman menolak banding, Asludin mengaku akan menjalin komunikasi kembali dengan Aman terkait banding. Sebab, tim kuasa hukum telah menyampaikan kepada majelis hakim pikir-pikir terlebih dulu dalam menanggapi vonis.

" Kami sendiri sebagai penasihat hukum terdakwa tadi menyatakan pikir-pikir, tapi beliau (Aman) tadi sudah angkat tangan menolak. Walaupun tidak ngomong, tapi dia menolak tadi," ucap dia.

Menurutnya, majelis hakim terkesan memaksakan vonis mati terhadap kliennya. Dia beralasan, pengadilan memiliki bukti kurang kuat terkait tuduhan Aman sebagai otak bom Thamrin.

" Saya katakan bahwa satu-satunya yang bisa menghubungkan ustaz Oman dengan bom Thamrin itu adalah pesan yang disampaikan oleh ustaz Oman kepada Abu Gar. Pesan itu bukan pesan dari ustaz Oman tapi pesan dari Syekh Adnani juru bicara ISIS untuk melakukan amaliyah seperti di Perancis," kata dia.

(Sah)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More