Kas Kosong, Wali Kota Bekasi Izinkan Buka Tempat Hiburan

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 12 Juni 2020 15:10
Kas Kosong, Wali Kota Bekasi Izinkan Buka Tempat Hiburan
Rahmat sempat ditegur Gubernur Jabar Ridwan Kamil, tapi tetap membuka tempat hiburan.

Dream - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi nekat memberikan izin beroperasi kembali kepada sejumlah tempat hiburan di tengah pandemi Covid-19.

Meski sempat ditegur Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, izin tetap diberikan dengan alasan kas daerah sedang kosong.

" Alhamdulillah, Pak Gubernur mengingatkan jangan sampai terjadi kasus kambuhan," ujar Rahmat, dikutip dari Merdeka.com.

Rahmat mengakui Gubernur Ridwan Kamil memintanya untuk meninjau dan mempertimbangkan lagi pembukaan tempat hiburan di Kota Bekasi. Tetapi, dia menyatakan pengoperasian tersebut dalam rangka adaptasi.

" Ini diluruskan, ini masa adaptasi, di mana (transisi dari) keterpurukan (selama) tiga bulan, paling tahu, yang melihat kondisinya kan wali kota, bupati di suatu daerah," kata dia.

 

1 dari 2 halaman

Rekening Kas Mau Kering

Selanjutnya, Rahmat menjelaskan pembukaan kembali tempat hiburan dijalankan dengan menyesuaikan kebiasaan baru. Juga untuk memulihkan kembali kas daerah yang mulai kosong.

" Ingat RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) Kota Bekasi itu sudah mau kering, jangan sampai kita nanti tidak mampu membayar hak-hak pegawai," kata dia.

Sehingga, Rahmat merasa perlu melakukan serangkaian tahapan pemulihan perekonomian di masyarakat. Sehingga Kota Bekasi dapat mengisi kembali cadangan kas melalui pajak daerah.

Seperti misal, rumah makan yang sebelumnya hanya boleh melayani pesanan dibawa pulang kini sudah bisa makan di tempat. Juga tempat hiburan yang kembali beroperasi.

" Karena kita sudah yakin dan rasio penularannya sangat rendah, dapat dibuktikan ahli, maka baik di tempat hiburan, baik di mal dengan simulasi-simulasi tetap berjalan," kata Rahmat.

 

2 dari 2 halaman

Hasil Rapid Test Cenderung Negatif

Sementara, hasil tes acak yang digelar di mal dan tempat hiburan tidak ditemukan adanya pegawai yang reaktif. Pemkot Bekasi pun telah melaksanakan 3.000 rapid tes sebelum pembukaan kembali tempat hiburan.

" Belum ditemukan adanya kluster baru dari yang kita lakukan simulasi, tetapi ada kluster malah dari rumah ke rumah," ucap Rahmat.

Sampai saat ini, pasien Covid-19 di Kota Bekasi tersisa 13 orang. Sementara 285 orang sudah dinyatakan sembuh, PDP 3 orang dan ODP sudah nol.

Sumber: Merdeka.com/Adi Nugroho

Beri Komentar