Anak Ketahuan Berbohong, Apa yang Harus Dilakukan?

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 23 November 2016 06:30
Anak Ketahuan Berbohong, Apa yang Harus Dilakukan?
Butuh orangtua untuk memberitahu apa yang seharusnya anak lakukan.

Dream - Semua anak pernah berbohong. Itu fakta yang harus diketahui para orangtua dan tak selalu jadi tanda negatif. Berbohong sebenarnya menunjukkan kemampuan anak dalam menganalisis keadaan dan mencari konsekuensi yang aman bagi dirinya.

" Jika melihat komponen yang diperlukan untuk membuat kebohongan sederhana, anak perlu kemampuan analisis, menimbang emosi orang lain serta kematangan intelektual," ujar Lawrence Kutner, Ph.D., seorang psikolog.

Alasan anak berbohong cukup bervariasi. Tapi sebagian besar karena berbohong dianggap jadi solusi efektif untuk menghindarkan mereka dari masalah. Misalnya, anak 3 tahun mengambil cokelat dalam kulkas, dan ia mengatakan tidak mengambil sementara terlihat cokelat di kantung celananya.

" Jika melihat logika anak kecil, mereka mengalami kesulitan membedakan antara melakukan sesuatu yang buruk dan menjadi seseorang yang buruk. Butuh orangtua untuk memberitahu apa yang seharusnya anak lakukan, dan bukan memarahi karena berbohong telah mengambil cokelat," kata Kutner.

Pada saat anak bertambah usia, Kutner mengungkap anak mulai memahami implikasi dari apa yang dilakukan. Ada pengembangan empati dan pemahaman, sehingga berbohong jadi sesuatu yang sangat rumit.

" Mereka mungkin berbohong untuk menjaga harga diri atau menghindari hukuman," ujar Kutner.

Ada kecenderungan, anak yang diberi hukuman fisik dan berada di lingkungan dengan disiplin ketat cenderung lebih suka berbohong. Hal ini dilakukan untuk menghindari diri dari rasa sakit dan malu akibat hukuman. Hukuman fisik memang sebaiknya tak dilakukan pada anak.

 

1 dari 1 halaman

Fokus pada Solusi

Fokus pada Solusi © Dream

Lalu bagaimana jika mendapati anak berbohong? Sebaiknya jangan langsung mencecar dan menyalahinya karena telah berbohong. Lebih baik fokus pada solusi agar ia tidak berbohong lagi, tanyakan padanya apa yang sebenarnya terjadi karena Anda butuh penjelasan.

" Anda tentu tidak ingin selalu jadi polisi dan mencoba untuk 'menangkap' kebohongan mereka. Bukan itu intinya. Anda harus membantu anak Anda mengatasi apa pun yang mengarah pada perasaan yang mengarah pada kebohongan, " katanya.

Misalnya, jika anak mengatakan sudah mengerjakan pekerjaan rumah, tetapi gurunya di sekolah melaporkan kalau anak sudah 3 hari tak menyerahkan tugas. Daripada mendorong anak Anda untuk mengakui kebohongannya, lebih baik bantu anak mengerjakan tugasnya dengan cara yang bijak.

Tanyakan padanya apakah ada kesulitan, jika ada kesulitan bisa mencari solusi bersama.

Kadang ada masa di mana anak merasa bingung untuk mengungkap masalah yang dihadapi. Dibutuhkan inisiatif orangtua untuk mendampingi da membimbing. Bukan malah menyalahkan anak.

" Peran Anda adalah membantu mengajari anak alternatif cara yang dia bisa lakukan, selain berbohong. Jangan fokus mengatakan kepadanya bahwa dia pembohong. Coba untuk mengenali permasalahan dasarnya dan beri solusi," kata Kutner.

(Sah/Sumber: Health Line)

Baca Juga: Si Kecil Bisa Belajar Konsep Uang Lewat Permainan Ini Kapan Ajari si Kecil Mengendalikan Emosi? Simon Hooper, Ayah Selebgram Kesayangan 4 `Modal` Agar Anak Tak Kebablasan Main Internet 4 Seleb Cantik Ini Melahirkan di Rumah

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More