Anggaran Dihentikan? Ini Tanggapan MUI

Reporter : Bimo
Senin, 16 Maret 2015 17:46
Anggaran Dihentikan? Ini Tanggapan MUI
Adanya pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait diberhentikannya anggaran pemerintah di 2015, langsung ditepis Wakil Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan.

Dream - Adanya pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait diberhentikannya anggaran pemerintah di 2015, langsung ditepis Wakil Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan. Pihaknya menganggap pemberitaan tersebut mengandung unsur kesalahpahaman.

" Itu tidak benar. Cuma media itu salah mengutip perkataan. Sebenarnya yang dimaksud anggaran pemerintah 2015 untuk MUI belum cair. Bukan diberhentikan," ujar Amirsyah kepada Dream.co.id, Senin, 16 Maret 2015

Amirsyah yang ditemui di sela-sela rapat di kantornya, tidak ingin membahas terlalu lama soal kabar tersebut. Ia juga enggan mengomentari alasan pemerintah belum mencairkannya.

" Saya sudah katakan itu berita tidak benar. Anggaran itu kan diserahkan melalui Kementerian Agama. Kita juga tidak tahu alasannya," ujar Amirsyah sambil berjalan tergesa-gesa.

Dari pemberitaannya yang terkuak, lembaga MUI sudah tidak lagi mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pada tahun anggaran 2015 ini.

Bahkan dana operasional MUI diperoleh melalui sukarelawan dana swadaya dari masyarakat dan pemuka agama di MUI. Ini menjadi tanda tanya besar mengapa pemerintah sampai saat ini belum mencairkan anggarannya untuk lembaga agama Islam yang berdiri tahun 1975 itu.

" Untuk operasional kita menggunakan dana yang ada. Saya tidak bisa ungkapkan dari mana aja," ucapnya.

Sementara Ketua MUI, Din Syamsuddin tidak bisa ditemui dikarenakan tengah tidak berada di kantor. Menurut staf di kantornya, Din kini berada di Kuala Lumpur, Malaysia usai Kongres Umat Islam Indonesia di Yogyakarta pada Februari lalu.

Mengenai anggaran, MUI menyerahkan sepenuhnya soal itu kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI. Seperti dikatakan Amirsyah, MUI tetap mampu menyelenggarakan dua agenda besar, yaitu acara peringatan tahun baru Hijriyah 1 Muharram dan Kongres Umat Islam Indonesia di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Beri Komentar