Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Dream - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan, menganggap aneh munculnya beragam progam yang ditawarkan petahana. Anies mempertanyakan mengapa program-program tersebut tidak direalisasikan saat petahana menjabat.
" Kalau seperti itu warga Jakarta ingin masa kampanye terus dong karena gubernurnya kerap mengeluarkan program baik pada masa itu," kata Anies di kediamannya, Lebak Bulus Dalam, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa 28 Maret 2017.
Anies mencontohkan program santunan untuk lansia yang diusung petahana. Dalam debat di Mata Najwa pada Senin, 27 Maret 2017, petahana menyampaikan program untuk lansia sudah digagas pada 2013.
" Padahal jika program itu berjalan dengan hitung-hitungan pertahun, para lansia mendapat sekitar tujuh juta pertahun dan selama lima tahun bisa mendapat Rp30 jutaan lebih," kata dia.
Menurut Anies, masa kampanye bagi petahana seharusnya menunjukkan kinerja, bukannya mengeluarkan gagasan. Sebab, membuat gagasan pada kampanye terkesan sebagai pemanis saja.
" Justru masa kampanye bagi petahana adalah masa untuk membuktikan kinerja, sedangkan kami penantang menawarkan gagasan, bukan sebaliknya," ujar Anies.
Anies percaya warga bisa menilai sendiri mana gagasan dan kinerja yang dibuat dengan sebenarnya dan mana gagasan parsial semata.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya, Begini Penampakan Aslinya Saat Diperbesar 2.600 Kali

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya