Ikuti AS, Australia Segera Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 17 Oktober 2018 08:00
Ikuti AS, Australia Segera Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
Negeri Kanguru ini berencana merelokasi kedubesnya di Tel Aviv ke Yerusalem.

Dream - Australia bakal menyusul Amerika Serikat untuk memindahkan Kedutaan Besar mereka di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Keputusan ini diambil bersamaan dengan perubahan sejumlah kebijakan negeri Kanguru tersebut.

Seketika, keputusan ini menuai kritik. Banyak yang menduga pengambilan keputusan didasari faktor politik dalam negeri untuk memenangkan sejumlah pemilu lokal.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan, ide awal pemindahan tersebut berasal dari bekas Dubes Australia untuk Israel, Dave Sharma. Saat ini, Sharma adalah kandidat legislatif dari Partai Liberal.

Menurut laman ABC News, Selasa 16 Oktober 2018, Sharma menang dalam pemilihan walikota Sidney pada Sabtu pekan lalu. Sidney merupakan kota dengan populasi umat Yahudi terbesar di Australia.

Meski demikian, Morrison mengatakan Australia tetap berkomitmen pada solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan palestina.

" Ketika saran yang muncul sejalan dengan posisi kebijakan dan dalam upaya mendorong solusi dua negara, Australia harus berpikiran terbuka," kata Morrison.

1 dari 1 halaman

Dipuji Netanyahu

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengaku baru-baru ini sempat terlibat pembicaraan dengan Australia. Dia menyambut baik perubahan kebijakan yang dijalankan Morrison.

" PM Australia memberitahu saya bahwa dia tengah mempertimbangkan pengakuan Yerusalem secara resmi sebagai Ibukota Israel dan memindahkan Kedubes Australia ke Yerusalem," ucap Netanyahu.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas keputusan yang dibuat Morrison. " Kami terus memperkuat hubungan Israel dengan Australia," kata Netanyahu.

Keputusan ini membuat Indonesia terkejut. Sebab, Morrison sempat membuat komitmen untuk bersama-sama Indonesia mendorong lahirnya solusi dua negara guna menyelesaikan konflik Israel dan Palestina.

Morrison sendiri mengaku di hadapan parlemen telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

" Saya senang dapat menjelaskan dengan sangat jelas terkait keputusan yang saya buat hari ini dan saya sangat senang dengan tanggapan Presiden Joko Widodo," kata dia.

Beri Komentar