Bacaan Doa Tahun Baru Hijriah: Ketahui Makna, Larangan dan Amalan di Bulan Muharram

Reporter : Arini Saadah
Minggu, 24 Juli 2022 20:01
Bacaan Doa Tahun Baru Hijriah: Ketahui Makna, Larangan dan Amalan di Bulan Muharram
Untuk mengawali tahun baru, kita disunahkan membaca bacaan doa tahun baru hijriah.

Dream – Sebentar lagi, kaum Muslim akan memasuki tahun baru 1444 Hijriah. Tahun dalam penanggalan Islam yang diawali dengan bulan Muharram ini sangat dinantikan oleh umat Islam. Sebab awal tahun membawa harapan baru bagi kita semua.

Setiap umat Islam tentu ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya, terutama dalam hal agama. Kita ingin di tahun yang baru dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain itu, tentu kita juga berharap semua hajat hidup dapat terkabul, mulai dari urusan agama hingga urusan rezeki duniawi.

Untuk mengawali tahun baru, kita disunahkan membaca bacaan doa tahun baru hijriah. Hal ini penting demi mengawali tahun dengan doa dan harapan positif demi hidup yang lebih baik.

Jika Sahabat Dream belum mengetahuinya, simak artikel Dream berikut ini yang mengulas tentang bacaan doa tahun baru hijriah.

1 dari 5 halaman

Makna Bulan Muharam

Sebelum membahas bacaan doa tahun baru hijriah, kamu juga perlu memahami makna bulan Muharaam. Bulan Muharram adalah bulan pertama yang mengawali tahun baru hijriah. Selain itu, bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang spesial bagi umat Islam.

Selain sebagai awal kalender tahun Hijriah, bulan Muharram merupakan salah satu bulan paling spesial bagi umat Islam lantaran lantaran mengandung banyak pahala dan ladang amal bagi orang yang bersungguh-sungguh beribadah.

Abu Utsman an-Nahdi dalam Tahdzibut Tahdzib 6/249 oleh Ibnu Hajar mengatakan, " adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama: Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharram."

Rasulullah SAW menyebut bulan Muharram sebagai Syahrullah (bulan Allah). Karena itu, bulan Muharram memiliki keutamaan tersendiri.

2 dari 5 halaman

Larangan di Bulan Muharam

Sebelum kedatangan Islam, bulan Muharram disebut dengan Shafar Al-Awwal. Sedangkan bulan Shafar, yang merupakan bulan kedua, disebut dengan Shafar Ats-Tsani.

Namun saat Islam datang, bulan ini dinamai Muharram, dalam bahasa Arab yang artinya 'waktu yang diharamkan'. Maksudnya, pada bulan ini manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan melakukan perbuatan dosa.

Dalam Al-Quran Surat At Taubah ayat 36, Allah SWT menegaskan keutamaan bulan Muharram yang merupakan salah satu dari empat bulan yang mulia, selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Rajab.

Pada keempat bulan tersebut, umat Islam dilarang untuk melakukan peperangan, menzalimi diri sendiri dan berbuat dosa.

" Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu."

3 dari 5 halaman

Amalan di Bulan Muharram

Ilustrasi© Shutterstock.com

Selain larangan, tentu ada amalan yang dianjurkan pada bulam Muharram. Beberapa di antaranya akan dijelaskan berikut ini:

  1. Berpuasa (puasa 1 Muharram, puasa Tasu'a pada 9 Muharram, dan puasa Asyura pada 10 Muharram). Puasa ini disebut sebagai puasa yang utama selain puasa ramadhan. Sebagaimana hadis riwayat Muslim, dari sahabat Abu Hurairah ra: " Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Ta'ala (yaitu) Muharram. Sedangkan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam."
  2. Sebagaimana perbuatan dosa di bulan Muharram akan dibalas dengan dosa yang besar, begitu pula dengan perbuatan baik. Maka memperbanyak amal baik dan sholat sunnah akan diganjar dengan pahala yang berlipat.
  3. Amalan yang penting selanjutnya adalah bertaubat yaitu proses kembali kepada Allah dari hal yang Dia benci secara lahir dan batin menuju kepada perkara yang Dia senangi.
  4. Menyambung silaturahmi dengan menyelesaikan perselisihan atau pertengkaran agar hidup menjadi lebih tenang dan makin berkah.
  5. Memperbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim. Terutama menyantuni anak yatim pada hari Asyura atau 10 Muharram lebih istimewa karena Allah Ta'ala akan mengangkat derajatnya.
  6. Menjenguk orang sakit.
  7. Berziarah dan mendoakan orang alim atau ulama yang sudah mendahului kita.
  8. Memperbanyak membaca Surat Al-Ikhlas.
4 dari 5 halaman

Bacaan Doa Tahun Baru Hijriah

Bacaan doa tahun baru hijriah penting diketahui, sebab doa ini menjadi awal dari harapan yang baik bagi kita semua. Dengan membaca doa ini, terselip harapan agar menjadi manusia yang lebih baik dan maju di tahun yang baru.

Berikut bacaan doa tahun baru hijriah yang penting kamu kamu baca untuk mengawali bulan Muharam dan tahun baru:

Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa 'ala fadllikal 'azhimi wa karimi judikal mu'awwal. Hadza 'amun jadiidun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fihi minas syaithani wa auliya'ih, wal 'auna 'ala hadzihin nafsil ammarati bis-su'i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.

Artinya:

" Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu, Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."

5 dari 5 halaman

Doa Akhir Tahun

Tak hanya mengetahui bacaan doa tahun baru hijriah, Sahabat Dream juga perlu mengetahui doa akhir tahun. Doa ini dibaca tepat pada akhir tahun sebelum memasuki tanggal satu di bulan Muharam.

Bagaimana bacaan doanya? Simak berikut ini:

Allahumma maa 'amiltu min 'amalin fi hadzihis-sanati maa nahaitani 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha 'alayya bi fadllika ba'da qudratika 'ala 'uqubati, wa da'autani ilat taubati min ba'di jara'ati 'ala ma'shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma 'amiltu fîha mimma tardla, wa wa'attani 'alaihits tsawaba, fa as'aluka an tataqabbala minni wa la taqtha' raja’i minka ya karim

Artinya:

" Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku, Ya Tuhan Yang Maha Pemurah."

Demikian itulah bacaan doa tahun baru hijriah dan penjelasan makna tentang bulan Muharam yang penting diketahui umat Islam. Semoga dengan tahun yang baru, kita menjadi pribadi yang lebih maju dan berkembang secara positif baik dalam urusan agama maupun materi duniawi.

Beri Komentar