Bacaan Sholat Idul Fitri: Niat, Tata Cara, Beserta Sunnah Yang di Anjurkan

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 29 April 2021 09:06
Bacaan Sholat Idul Fitri: Niat, Tata Cara, Beserta Sunnah Yang di Anjurkan
Perayaan Idul Fitri tentunya akan disambut dengan suka cita.

Dream - Setelah sebulan lamanya berpuasa, menyambut hari kemenangan adalah kebahagiaan luar biasa bagi setiap umat Muslim. Perayaan Idul Fitri tentunya akan disambut dengan suka cita.

Meskipun tahun ini, perayaan Idul Fitri sedikit berbeda. Karena tidak bisa leluasa pergi berkunjung kerumah sanak saudara. Atau bahkan digantinya pelaksanaan sholat Idul Fitri di rumah.

Namun, hal tersebut bukan menjadi penghalang untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri. Hari kemenangan bagi umat Muslim di seluruh dunia.

1 dari 9 halaman

Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah

 

Berikut tata cara Sholat Idul Fitri di rumah selama pandemi Covid-19 lengkap dengan panduan khutbah Idul Fitri.

Membaca Niat

Bacaan niat Sholat Id di rumah boleh dibaca (dilafalkan) maupun dibaca di dalam hati. Niat Sholat Id boleh juga diucapkan dalam bahasa Indonesia selama ada niat di dalam hati untuk menunaikan Sholat Id di rumah.

Untuk imam, baca niat Sholat Idul Fitri berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Usholi sunnatan 'idilfitri rak'ataini imaman lillahi taala

Artinya:

" Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala"

 Untuk makmum, baca niat Sholat Idul Fitri berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا/مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan 'idilfitri rak'ataini makmuman lillahi taala

Artinya:

" Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Taala"

 Untuk mereka yang ada di rumah sendirian, maka baca niat Sholat Idul Fitri berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan 'idilfitri rak'ataini adaan lillahi taala

Artinya:

" Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat tunai karena Allah Taala"

2 dari 9 halaman

Membaca Takbiratul Ihram

Membaca Doa Iftitah

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

Allaahu Akbaru kabiiraa-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-waashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaaminal muslimiin

Artinya: ”Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata untuk Allah seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.”

Takbir Sebanyak 7 Kali (Rakaat Pertama)

Setelah membaca doa iftitah, mengucapkan takbir sebanyak 7 kali, diikuti dengan tasbih setiap kali selesai takbir.

Bacaan tasbih setiap selesai 7 takbir di Sholat Id adalah seperti berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar wala haulawala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim

Artinya: " Maha Suci Allah, segala pujian bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya dan upaya serta kekuatan (bagi kita) melainkan dengan kekuasaan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung."

Setelah itu baca Al-Fatihah, diikuti surat pendek Alquran seperti biasa. Ingat, gerakan dan bacaan selanjutnya hingga rakaat pertama selesai sama dengan sholat lainnya.

3 dari 9 halaman

Rakaat Kedua

Seperti rakaat pertama, dimulai dengan Takbiratul Ihram, setelah itu takbir lagi. Namun kali ini takbir hanya 5 kali.

Setiap kali selesai takbir, membaca tasbih seperti pada rakaat pertama.

Khutbah Sholat Idul Fitri

Ini adalah bagian yang dikhawatirkan banyak orang Muslim yang Sholat Idul Fitri di rumah selama pandemi Covid-19. Itu karena mereka belum pernah membaca khotbah sebelumnya.

Tetapi menurut Ustaz Kahirul, saat khutbah untuk anggota keluarga, baca yang umum dan sederhana saja sudah cukup memadai. Intinya mengajak anggota keluarga lebih bertakwa dan beribadah kepada Allah SWT.

Berikut panduan tata cara Khutbah Sholat Idul Fitri yang bisa dilakukan di rumah:

Khutbah Sholat Idul Fitri Pertama:

  1. Disunnatkan untuk memulai khutbah pertama dengan takbir sebanyak 9 kali.
  2. Memuji Allah SWT dengan membaca Alhamdulillah
  3. Membaca sholawat nabi " Allahumma solli 'ala Saidina Muhammad wa 'ala ali Saidina Muhammad"
  4. Berpesan untuk keluarga sendiri agar terus bertakwa dan lebih meningkatkan ibadah kepada Allah SWT
  5. Akhiri khutbah pertama Sholat Id di rumah dengan membaca ayat suci Alquran. Surat 3 Qul sudah cukup (Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas)

 

 

4 dari 9 halaman

Khutbah Sholat Idul Fitri Kedua

Saat akan memulai khutbah Sholat Idul Fitri kedua, disunnatkan untuk memulai khutbah kedua dengan takbir sebanyak 7 kali.

Tata cara khutbah Sholat Idul Fitri kedua sama seperti khutbah pertama, cuma ada penambahan bacaan doa di akhir khutbah.

Untuk bacaan doa di akhir khutbah sifatnya bebas. Untuk keselamatan keluarga maupun seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Karena saat ini umat Islam sedang menghadapi wabah virus corona, bisa juga diselipkan doa agar Allah SWT mengangkat pandemi ini agar kita bisa beribadah ke masjid atau surau seperti biasanya.

5 dari 9 halaman

Hukum Sholat Idul Fitri

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Ulama memiliki perbedaan pendapat soal hukum sholat Idul Fitri. Hal ini dapat dibagi dalam beberapa pendapat mengenai hukumnya tersebut, di antaranya adalah:

Sunah muakad

Pendapat dari mayoritas ulama, hukum melaksanakan sholat Idul Fitri adalah sunah muakad. Sunah muakad adalah sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat muslim. Sebab, sholat Idul Fitri hanya dilaksanakan setahun sekali dan merupakan bagian dari serangkaian ibadah di bulan Ramadan.

Fardhu kifayah

Pendapat ini dikemukakan mahdzab Imam Hambali. Fardhu kifayah adalah hukum yang bersifat wajib bagi umat muslim secara kesatuan. Maka dari itu, hukumnya adalah pada kesatuan umat Islam. Karena sifat fardhu kifayah maka jika sebagian besar umat Islam sudah melaksanakannya, maka sudah cukup.

Fardhu 'ain

Pendapat ini datang dari mahzab Imam Hanafi. Hukum fardhu 'ain berarti ibadah yang wajib bagi setiap muslim atau muslimah. Untuk itu jika tidak dilakukan maka akan berdosa.

 

6 dari 9 halaman

Keutamaan Sholat Idul Fitri

 

Berikut keutamaan-keutamaan yang akan didapatkan dari melaksanakan sholat Idul Fitri:

Mengagungkan asma Allah

Dengan melaksanakan sholat Idul Fitri, pasti akan mengucapkan asma Allah berkali-kali terutama kalimat takbiratul ikhram " Allahu Akbar" sebanyak 7 kali. Dan di antara seruan takbir tersebut hendaknya membaca kalimat sebagai berikut;

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي  وَارْحَمْنِي

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii

Artinya:

" Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku."

Dengan begitu akan mendapatkan pahala dari mengagungkan dan mengucapkan atau berdzikir atas nama Allah.

 

Pahala Sholat berjamaah

Sholat Idul Fitri umumnya dilaksanakan secara berjamaah. Karenanya, para pelakunya akan mendapatkan pahala sholat berjamaah yang besar.

Hal ini terdapat dalam firman Allah pada surat Al Baqarah ayat 43 yang menganjurkan untuk mengerjakan sholat berjamaah.

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ

Wa aqiimus-salaata wa aatuz-zakaata warka'u ma'ar raaki'iin

Artinya: " Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang rukuk."

 

Menunjukkan ukhuwah islamiah

Karena hukumnya yang sunah muakad atau fardhu kifayah, maka sholat Idul Fitri ini membuat orang-orang Islam akan terdorong untuk melaksanakannya.

Dengan berkumpulnya umat Islam, maka akan berefek kepada ukhuwah islamiah yang semakin kuat.

7 dari 9 halaman

Sunnah Yang Dianjurkan sebelum Sholat Idul Fitri

Ilustrasi Berdoa© Foto : Shutterstock

Perbanyak Mengucap Takbir

Salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW sebelum shalat Idul Fitri adalah mengucapkan takbir. Bahkan dimulai sejak malam sebelum Idul Fitri. Atau biasa disebut malam takbiran.

Jika biasanya takbir selalu diperdengarkan dari masjid-masjid, kini ditengah pandemi global, mengucapkan takbir bisa dilakukan dirumah bersama keluarga.

Selain itu, perayaan malam takbiran yang biasa disi dengan pawai keliling, mungkin tahun akan terasa sedkit berbeda. Karena tidak dibolehkannya perkumpulan warga di luar rumah.

Meskipun begitu, mengucapkan takbir tetap dapat dilaksanakan. Jadi kamu dan keluarga bisa melakukannya bersama-sama di rumah.

Membayar Zakat

Di dalam Islam, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Banyak sekali kegunaan zakat bagi orang-orang yang membutuhkan. Kewajiban membayar zakat ini dijelaskan dalah hadits yang memiliki arti seperti berikut ini,

 عَلَى اَلْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ اَلْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ اَلنَّاسِ إِلَى اَلصَّلَاةِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

Artinya: " Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju shalat ‘ied.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984).

8 dari 9 halaman

Mandi Sebelum Sholat Idul Fitri

Mandi adalah salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى.

Artinya: “ Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Ibnu Majah).

Meskipun tahun ini kemungkinan shalat Idul Fitri akan dilaksanakan dirumah, namun hal-hal sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, tetap dapat dilakukan.

Adapun niat mandi sunah Idul Fitri adalah, 

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ اْلفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala.

Artinya, “ Saya niat mandi sunah untuk Idul Fitri karena Allah ta’ala”.

 

Menggunakan Pakaian Terbaik

Sebelum shalat Idul Fitri, disunnahkan untuk memakai pakaian terbaik.

Hal ini juga telah dijelaskan di dalam hadits

إنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أنْ يَكونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا ونَعْلُهُ حَسَنَةً، قالَ: إنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الجَمالَ،

Artinya: “ Ada seseorang yang suka memakai baju yang bagus dan sandal yang bagus.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “ Sesungguhnya Allah itu Jamil (Indah) menyukai segala yang indah.” (HR. Muslim, no. 91)

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Selain itu, bagi laki-laki dianjurkan juga untuk memakai wewangian yang tidak begitu mencolok. Agar dapat menjalankan shalat Idul Fitri dengan lebih khusyuk.

9 dari 9 halaman

Makan Sebelum Sholat Idul Fitri

Nabi Muhammad SAW selalu menyempatkan diri untuk makan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, " Janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia shalat dulu." (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad)

Dalam sebuah hadits lain juga disebutkan bahwa:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَات 

Artinya: " Dari Anas bin Malik berkata, " Pada hari raya Rasulullah ﷺ tidak berangkat untuk melaksanakan salat hingga beliau makan beberapa butir kurma."

Saling Mengucapkan Selamat

Amalan sunnah lainnya yaitu saling mengucapkan selamat saat bertemu sanak saudara. Ucapannya berupa doa seperti “  Taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian).

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied, satu sama lain saling mengucapkan, “ Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” (Fath Al-Bari, 2: 446)

Untuk itu, jika akan melaksanakan sholat Idul Fitri, selain memperbanyak kalimat takbir, memberikan ucapan doa kepada sanak saudara juga dianjurkan.

Mengambil Jalan Berbeda

Amalan sunnah ini dapat dipraktekkan jika sholat Idul Fitri dapat dikerjakan di luar rumah . Seperti masjid atau lapangan. 

Mengambil jalan yang berbeda saat pergi dan pulang dianjurkan sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Artinya: " Nabi SAW ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulangnya)." (HR. Bukhari)

Tujuan dari amalan sunnah ini adalah agar dapat berbagi kebahagiaan dengan orang lain di tempat yang berbeda.

Mengambil jalan yang berbeda, tentunya akan bertemu dengan orang yang berbeda pula. Sehingga semakin banyak kebahagiaan yang dapat disebarkan melalui sapa dan senyuman.

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar