Perjuangan Kakek Somad Asuh 33 Anak Yatim Getarkan Hati

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 23 September 2016 11:30
Perjuangan Kakek Somad Asuh 33 Anak Yatim Getarkan Hati
Kondisi bangunan panti yang mengasuh sekitar 33 anak yatim sudah tidak layak dan hampir menyerupai kandang kambing dan butuh renovasi.

Dream - Panti Asuhan Yatim Piatu Al Mu'min Surabaya sudah lama dikenal di Surabaya. Panti asuhan ini berdiri sejak 1994 dan sudah terdaftar di Dinas Sosial Kota Surabaya.

" Panti asuhan ini bukan tergolong baru, jadi sudah terdaftar di Dinsos Kota Surabaya dan Dinsos Jatim," ujar pendiri panti asuhan, HR Abdus Shomad Suryanto, dikutip dari bangsaonline.com.

Meski telah lama berdiri, bukan berarti panti asuhan beralamat di Jalan Wisma Lidah Kulon Blok B-125 Lakarsantri, Surabaya ini tidak menghadapi masalah. Kondisi bangunan panti yang mengasuh sekitar 33 anak yatim sudah tidak layak dan hampir menyerupai kandang kambing.

" Banyak perabot rumah maupun kamar-kamar yang perlu direnovasi sehingga layak huni untuk anak-anak kita, sehingga mereka bisa merasa nyaman," kata pria yang akrab disapa Abah Shomad ini.

Abah Shomad mengaku sebenarnya ingin merenovasi bangunan panti tersebut. Tetapi, biaya menjadi salah satu faktor penghalang niat baik itu.

Kondisi semakin sulit setelah penyaluran dana bantuan Dinsos Kota Surabaya dihentikan. Ini membuat operasional panti terhambat.

" Sayangnya sudah empat tahun terakhir Dinsos tidak pernah membantu lagi, barangkali dialihkan pada panti lain yang lebih membutuhkan," ujar Abah Shomad.

Abah Shomad lantas mengisahkan Panti Asuhan Yatim Piatu Al Mu'min dia dirikan dan kelola sendiri bersama istrinya. Panti ini merupakan satu-satunya panti yang mengasuh anak baru lahir. Bersama istri, dia bertekad semua anak asuhannya harus merasakan pendidikan minimal hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Abah Shomad pun berpikir tidak mungkin akan terus memenuhi kebutuhan anak-anak itu secara mandiri. Dia kemudian mulai mencoba peluang donasi dengan mengirimkan proposal permohonan bantuan ke sejumlah lembaga, salah satunya Dinsos Kota Surabaya.

Meski begitu, Abah Shomad mengatakan keberuntungan terasa selalu hadir. Menurut dia, selama ini ada saja biaya untuk menghidupi anak-anak asuhnya. " Kami juga ada usaha sewa mobil, jadi itu bisa jadi tambahan penghasilan panti," ucap dia.

Sementara terkait biaya sekolah, Abah Shomad mengatakan dia tidak terlalu bingung. Ini karena anak-anak bisa sekolah secara gratis.

Meski demikian, Abah Shomad masih harus berjuang terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi 33 anak asuhnya. Abah Shomad menilai NIK memiliki peran yang sangat penting karena akan berlaku seumur hidup dan digunakan untuk segala keperluan.

Selengkapnya...

Baca Juga: Mereka `Einstein` Indonesia Video TKW Indonesia Eni Lestari Berpidato di KTT PBB Bikin Nangis! Pesan Terakhir Guru Cantik Sebelum Wafat Masya Allah, Ini Alasan Cristiano Ronaldo Tak Bertato Peran Islam dalam Sejarah Kerajaan Inggris

Beri Komentar