(Foto: Merdeka.com)
Dream - Tak semua air susu dibalas dengan air tuba. Justru semakin banyak cacian yang diterima Susan Carland, hijaber yang memiliki gelar PhD dari Melbourne, Monash University ini menyumbangkan sejumlah uang kepada UNICEF.
Diakui Susan, dirinya mantap memeluk Islam saat dirinya berusia 19 tahun dan sampai ia berusia 34 tahun, kicauan yang menghampiri akun Twitter miliknya, @SusanCarland, semakin menjadi-menjadi dengan nada cacian.
Netizen anti-Islam makin menjadi-jadi ketika dirinya tetap bersikukuh memegang Islam dan mewujudkan Al Quran dalam mengusir kegelapan dengan cahaya.
" Sehari setelah membaca aliran deras racun yang diarahkan kepada saya, saya bertanya-tanya apa respon yang paling Islami yang bisa saya berikan. Dan ide menyumbangkan $1 kepada UNICEF untuk setiap tweet penuh kebencian yang datang kepada saya," tutur Susan.
Simak cerita Susan selengkapnya di sini yuk!
Kirimkan kisah nyata inspiratif di sekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Advertisement

Tak Peduli Laki-Laki atau Perempuan, Ini Alasan Mengapa Setiap Orang Harus Bisa Memasak

Mengapa Orang Bersepeda Lebih Banyak Menggunakan Pakaian yang Ketat?

Budaya Ngopi di Indonesia Serta Sejarah Masuk Minuman Hitam Nan Nikmat Ini
7 Makanan yang Sering Dikira Ultra-Processed Food, Padahal Belum Tentu

Dead Butt Syndrome: Ketika Terlalu Lama Duduk Membuat Otot Bokong “Lupa” Bekerja

Orang Indonesia Sebenarnya Tergolong Ras Apa? Ketahui Faktanya di Sini

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tetap Berenergi tetapi Tidak Mengganggu Tidur?