Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jaguar Land Rover Mengembangkan Teknologi Unik Yang Bisa Mendeteksi Suasana Hati Pengemudi. (Foto: Carscoops)
Dream – Jaguar Land Rover membuat penelitian yang unik. Produsen otomotif ini meneliti teknologi baru yang bisa mengetahui suasana hati pengemudi.
Dikutip dari Carscoops, Kamis 11 Juli 2019, Jaguar menggunakan teknologi kecerdasan buatan dengan kamera dan sensor biometrik. Fitur ini akan menangkap suasana hati pengemudi dan otomatis menyesuaikan pengaturan kendaraan untuk membuat pengemudi nyaman.
Sistem monitor ekspresi wajah juga bisa membantu untuk melacak tingkat stres pengemudi. Nantinya, sistem itu akan menyesuaikan kontrol iklim, pencahayaan sekitar, dan audio untuk membuat pengemudi merasa lebih nyaman.
Agar kadar stres menurun, perusahaan menggunakan pencahayaan ambient untuk menunjukkan warna yang menenangkan.
Kecerdasan artificial ini juga bisa menyalakan daftar putar favorit kamu dan menurunkan suhu jika mendeteksi tanda-tanda kelelahan.
Jaguar Land Rover tidak membatasi teknologi untuk penumpang kursi depan. Mereka juga menguji sistem pada penumpang kursi belakang dengan kamera yang dipasang di sandaran kepala.
Sistem di depan membantu pengemudi tetap terjaga dan yang di belakang bisa meredupkan lampu, membuat warna jendela berubah, dan menaikkan suhu untuk membantu penumpang di belakang tidur,
Produsen mobil ini menyebut riset dan teknologi yang dikembangkan ini sebagai bagian dari visi untuk membuat kendaraan menjadi nyaman. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah memastikan pengemudi tetap waspada dan membuat penumpang senyaman mungkin.
Jaguar Land Rover juga mengatakan sistem ini akan mempelajari preferensi pengemudi dari waktu ke waktu. Perusahaan percaya ini penting karena penelitian telah menunjukkan 74 persen orang stres atau kewalahan setiap hari.
Dream – Kemacetan lalu lintas dan jalan berlubang kini tidak menjadi terlalu menjengkelkan. Jaguar Land Rover (JLR) merilis teknologi terbaru, Smart Wallet.
Teknologi ini bisa membayar pengemudi untuk informasi tentang perjalanan mereka, seperti kemacetan dan jalan berlubang.
Dikutip dari Carscoops, Rabu 1 Mei 2019, produsen otomotif ini sedang mengetes layanan baru secara otomatis akan membagikan data kondisi jalan dengan penyedia navigasi atau otoritas. Kondisi jalan yang akan dibagikan seperti kemacetan lalu lintas dan lubang.

Sebagai imbalannya, pengemudi akan mendapatkan mata uang virtual. Sayangnya, tak dijelaskan mata uang apa yang akan digunakan JLR untuk membayar pengemudi Jaguar.
Dengan uang itu, pengemudi bisa menggunakannya secara otomoatis membayar biaya tol dan parkir. Bahkan, pemilik bisa menggunakan crytocurrency untuk membayar biaya pengisian kendaraan listrik atau plug in hybird.
Untuk menyajikan layanan ini, JRL bekerja sama dengan IOTA Foundation dalam mengembangkan dompet digital.
Masih belum jelas kapan teknologi ini akan diluncurkan. Yang jelas, saat ini, JRL tengah menjalani pengujian di pusat rekayasa perangkat lunak JLR di Irlandia. Sebagai bagian dari tes ini, teknologi itu dilengkapi untuk beberapa kendaraan yang berbeda, termasuk Jaguar F-Pace dan Range Rover Velar.
Layanan ini tentu akan menguntungkan pengemudi. Tapi, perusahaan mencatat bahwa itu sesuai dengan strategi zero destination yang bertujuan untuk mencapai nol emisi, nol kecelakaan, dan no kemacetan.
Teknologi Smart Wallet diklaim bisa membantu mengurangi kemacetan karena ada data bersama untuk mengingatkan pengemudi lain mengambil rute alternatif untuk menghindari kemacetan lalu lintas.
Dream – “Mabuk” kendaraan sering dialami oleh penumpang ketika naik kendaraan bermotor, seperti mobil. Pengemudi yang tak tahan dengan “goyangan” mobil akan merasa pusing, mual, dan bisa muntah.
Dilansir dari Paultan, Jumat 2 November 2018, lebih dari 70 persen orang mabuk kendaraan ketika mobil sedang berjalan. Produsen otomotif, Jaguar Land Rover ingin membuat perjalanan dengan mobil menjadi lebih nyaman.
Jaguar membuat algoritma yang rumit. Produsen mobil ini membuat algoritma yang menghitung skor kebugaran individu dan penumpang sebelum menyesuaikan pengaturan mengemudi dan kabin kendaraan. Algoritma ini bisa mengurangi efek rasa mobil yang sakit sampai 60 persen.
Penyesuaian ini melibatkan suspensi aktif mobil yang bisa disetel untuk menghapus gerakan frekuensi rendah dan merevisi kontrol iklim untuk menjaga penumpang tetap nyaman.
Jaguar juga membuat algoritma navigasi suara di setiap belokan. Tujuannya agar penumpang sadar akan pergerakan kendaraan berikutnya, menaikkan kursi untuk bisa melihat pemandangan di luar, dan memastikan penumpang bisa menatap layar ponsel.
Algoritma ini bisa mengurangi mabuk kendaraan hingga 40 persen.
Hal ini berdasarkan data pengujian selama menempuh jarak 24.140 km dengan melakukan transit, seperti memeriksa e-mail dan menggunakan sistem navigasi.
Fase pertama penelitian berakhir pada bulan ini. Hasilnya akan diterapkan untuk proyek Jaguar di masa datang. Hasilnya akan digunakan untuk menciptakan kabin mobil yang menyenangkan. (ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?