Mengejutkan! Buaya Merry Pemangsa Wanita Cantik Mati

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 23 Januari 2019 13:48
Mengejutkan! Buaya Merry Pemangsa Wanita Cantik Mati
Buaya Merry dititipkan di tempat perlindungan satwa cagar alam Tangkoko

Dream - Kabar mengejutkan datang dari Panji Petualang. Dia membuat unggahan terkait buaya Merry yang diduga memangsa wanita cantik di Tomohon, Deasy Tuwo, 44 tahun.

Panji memajang status pengguna Facebook Selli Canser. Dalam unggahan tersebut terlihat buaya besar dalam posisi terlentang dengan moncong terikat.

Dalam gambar tersebut juga terdapat keterangan menyatakan bahwa Merry yang dititipkan ke cagar alam Tangkoko Batuh Putih Bitung telah mati. Belum diketahui penyebab kematian buaya tersebut.

Panji bereaksi atas kabar tersebut. Dia mempertanyakan mengapa buaya tersebut sampai mati.

" Nahloh... kok bisa mati.. @pembelasatwaliar @animalstoriesindonesia," tulis Panji di akun Instagram @panjipetualang_real.

 
 
 
View this post on Instagram

Nahloh... kok bisa mati.. @pembelasatwaliar @animalstoriesindonesia

A post shared by PANJI PETUALANG (@panjipetualang_real) on

Muncul banyak dugaan dari netizen terkait kematian buaya tersebut. Ada yang menduga buaya tersebut sengaja dibunuh, ada juga yang beranggapan mati karena stres.

" Bukan yg bener itu, biasanya buaya yg makan orang pasti di sengaja di bunuh terus di belek mutilasi," tulis akun @bang_johnsonnnn.

" Kalo kata orang jaman dulu, tiap buaya makan manusia, dia akan lebih cepat mati," tulis akun @safridarlis.

" Kok bengkak2 gitu badannya," tulis akun @its_ijlal_.

1 dari 4 halaman

Kematian Wanita Cantik Dimakan Buaya Disebut Tak Wajar

Dream - Tewasnya Deasy Tuwo, 44 tahun, akibat dimakan buaya menimbulkan tanda tanya. Banyak kejanggalan muncul terkait kasus kematian ini.

Wanita cantik ini ditemukan tewas secara mengenaskan di kolam kandang buaya di Tomohon. Warga sempat mengira jenazah Deasy adalah boneka.

Sahabat Deasy, Merry Supit, menilai kematian itu tidak wajar. Sebab, menurut Merry buaya tersebut sudah jinak.

" Saya sendiri sering melihat cara korban memberi makan buaya itu," ujar Merry, dikutip dari Pojoksatu.id.

Deasy, kata dia, selalu berinteraksi dengan buaya tersebut sebelum memberi makan. Seolah antara Deasy dan buaya itu sudah saling kenal.

" Sebelum diberi makan justri korban sering berinteraksi dengan buaya, menepuk-nepuk punggung lantas mulut buaya terbuka. Di saat itulah korban melemparkan makanan," kata Merry.

2 dari 4 halaman

Sebab Kematian Masih Misterius

Kapolres Tomohon, AKBP Raswin Bachtiar Sirait melalui Kapolsek Tombariri, Iptu Jantje Untu, memgatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Sehingga, dia belum bisa memberikan jawaban terkait penyebab kematian Deasy.

" Ini kan masih dilidik, belum bisalah kita berasumsi yang lain-lain," kata dia.

Jantje membantah kematian Deasy termasuk tidak wajar. Apalagi jika ditautkan dengan kabar yang menyebut properti seperti sandal ditemukan jauh dari lokasi kematian Deasy.

" Siapa yang bilang sandal korban ditemukan beda tempat? Cerita karangan itu," kata Jantje.

Dia juga menjelaskan terdapat sejumlah fakta baru dalam kasus ini namun tidak bisa diungkapkan ke publik. Alasannya, Jantje menyebut dapat berpengaruh pada penyidikan.

" Intinya kita terus bekerja, mencari bukti-bukti dan fakta baru, saat ini berkas penyidikan sudah kita limpahkan ke Satreskrim Polres Tomohon," kata dia.

Jantje berharap segera mendapatkan hal yang mendukung. " Guna menyimpulkan sebenar-benarnya kematian korban," ucap dia.

Sumber: Pojoksatu.id

3 dari 4 halaman

Ada Kejanggalan Kematian Wanita Diterkam Buaya Peliharaan Bos

Dream - Deasy Tuwo, 44 tahun, wanita ditemukan tewas di kolam berisi buaya di Ranowangko, Tombariri, Minahasa, Sulawesi Utara. Diduga, Deasy diterkam buaya peliharaan berukuran besar.

Dikutip dari Fajar Online, petugas kepolisian menemukan sejumlah petunjuk di lapangan. Namun demikian, terdapat sejumlah kejanggalan terkait peristiwa kematian Deasy.

Kejanggalan pertama, alas kaki yang biasa dipakai Deasy ditemukan jauh dari titik tewasnya korban. Mayat korban ditemukan di kolam kandang buaya.

Kejanggalan kedua, tiga saksi menyebut saat ditemukan, tubuh bagian atas korban tidak menggunakan pakaian. Padahal, sebagian tubuh korban masih dalam keadaan utuh.

4 dari 4 halaman

Sebab Kematian Belum Bisa Disimpulkan

Secara terpisah, Kapolsek Tombariri, Iptu Jantje Untu, mengatakan kepolisian berusaha memanggil pemilik tempat pemeliharaan buaya sekaligus bos Deasy, Mr. Ochiai. Tetapi, hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Diketahui, wanita cantik itu bekerja di perusahaan pembibitan mutiara, CV Yosiki milik Ochiai yang merupakan Warga Negara Jepang.

Jantje mengatakan penyidikan masih difokuskan ke tiga objek yaitu pemilik perusahaan, pemilik hewan, dan pemilik lahan. Menurut dia, hal ini sesuai instruksi pimpinan.

" (Penyidikan) masih terus berproses, belum bisa kami simpulkan apakah benar-benar murni kecelakaan atau tidak, karena ada fakta-fakta baru di lapangan yang janggal," kata dia.

Sumber: Fajar Online.

Beri Komentar