Ancaman KSAD Jenderal Andika Perkasa Jadi Kenyataan, 3 Perwira TNI AD Dihukum

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 26 Agustus 2021 10:00
Ancaman KSAD Jenderal Andika Perkasa Jadi Kenyataan, 3 Perwira TNI AD Dihukum
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya penyalahgunaan jabatan dan wewenang terutama terkait hak siswa.

Dream - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Angkatan Darat menemukan kejanggalan penggunaan anggaran pada Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif) dan Pendidikan Kuruan Tamatama Infanteri (Dikjurtaif) Gelombang II TA. 2020. Kejanggalan juga ditemukan di setiap Depo Pendidikan Latihan dan Pertempuran (Dodiklatpur) di seluruh Resimen Induk Kodam (Rindam).

Tim Wasev melalui Kodam Jaya melakukan pemeriksaan kepada kesatuan Rindam Jaya (lembaga penyelanggara pendidikan di Kodam Jaya). Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya penyalahgunaan jabatan dan wewenang terutama terkait hak siswa. Tak hanya itu, diketahui ada pula praktik pungutan liar kepada siswa di lingkungan Lembaga Pendidikan TNI AD.

Atas kejadian tersebut, Pangdam menggelar Sidang Penjatuhan Hukuman Disiplin kepada ketiga perwira TNI yang merupakan Pamen Rindam Jaya. Sidang dilaksanakan pada Senin, 23 Agustus 2021 di Aula A Yani Makodam Jaya, Jl. Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan, Jakarta Timur.

 

1 dari 6 halaman

Gelar Sidang Hukum

Jatuhan hukuman tiga perwira menengah© Instagram @kodamjayakarta

Dalam sidang tersebut, Pangdam Jaya sebagai Papera atau Ankum Atasan mengambil keputusan untuk menjatuhkan sanksi hukuman disiplin kepada tiga perwira menengah (Pamen) pelaku penyelahgunaan wewenang dan jabatan.

Penjatuhan hukuman disiplin ini dilakukan demi tegaknya supremasi hukum, khususnya di lingkungan Kodam Jaya.

Adapun ketiga Pamen yang akan dijatuhi hukuman disiplin berasal dari kesatuan Rindam Jaya masing-masing berpangkat Kolonel, Letkol dan Mayor.

2 dari 6 halaman

Ucapan KSAD Andika Jadi Kenyataan

Sanksi yang dijatuhkan terhadap tiga perwira TNI disesuaikan dengan bentuk kesalahan yang telah dilakukan masing-masing. Baik itu dalam bentuk penahanan ringan hingga teguran.

Dilansir dari Merdeka.com, Rabu 25 Agustus 2021, Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS, mengatakan dalam hal ini Pangdam Jaya berkomitmen akan mengawal kebijakan pimpinan TNI AD. Dalam menyelenggarakan operasional pendidikan bersih dari segala pungutan liar dan pemotongan-pemotongan hak siswa yang dipandang tidak perlu.

" Hukumannya ini bukan pidana, disiplin. Hukuman disiplin militer yang minimal adalah teguran. Dan teguran itu ada konsekuensi administrasi nya juga. Kalau mereka tidak mau mengembalikan, baru pidana supaya mereka tahu. Sebab, kalau hanya dikembalikan saja akan berulang ini. Hukuman ini tadi plus pindah ya, jadi saya ingin masing-masing Kodam merotasi. Langsung merotasi," kata KSAD, Jenderal TNI Andika Perkasa dalam Rapat Staf Kasad Terkait Laporan Tim Pengawasan dan Evaluasi.

3 dari 6 halaman

Jenderal Andika Ancam Jatuhkan Sanksi ke Oknum Korupsi Dana Pendidikan TNI AD

Dream - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, menerima laporan dari Tim Pengawasan dan Evaluasi TNI AD terkait adanya penyalahgunaan anggaran Pendidikan Kejujuran Bintara Infanteri (Dikjurbaif) dan Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) gelombang II TA.

Pada 2020, temuan itu dilaporkan terjadi di setiap Depo Pendidikan Latihan dan Pertempuran (Dodiklatpur) di seluruh Resimen Induk Kodam (Rindam) tentang pemotongan gaji siswa yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Tak hanya itu, temuan pemotongan anggaran makan serta penambahan anggaran juga sengaja dilakukan untuk kepenting personal lainnya.

Temuan ini membuat Jenderal Andika mulai naik darah dan bertindak tegas. Dalam sebuah rapat, ia mengatakan bahwa semua uang itu harus segera dikembalikan.

" Pokoknya semua uang wajib dikembalikan! Kalau sudah dikembalikan, kita harus punya bukti. Sudah dikembalikan secara transfer karena saya tidak mau cash! Jadi, harus dicari nomor rekening termasuk data di mana prajurit-prajurit ini bertugas!," tegas Kasad Andika seperti dikutip dari tayangan saluran resmi YouTube TNI AD.

 

 

4 dari 6 halaman

Ancam Pidana

Andika juga memberikan instruksi untuk pemberian sanksi pada anak buahnya yang ketahuan bersalah melakukan penilapan dana atau korupsi. Sanksi tersebut disesauikan dengan aturan yang diterapkan TNI Angkatan Darat.

Dalam rapat tersebut, ia juga mengingatkan akan ada sanski hukum bagi oknum yang tidak bisa mengembalikan dana.

" Saya anggap (pihak) komandan tahu! Mangkannya warning ini harus disampaikan. Hukumannya ini bukan pidana, disiplin. Hukuman disiplin militer yang minimal adalah teguran dan teguran itu ada konsekuensi administrasinya juga. Kalau mereka tidak mau mengembalikan, baru pidana!," ujar Kasad Andika Perkas

5 dari 6 halaman

Kodam Diminta Lakukan Rotasi

Atas kasus tersebut, Andika meminta seluruh Kodam untuk melakukan rotasi. Dengan adanya tindakan tegas, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi oknum pelaku.

" Supaya mereka tahu, sebab kalau hanya dikembalikan saja, bisa berulang ini," ucap Kasad.

" Hukuman ini tadi plus pindah ya! Jadi, saya ingin masing-masing Kodam merotasi, langsung merotasi," pungkasnya.

6 dari 6 halaman

Videonya

Beri Komentar