Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Otoritas China membatalkan ratusan jadwal penerbangan, menutup kembali sekolah, dan meningkatkan jumlah testing Covid-19, menyusul terjadinya kembali penularan virus corona yang terhubung dengan sekelompok pelancong.
Beijing sebenarnya telah sukses mempertahankan nol kasus Covid-19 dengan menerapkan penutupan perbatasan dan menerapkan lockdown bertarget secara ketat. Upaya ini dilakukan di tengah negara-negara lain melakukan pelonggaran.
Kasus penularan domestik dinyatakan telah sepenuhnya hilang. Tetapi ketika China mencatat kemunculan kasus baru selama lima hari berturu-turut, kebanyakan di utara dan barat laut, otoritas kembali memperketat kontrol terhadap virus corona.
Kasus baru yang muncul dikaitkan dengan pasangan lanjut usia yang datang dalam rombongan pelancong. Mereka tiba di Shanghai sebelum terbang ke Xi'an lalu ke Provinsi Gansu dan Mongolia Dalam.
Kemunculan puluhan kasus baru sejak itu dikaitkan dengan perjalanan mereka. Pasangan ini menjalin kontak dekat setidaknya di lima provinsi dan wilayah, termasuk Beijing.
Untuk menekan penyebaran, pemerintah daerah menggencarkan pengujian massal dan menutup tempat-tempat wisata, sekolah, dan tempat hiburan, di daerah yang terkena dampak. Juga memberlakukan lockdown di kompleks perumahan.
Beberapa wilayah, termasuk Lanzhou, sebuah kota berpenduduk sekitar empat juta orang di barat laut China, telah memberi tahu penduduk untuk tidak pergi kecuali diperlukan. Mereka yang memang harus pergi wajib menunjukkan tes Covid-19 negatif.
Bandara di wilayah yang terkena dampak telah membatalkan ratusan penerbangan, menurut data dari pelacak penerbangan VariFlight. Sekitar 60 persen penerbangan ke dua bandara utama di Xi'an dan Lanzhou telah dibatalkan.
Dalam pemberitahuan yang diterbitkan Senin, Erenhot di Mongolia Dalam menyatakan perjalanan masuk dan keluar kota, dilarang. Selain itu, penduduk tidak boleh meninggalkan kompleks perumahan mereka.
Pada Rabu, Global Times mengeluarkan laporan peringatan kasus virus baru di Mongolia Dalam kemungkinan akan mempengaruhi impor batu bara dari Mongolia karena gangguan rantai pasokan.
Ada 13 kasus domestik baru yang dilaporkan pada hari Kamis, kata Komisi Kesehatan Nasional China, dikutip dari medicalxpress.com.
Advertisement

Suhu yang Terus Meningkat Ternyata Memperlambat Perkembangan Anak Usia Dini

Gujarat, Jejak Jalur Dagang yang Ikut Membentuk Islam di Nusantara

Sering Nyeri Sendi Saat Menua? Terlalu Jarang Bergerak Bisa Memperburuk Kondisinya

Serunya Mampir ke Booth AXIS di Cherrypop Festival 2026, Ada Photo Booth AI hingga Charging Station

3 Kebiasaan yang Dilakukan Spesialis Tulang Belakang untuk Menjaga Postur Tubuh

BCA Kumpulkan Desa dan UMKM Binaan dalam Desa Bakti BCA Community Forum 2026

BNI Rangkul 3 Komunitas Beda Fokus, dari Bisnis sampai Gowes Bareng