Ciri-Ciri Datangnya Malam Lailatul Qadar dan Amalan yang Dianjurkan untuk Meraihnya

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 20 April 2022 12:00
Ciri-Ciri Datangnya Malam Lailatul Qadar dan Amalan yang Dianjurkan untuk Meraihnya
Berikut ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar dan amalan yang dianjurkan agar mendapatkannya.

Dream – Malam Lailatul Qadar adalah malam yang paling dinanti-nantikan oleh umat Islam. Malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang lebih baik daripada ibadah seribu bulan.

Lailatul Qadar diprediksi datang pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Malam Lailatul Qadar sangatlah istimewa, sehingga tak heran umat Islam berbondong-bondong untuk mendapatkannya dengan memperbanyak ibadah dan amalan sunnah.

Waktu turunnya Lailatul Qadar tidak dikabarkan dengan jelas. Akan tetapi umat Islam bisa mengetahuinya dari ciri-ciri yang telah dijelaskan dalam hadis Nabi SAW.

Lantas apa saja ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar? Kali ini Dream akan berbagai informasi tentang ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar lengkap dengan amalan yang dianjurkan agar mendapatkannya.

1 dari 7 halaman

Kisah di Balik Malam Lailatul Qadar

Mungkin terbersit pertanyaan di benak kita tentang kisah di balik adanya malam Lailatul Qadar. Rupanya hal ini telah dijelaskan dalam asbabun nuzul dari Surat Al Qadr.

Terdapat suatu riwayat yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Beliau pernah menyebut seorang lelaki dari Bani Israel bernama Syam’un Al Ghozi. Lelaki itu diceritakan beribadah dan berjihad di jalan Allh menumpas orang kafir selama seribu bulan tanpa henti.

Cerita yang disampaikan Rasulullah SAW itu bikin iri para sahabat. Mereka mengagumi perjuangan lelaki dari Bani Israel tersebut. Namun para sahabat juga iri lantaran tidak bisa menandingi perjuangan dan ibadah yang dilakukan oleh seorang lelaki yang diceritakan Rasulullah Saw tersebut.

Kemudian Allah menurunkan Surah Al Qadr ayat 1 sampai 3 yang menegaskan bahwa para sahabat dan umat Islam seluruhnya bisa melakukan ibadah selama seribu bulan hanya dengan satu malam saja, yaitu malam lailatul qadr. Malam Lailatul Qadar ini merupakan malam yang lebih baik daripada perjuangan lelaki Bani Israil selama seribu bulan tersbeut. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Al Wahidi.

2 dari 7 halaman

Ciri-ciri Datangnya Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi© Shutterstock.com

Meski tak diketahui secara pasti datangnya, Lailatul Qadar mempunyai ciri-ciri yang berbeda dibandingkan malam-malam biasanya. Berikut ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar berdasarkan hadis Rasulullah SAW:

1. Udara dan Angin Terasa Tenang

Ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang pertama adalah ditandai dengan udara dan angin yang terasa tenang. Hawanya sejuk, tidak dingin dan juga tidak panas. Sementara itu angin bertiup sepoi-sepoi membuat tidur terasa nyenyak. Ciri-ciri Lailatul Qadar ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ath Thoyalisi.

Dari Ibnu Abbas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, " Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan."

2. Ibadah Terasa Lebih Khusyuk

Selain itu, ciri-ciri malam Lailatul Qadar ini juga bisa dirasakan bagi orang-orang yang bangun malam untuk beribadah. Mereka merasakan ketenangan dan kekhusyukan yang tidak dirasakan pada malam-malam biasanya. Tiada ketakutan atau kekhawatiran di dalam hati saat melakukan ibadah malam.

Hal ini lantaran malaikat turun ke bumi memberikan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan dan kenikmatan dalam beribadah.

3 dari 7 halaman

3. Sebagian Manusia Mampu Melihat

Ciri-ciri malam Lailatul Qadar ini akan diketahui oleh sebagian manusia melalui mimpinya sebagaimana yang dialami oleh sebagian sahabat Rasulullah SAW.

Mereka yang bisa melihat malam Lailatul Qadar merupakan orang-orang pilihan Allah yang sudah tak diragukan lagi pengabdiannya kepada Allah SWT.

4. Langit Malam Tampak Bersih

Ciri-ciri malam Lailatul Qadar juga bisa dilihat melalui langit malam yang sangat bersih. Pada malam itu langit bersih tanpa ada awan sedikit pun. Sementara suasana tenang, sunyi, dan hawanya sejuk.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:

" Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas."

4 dari 7 halaman

5. Matahari Pagi Terbit Tanpa Sinar

Ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang perlu diketahui lainnya adalah bahwa pada pagi harinya matahari terbit dengan tenang tanpa sinar. Matahari berwarna jernis dan sangat indah dipandang. Hal ini juga telah disamapikan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya:

Dari Abi bin Ka’ab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, " Subuh hari dari malam Lailatul Qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik." (HR Muslim).

5 dari 7 halaman

Amalan untuk Meraih Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi© Pexels.com

Memasuki sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, umat Islam tentu berusaha ingin meraih malam Lailatul Qadar dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Hanya orang yang terpilih yang bisa meraih malam istimewa yang lebih baik dari ibadah seribu bulan itu.

Sahabat Dream juga bisa meraihnya apabila melakukan ibadah dan amal kebaikan selama bulan Ramadhan. Inilah amalan yang dianjurkan agar mendapatkan malam Lailatul Qadar:

1. Berdiam Diri di dalam Masjid

I'tikaf atau berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah adalah salah satu amalan untuk meraih malam Lailatul Qadar. Dengan memperbaiki dan menguatkan niat, i'tikaf dilakukan hanya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. I'tikaf ini sebaiknya diisi dengan perbanyak sholat sunnah, berdoa, berdzikir, dan membaca al Quran. Selain itu juga memohon ampun atas segala dosa yang dilakukan selama ini.

2. Membaca Al Quran

Pahala membaca Al Quran di bulan ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah sebanyak 10 kali kebaikan setiap hurufnya. Maka tak heran umat Muslim bertadarus al Quran pada bulan ramadhan agar bisa bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

Apalagi memperbanyak membaca Al-Quran pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan yang sangat dianjurkan. Selain itu, meresapi setiap makna dalam Al-Quran akan meningkatkan kehusyukan dalam diri umat Islam.

6 dari 7 halaman

3. Memperbanyak Doa dan Dzikir

Selama bulan ramadhan dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir dan bertaubat. Ketika sedang i'tikaf di masjid, Sahabat Dream dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa selama bulan Ramadhn supaya berkesempatan bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Sebab malam Lailatul Qadar tidak ada yang tahu kapan waktu datangnya, hanya saja terdapat ciri-ciri yang menandai kehadirannya. Saat berdoa, dianjurkan dengan tulus dan kerendahan hati memohon ampunan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu.

Aisyah berkata, “ Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul Qodar, apa yang harus aku ucapkan?”, beliau menjawab: “ Ucapkanlah: “ Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu Anna." (Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Ibnu Majah)

7 dari 7 halaman

4. Perbanyak Sholat Malam

Banyak ibadah dan amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Ramadhan, termasuk memperbanyak sholat malam.

Sholat malam seperti sholat tarawih, sholat witir, sholat tahajud, dan sholat sunnah yang lain bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selain itu, setelah sholat di sepertiga malam adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan.

Memperbanyak sholat malam saat bulan ramadhan juga menjadi amalan agar seorang Muslim dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar yang mulia.

5. Perbanyak Taubat

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Siapapun yang memohon ampun akan diampuni segala dosa-dosanya. Dengan memperbanyak taubat pada bulan Ramadhan, maka diharapkan bisa mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar karena hati dan jiwa sudah bersih dari dosa. Maka dari itu kita perlu memanfaatkan setiap waktu di bulan Ramadhan dnegan ibadah dan berbuat amal kebaikan.

Beri Komentar