Tragis, Pria di Tangerang Ditemukan Meninggal Dunia Diduga karena Kelaparan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 19 Agustus 2021 12:00
Tragis, Pria di Tangerang Ditemukan Meninggal Dunia Diduga karena Kelaparan
Dugaan sementara, pria itu meninggal dunia akibat sakit karena menahan lapar

Dream - Polisi masih menyelidiki mayat pria yang ditemukan membusuk di kebun pisang di daerah Cisau, Tangerang, Selasa 17 Agustus 2021.

Dugaan sementara, pria itu meninggal dunia akibat sakit karena menahan lapar. Sebab tidak ada bekas luka penganiayaan di bagian tubuh. Saat ini, jenazah telah dibawa ke RSU Kabupaten Tangerang untuk diautopsi.

" Pria tersebut Mr X, belum diketahui identitasnya. Kami imbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melapor," kata Kanit Reskrim Polsek Cisauk, Iptu Margana dikonfirmasi, Rabu 18 Agustus 2021.

 

1 dari 7 halaman

Kronologi Kejadian

Margana memaparkan, jenazah pertama kali ditemukan seorang wanita yang hendak mengambil daun pisang di perkebunan. Perempuan itu awalnya mencium bau bangkai menyengat. Setelah ditelusuri, dia melihat jasad pria hanya mengenakan celana.

" Berusia sekitar 40 tahun, pria dengan ciri-ciri rambut cepak pendek, kemudian gigi ompong, pakai celana abu abu," terang Margana.

Saat ditemukan, di atas tanah dengan posisi tidur miring dan dalam keadaan sudah rusak.

 

 

 

2 dari 7 halaman

Sempat Tinggal di Pos Keamanan

Menurut keterangan warga Desa Sampora dan Cibogo, korban sempat tinggal di pos keamanan di Desa Cibogo.

" Dia, kata warga, sempat meminta - minta makanan dan minum. Warga juga bilang kalau pria itu mengeluh kesakitan, kemudian agak susah bicara, karena kondisi lemah, yang terucap hanya minta makan dan minum. Saat makan itu pun dia nggak mampu posisi duduk, dia hanya tiduran, diajak bicara dan ditanya rumah dan identitasnya dia enggak bisa menjawab," jelas Margana.

Merasa iba, warga tidak melarang keberadaan pria itu di pos keamanan. Baru kemarin, jasad pria itu ditemukan di kebun pisang dalam kondisi sudah meninggal dunia.

" Sakit lemah, bukan karena luka. Lemah karena enggak makan. Enggak ada bekas kekerasan juga." ucap Margana.

Sumber: Merdeka.com

3 dari 7 halaman

Heboh Jasad Masih Utuh di Bojonegoro, Diduga Sudah Dikubur Puluhan Tahun

Dream - Baru-baru ini jagad sosial dihebohkan dengan ditemukannya jenazah warga yang masih utuh di sebuah makam di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Peristiwa yang cukup mengejutkan warga Kelurahan Ledok Kulon tersebut terjadi di Makam Andong Sari pada 30 Mei 2021 malam.

Kandar, salah seorang warga yang rumahnya berada dekat makam Andong Sari, bercerita, saat itu ada warga Ledok Kulon yang meninggal.

4 dari 7 halaman

Jenazah Dikubur Ditemukan Masih Utuh Tanpa Identitas

Nama warga yang meninggal itu adalah Sugeng. Dia merupakan warga Gang Puspa Indah, Kelurahan Ledok Kulon, dan berusia sekitar 40 tahun.

Menurut Kandar, pihak ahli waris menyerahkan pemakaman Sugeng kepada penggali kubur. Juru makam kemudian menentukan liang lahat untuk memakamkan jasad Sugeng.

Setelah digali sekitar satu meter, penggali kubur menemukan jenazah yang masih terbungkus kain kafan masih utuh.

 

5 dari 7 halaman

Saat Ditemukan Tidak Ada Nisan

Kartono, ketua RT 05 RW 02 Kelurahan Ledok Kulon, menyebutkan, jenazah yang ditemukan itu tidak diketahui identitasnya.

" Memang benar, kemarin malam ada pemakaman warga. Saat menggali liang lahat itu sudah ada jenazah yang ditemukan masih utuh," ujar Kartono.

Jenazah tidak diketahui identitasnya karena saat digali sudah tidak ada batu nisan. Selain itu, papan penutup liang lahat juga sudah tidak ada.

 

6 dari 7 halaman

Kartono, ketua RT 05 RW 02 Kelurahan Ledok Kulon, menyebutkan, jenazah yang ditemukan itu tidak diketahui identitasnya. " Memang benar, kemarin malam ada pemakaman warga. Saat menggali liang lahat itu sudah ada jenazah yang ditemukan masih utuh,&amp

Sehingga, jenazah yang dibongkar dan masih utuh tersebut kemungkinan sudah dimakamkan sejak puluhan tahun lalu.

" Jadi penggali sudah tidak menemukan papan pembatas makam, kemungkinan papannya sudah lapuk dimakan usia,” tambah Kartono.

Diduga jenazah yang masih utuh tersebut seorang perempuan. Hal itu terlihat dari lilitan kafannya yang banyak. Menurut syariat Islam, mengkafani mayat perempuan kain kafannya harus terdiri dari lima lembar.

 

7 dari 7 halaman

Batu Nisan Hilang Diduga Hanyut oleh Banjir

Jenazah yang masih utuh tersebut kemudian diangkat. Setelah itu dimasukkan kembali ke liang lahat yang sama dengan jenazah Sugeng.

“ Karena sudah malam, kemudian dikuburkan bersama dalam satu liang lahat,” pungkas Kartono.

Sementara itu, sebagian warga menduga batu nisan di makam jenazah dengan kain kafan masih utuh itu hilang saat terjadi banjir besar akhir 2007 lalu.

Sumber; BeritaJatim

Beri Komentar