Muslimah Berdoa Di Masjid (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dalam menjalani hidup, kita harus percaya akan takdir Allah SWT. Apa yang terjadi pada kita semata karena kehendak-Nya.
Kita tidak bisa merencanakan apa yang terjadi dalam satu hari perjalanan hidup. Bisa saja peristiwa menyenangkan atau menyedihkan yang tak kita rencanakan justru terjadi dalam kehidupan.
Percaya pada ketentuan Allah termasuk dalam rukun iman. Meski kita kadang tidak bisa menerima apa yang terjadi.
Namun demikian, kita dituntut untuk selalu ridla. Karena semua sudah digariskan Allah.
Meski berat, kita tetap harus melakukannya. Agar dimudahkan ridha atas takdir dari Allah, dianjurkan membaca doa ini.

Allahumma radldlini bo qadlaika wa shabbirni 'ala balaika wa awzi'ni syukro ni'amaika.
Artinya,
" Ya Allah, jadikan aku ridha dalam menerima qadla (ke
tentuan)-Mu, dan jadikan aku sabar dalam menerima bala dari-Mu, dan tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Mu."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Dekat dengan Allah SWT sebagai Sang Khalik tentu keinginan setiap umat Islam. Hidup akan terasa lebih tenteram saat selalu menghadirkan Sang Ilahi dalam setiap kehidupan.
Orang yang dekat dengan Allah tidak akan merasa khawatir. Dia menyandarkan diri sepenuhnya kepada Allah.
Kala musibah menghadang dia akan melaluinya tanpa gelisah. Setiap merasakan kebahagiaan, dia tidak lupa untuk bersyukur.
Sayangnya, dekat dengan Allah ternyata bukan perkara mudah. Kita harus membuat semangat istiqamah untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Untuk mendekatkan diri kepada Allah, dianjurkan membaca doa ini.

Allahumma inni 'araftuka 'ala mablaghi imkani, faghfirli, fa inna ma'rifati iyyaka wasilati ilayka.
Artinya,
" Ya Allah, sesungguhnya aku mengenal-Mu dengan sepenuh kemampuanku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya lewat mengetahui-Mu menjadi jalan bagiku untuk menemui-Mu."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Dosa bisa terjadi bukan semata tanpa sebab atau tak sadar telah dilakukan empunya. Bisa jadi dosa terjadi dengan dipersiapkan sebelumnya.
Hal ini terjadi karena pikiran manusia yang punya kecenderungan condong pada kebaikan atau keburukan. Di sinilah pentingnya pengendalian diri.
Pikiran jahat dapat mengarahkan pada perbuatan buruk. Baik berupa maksiat maupun tindakan kejahatan.
Bahkan orang yang saleh sekalipun bisa memiliki pikiran jahat. Tinggal bagaimana dia mengendalikan dirinya agar tidak menuruti pikiran tersebut.
Untuk menangkal pengaruh pikiran jahat, dianjurkan membaca doa ini.

Allahumma inna nas-alukat taubata wa dawamahaa wa na'uzubika minal ma'shiyati wa asbabiha wa dzakkirna bil khoufi minka qabla hujumi khothratiha wahmilna 'alan najati minha wa minat tafakkuri fi thoraiqiha wamhu min qulubina halawata majtanabnahu minha wastabdilha bil karahati laha wat thoma'i lima huwa bi dliddiha.
Atinya,
" Ya Allah, kami memohon kepada-Mu taubat dan senantiasa bertaubat, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan maksiat dan sebab-sebabnya, dan ingatkan kami agar senantiasa takut kepada-M sebelum datangnya hasrat untuk berbuat maksiat yang penuh bahaya, dan selamatkan kami dari perbuatan maksiat dan berfikir untuk mencari jalan berbuat maksiat, hapuskanlah dari hati kami kesenangan terhadap apa yang kami jauhi, dan gantilah dengan benci melakukan maksiat dan coba untuk berbuat sebaliknya."
Sumber: Bincang Syariah