5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak cara untuk mengungkapkan cinta. Bagi yang sudah menikah, salah satunya berciuman. Tapi hati-hati, dengan berciuman sebenarnya pasangan sedang bertukar jutaan bakteri yang bisa menularkan penyakit.
Sebuah penelitian di 2014 mengungkap bahwa saat berciuman kita saling berbagi air liur dengan orang lain. Di situ, 80 juta bakteri akan berpindah setiap sepuluh detik ciuman.
Walaupun begitu, melansir Business Insider Singapore, mayoritas bakteri ini jinak. Sehingga, tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan. Korelasi yang jelas diamati di antara indeks kesamaan mikrobiota saliva pasangan dan frekuensi ciuman yang dilaporkan secara mandiri, serta waktu berlalu setelah ciuman terakhir.
" Dalam percobaan kontrol untuk transfer bakteri, kami mengidentifikasi bakteri prebiotik penanda bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium pada sebagian besar penerima ciuman," tulis para peneliti dalam jurnal daring Microbiome.
Walaupun terdengar menjijikkan, namun ciuman memang memiliki manfaat untuk membuat seseorang merasa lebih baik (jika dilakukan dengan kasih sayang). Ini karena bibir kita penuh dengan sel-sel reseptor yang konsentrasinya sama tinggi dengan ujung jari.
Selain itu, pakar reproduksi manusia dan psikologi di University of Kent, Inggris Dr. Sarah Johns mengatakan pada The Independent bahwa selain tindakan yang didorong emosi, ciuman membantu kita memilih pasangan yang cocok.

" Manusia tidak memiliki keterampilan penciuman yang kuat dan berciuman, memungkinkan Anda untuk mencium dan merasakan seseorang, serta melihat apakah Anda memiliki respons imun yang berbeda karena kita cenderung merasa lebih tertarik pada seseorang dengan respons imun yang berbeda," kata Johns.
Selain itu, Johns mengatakan bahwa perasaan terangsang juga menghambat rasa jijik. Sehingga, semua bakteri yang akan berpindah tersebut tidak akan terpikir saat kita melakukan ciuman dengan penuh semangat.
(Laporan Giovani Dio Prasasti/ Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?