Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Pandemi Covid-19 memang sedang melanda. Semua orang terkena dampaknya. Namun demikian, tanpa kita sadari masih ada nikmat Allah yang diberikannya pada kita. Terutama soal kesehatan.
Meski Covid-19 mengancam, sebagian dari kita masih diberikan kesehatan. Kita patut menjaganya agar tidak mudah terserang virus.
Selain itu, kita juga masih diberi nikmat rezeki. Meski tidak sebanyak kondisi normal, setidaknya kita tidak terlalu sulit untuk makan.
Untuk itu, kita patut bersyukur atas nikmat tersebut. Dianjurkan untuk selalu membaca doa ini selama pandemi Covid-19.

Allahumma rabbana kam min ni'matin an'amtaha 'alayna qalla lana syukruna, wa kam min baliyyatin qalla laka 'indaha shabruna, fa ya man qalla 'inda ni'matihi syukruna wa lam yahrimna, wa ya man qalla 'inda ibtilaihi shabruna wa lam yakhdzulna, ya man ra'ana 'alal khothoya wa lam yafdlahna, raddlina bi qadla'ika wa shabbirna 'ala bala'ika wa awzi'na syukra na'maika.
Artinya,
" Ya Allah, Tuhan Kami, banyak sekali nikmat yang Engkau senantiasa curahkan, sedikit sekali kami mensyukurinya. Berapa banyak cobaan yang Engkau berikan, kami jarang menghadapinya dengan sabar. Duhai Tuhan yang meskipun kami jarang bersyukur atas aneka curahan nikmat-Mu, namun tidak pernah menutup curahan rahmat-Nya; Duhai Tuhan yang tidak pernah pernah mencampakkan kami, meski sedikit sekali kami bersabar atas cobaan-Mu; Duhai Tuhan yang melihat kami bergelimang dosa, tapi tidak pernah mempermalukan kami, anugerahilah kami kerelaan menghadapi takdir-Mu, kesabaran terhadap ciptaan-Mu, dan berikanlah kami rasa syukur menerima aneka nikmat-Mu."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri telah membawa dampak negatif pada perekonomian terutama rumah tangga. Banyak orang kesulitan memperoleh pemasukan akibat terbatasnya aktivitas di luar ruangan.
Orang sulit belanja dan bekerja ke luar rumah akibat khawatir terkena pandemi Covid-19. Sementara para pedagang semakin sepi pembeli.
Kondisi ini tidak hanya dialami satu dua orang saja. Sebab, dampak pandemi berlangsung secara menyeluruh.
Meski demikian, pembatasan yang kini tengah terjadi patut kita maknai sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19. Supaya kita tidak semakin lama dibayang-bayangi penyakit tersebut.
Agar mendapat kelapangan rezeki, dianjurkan untuk membaca doa ini.

Allahummabsuth lanar rizqa ma tuwasshiluna bihi ila rahmatika wa min rahmatika ma tahulu bihi baynana wa bayna niqmatika wa radldlina bi halalika 'an haramika wa bi fadllika 'amman siwaka. Allahumma hablanal qana'ata ba'dal jiddi, was sa'ya was shabra war ridla 'indal ikhfaq wal fasyal wasy syukra wat tawadhu'a 'indan najah wal basthi.
Artinya,
" Ya Allah lapangkanlah rezeki yang mengantar kami kepada rahmat-Mu, dan rahmatilah kami dengan rahmat yang menghalangi kami terjerumus dalam murka. Jadikanlah ridha dengan yang halal tanpa menyentuh yang haram, dan dengan anugerah-Mu tanpa mengharap dan selain-Mu. Ya Allah anugerahilah kami rasa puas setelah usaha dan kerja keras, rasa sabar dan menerima ketika gagal, dan rasa syukur serta rendah hati saat sukses dan lapang.
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Pandemi Covid-19 bukan masalah orang per orang. Tapi masalah bersama umat manusia. Bukan masalah satu rumah, melainkan masalah sekampung, sekota, senegara, bahkan sedunia. Artinya, semua orang menghadapi masalah ini.
Wabah yang sudah menulari 200 ribu orang Indonesia ini tidak bisa dihadapi oleh satu inividu atau pihak saja. Semua orang harus bergerak bersama mencegah dampaknya akibat pandemi ini.
Jika ada yang tertular, itu harus dipandang sebagai masalah bersama. Terjun salurkan bantuan untuk mereka yang tertular agar dapat menjalani proses pemulihan dengan cara terbaik tanpa harus merasa ditinggalkan.
Untuk yang belum tertular, maka semua perlu kompak dan saling menjaga satu sama lain. Saling mencegah dan mengingatkan agar Covid-19 tidak semakin luas menyebar.
Agar terwujud kekompakan di masyarakat, maka sangat dianjurkan merutinkan membaca doa ini. Insya Allah, Covid-19 bisa diatasi dengan kekompakan bersama.

Allahumma inna as sayra sababan lil wushul was shidqa wal jama'ata muqaddimatun lid dukhul wal 'amalal jadda syarthun lin najah wa huwa mawqufun 'alal qabul fa saddid Allahumma khuthuwatina wa allif bayna qulubina wa thohhir bi fadllika wa karamika ma nanwi wa ma naqul wa ballighna kulla sulin ya Bar ya Wushula bi fadlli Sayyidina Muhammadir Rasulu shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam.
Artinya,
" Ya Allah, kami menyadari bahwa melangkah adalah jalan menuju pencapaian, kesungguhan dan kebersamaaan adalah pengantar meraih kesuksesan, sedang itu semua bergantung kepada pengabulan-Mu, maka Ya Allah, teguhkanlah langkah kami, satukanlah hati kami dan sucikan dengan anugerah dan kemurahan-Mu apa yang kami niatkan dan ucapkan. Dan antarkanlah meraih apa yang kami harapkan. Wahai Tuhan yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Mengantarkan kepada keagungan junjungan kami Nabi Muhammad Rasul-Mu, shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam."
Sumber: Bincang Syariah