Editor Metro TV Konsumsi Narkoba Sebelum Bunuh Diri? Ini Penjelasan Polisi

Reporter : Cynthia Amanda Male
Sabtu, 25 Juli 2020 16:46
Editor Metro TV Konsumsi Narkoba Sebelum Bunuh Diri? Ini Penjelasan Polisi
Hal itu dibuktikan dari hasil ini.

Dream - Polisi menyimpulkan Editor Metro TV Yodi Prabowo bunuh diri. Dari hasil forensik, Yogi Prabowo juga sudah lama mengkonsumsi narkoba jenis amphetamin. Hal itu dibuktikan dari hasil tes rambut dan darah Yogi.

" Dari hasil pemeriksaan rambut dan darah almarhum sudah lama menggunakan (narkoba)," kata Dokter Spesialis Forensik Instalasi RS Bhayangkara Kramat Jati, Arif Wahyono di Polda Metro Jaya, dikutip dari Pojoksatu.id, Sabtu 25 Juli 2020.

Arif menuturkan, sebelum korban mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri yang bersangkutan terlebih dulu mengkonsumsi barang haram tersebut.

“ Tiga hari sebelum meninggal dunia ia (Yodi) makai dulu,” ungkap Arif.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat menambahkan, dengan mengkonsumsi narkoba tersebut diduga dapat menjadi pemicu Yodi nekat melakukan aksi bunuh diri.

“ Mengonsumsi amfetamin membuat meningkat keberanian yang luar biasa, jangan pernah bandingkan pemikiran orang normal dengan orang tak normal (habis konsumsi narkoba),” kata Tubagus.

1 dari 7 halaman

Terkuak! Misteri Pisau di Lokasi Tewasnya Editor Metro TV Yodi Prabowo

Dream - Hasil penyelidikan dan penyidikan polisi, editor Metro TV Yodi Prabowo ternyata yang membeli pisau di Ace Hardware, tak jauh dari lokasi penemuan mayat.

Pisau itulah yang ditemukan di lokasi kejadian tempat jenazah Yodi ditemukan. Dari pisau itu hanya ada jejak darah dan sidik jari Yodi.

" Jadi pisau itu punya merek khas yang hanya dijual di Ace Hardware. Kita cek ke sana," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 25 Juli 2020.

Berdasarkan penyelidikan, pisau merek tersebut hanya laku satu buah saja. Ternyata, dari CCTV, hanya korban sendiri yang membeli.

2 dari 7 halaman

Delapan Menit

" Saat membeli orang tersebut tertangkap CCTV, pisau dibeli sendiri. Dari baju yang dikenakan sama yang dipakai korban dengan yang ditemukan di lokasi penemuan, bon, struk hingga tempat parkir bagaimana dia dan keluar," tuturnya.

Yodi hanya delapan menit di Ace Hardware. Delapan menit itu, mulai masuk kemudian ambil pisau, membeli membayar ke kasir dan ke luar.

" Artinya emang mencari pisau," tegas dia.

3 dari 7 halaman

Editor Metro TV Diduga Kuat Bunuh Diri, Tapi...

Dream - Setelah melakukan rangkaian penyelidikan dan penyidikan selama dua minggu, polisi menyimpulkan Editor Metro TV Yodi Prabowo bunuh diri.

" Kesimpulan dari beberapa faktor dan penjelasan, olah TKP, saksi dan lain-lain, penyidik berkesimpulan diduga kuat bunuh diri," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 25 Juli 2020.

Namun, polisi tetap membuka diri kalau memang ada informasi dan sebagainya.

" Kami tetap membuka diri, fakta yang kami himpun dari olah TKP dari keterangan ahli, kami berkesimpulan diduga kuat bunuh diri," imbuhnya.

Berdasarkan hasil autopsi, korban positif amphetamin. Diduga kuat, amphetamin untuk menimbulkan keberanian dalam menjalankan aksinya.

" Bisa jadi korban tak ingin dicurigai bunuh diri," katanya.

4 dari 7 halaman

Bos Metro TV Ungkap Sifat Asli Yodi Prabowo

Dream - Yodi Prabowo dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungan kerja Metro TV. Pemuda yang bekerja sebagai editor itu tidak pernah tersangkut masalah.

" Saya tidak pernah mendengar (Yodi) pernah ada masalah sama sekali. Karena Yodi bukan tipe-tipe karyawan yang problematik (bermasalah)," kata Pimpinan Metro TV, Arief Suditomo, dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 25 Juli 2020.

Arief mengaku tak terlalu mengenal Yodi Prabowo secara langsung. Tapi, sebagai atasan dia pernah bertanya ke teman-teman yang dekat dengan Yodi Prabowo.

" Saya bukan pihak yang bisa bicara langsung soal karakter beliau karena saya baru. Ke dua, beliau jauh di bawah saya sehingga yang saya kenal adalah orang-orang yang mendapatkan report dari beliau," ucap dia.

5 dari 7 halaman

Tak Membeberkan Isi Pembicaraan

Arief Suditomo mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jumat 24 Juli 2020. Arief mengaku baru pertama kali datang ke Polda Metro Jaya sejak kasus kematian Yodi Prabowo ditangani polisi.

Arief menerangkan, kedatanganya karena dipanggil penyidik Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya. Dia menyebut, pertemuannya untuk membicarakan perkembangan kasus kematian Yodi Prabowo.

" Kami memberikan support kepada Polda Metro Jaya. Tadi mereka bilang ada progress," kata dia.

Namun, Arief tak membeberkan isi pembicaraan itu secara lengkap. Dia berdalih tak mau mendahului polisi untuk menyampaikan hasil penyelidikan kasus kematian Yodi Prabowo.

6 dari 7 halaman

Terang Benderang

Menurut dia, yang berwenang menyampaikan hasil penyelidikan adalah penyidik Polda Metro Jaya. " Saya belum bisa rilis apa-apa. Kami serahkan semuanya sama Polda Metro Jaya," ujar dia.

Arief berharap Polda Metro Jaya segera merampungkan investigasinya. Dia mengatakan, hasil penyelidikan kasus kematian Yodi Prabowo sangat dinanti oleh masyarakat, tak terkecuali para pegawai di Metro TV.

" Hingga saat ini memang belum ada kesimpulan yang mereka berikan kepada kami. Mungkin dalam waktu dekat mereka akan rilis, tapi dalam hal ini posisi kami sama yaitu ingin segera pihak Polda Metro Jaya menuntaskan kasusnya," ujar dia

7 dari 7 halaman

Polisi Ungkap Teka-teki 2 Pria Misterius di Lokasi Penemuan Jasad Yodi Prabowo

Dream - Polisi menegaskan tidak ada dua orang dengan gerak-gerik mencurigakan di lokasi penemuan jasad editor Metro TV, Yodi Prabowo, sebagaimana diungkapkan saksi dalam olah tempat kejadian perkara di tepi Tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin lalu.

" Tidak ada itu (orang mencurigakan). Jangan berandai-andai, penyidik lebih tahu. Orang lewat pasti setiap orang dicurigai, kan bisa saja orang lewat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 24 Juli 2020.

Yusri berharap masyarakat sepenuhnya menyerahkan kasus kematian Yodi Prabowo kepada polisi. Dia berharap masyarakat tidak berandai-andai.

" Penyidik pokoknya sudah tahu semualah intinya, kemarin kan sudah diperiksa. Jangan berandai dan digiring ke sana, nanti kalau ada orang mau keluar mau kencing dicurigai juga," ujarnya.

" Sudahlah, penyidik sudah tahu semua apa yang sudah terjadi," tambah Yusri.

Beri Komentar